Rabu, 01 November 2017

7 Cara Mengecilkan Perut Setelah Persalinan Normal

7 Cara Mengecilkan Perut Setelah Persalinan Normal
7 Cara Mengecilkan Perut Setelah Persalinan Normal
Menjadi ibu hamil memang sangatlah istimewa. Bukan hanya karena bisa merasakan rasa pegal dan berat saja dengan bayi yang berada di dalam perut, namun juga rasa sakit ketika melahirkan. Bagi ibu hamil, kondisi seperti itu merupakan kondisi istimewa yang membuat kodratnya sebagai seorang perempuan terasa semakin sempurna.

Namun, ketika masa melahirkan berakhir dan masa menyusui juga selesai, kondisi istimewa itu berubah menjadi kekhawatiran karena badan yang tidak kunjung kembali ke bentuk semula. Biasanya bentuk badan yang sangat jelas perubahannya yaitu pada perut dan pinggul, bentuknya akan terlihat lebih besar dibandingkan sebelum hamil dan melahirkan. Belum lagi keadaan ini ditambah dengan keadaannya yang kendor dan tidak kencang.

Bagi para ibu yang mengalami hal ini tidak usah khawatir. Perut maupun pinggul yang besar dan kendor bisa dikembalikan ke bentuk semula yaitu kembali langsing dan kencang. Hanya perlu diingat bahwa prosesnya memerlukan waktu dan tidak instan.  

Berikut ada 7 cara yang bisa dilakukan untuk mengecilkan badan khususnya perut setelah melahirkan.
  1. Lakukan pola hidup sehat dengan memperhatikan pemilihan makanan. Perhatikan agar memilih makanan yang kadar lemak serta kalorinya rendah. Apabila ibu masih dalam keadaan menyusui, jangan khawatir ini akan mengurangi nutrisi pada bayi. Karena, yang ibu pilih adalah makanan sehat dan yang dibatasi hanya jenis makanan yang mengandung lemak dan kalori tinggi saja.
  2. Beruntung bagi para ibu yang memilih memberikan ASI kepada bayinya. Menyusui merupakan salah satu cara dalam mengembalikan kembali bentuk tubuh ideal ibu. Selain karena dengan memberikan ASI kebutuhan gizi seimbang bayi terpenuhi, memberikan ASI juga dapat mengurangi kalori ibu. Per harinya, kalori akan berkurang hingga 5000 kalori.
  3. Minum air putih minimal 8 gelas sehari bagi kesehatan setiap orang sangat penting. Termasuk untuk para ibu yang ingin kembali mendapatkan bentuk tubuh idealnya setelah melahirkan. Selain sebagai salah satu cara untuk menjaga tubuh agar tidak mengalami dehidrasi, air putih juga dapat membersihkan saluran pencernaan dalam tubuh dari berbagai jenis penyakit atau pun zat racun yang membahayakan tubuh.

    Air putih akan membuat ibu merasa lebih kenyang sehingga akan menahan rasa ingin ngemil ataupun makan terus. Sistem pencernaan pun akan mengeluarkan air lebih banyak karena konsentrasi sodium di dalam tubuh dicairkan
     
  4. Latihan rutin lainnya untuk meltih otot perut ini adalah dengan shoulder lift. Ibu cukup terlentang pada matras, kemudian tekuk kaki dan telapaknya hingga menyentuh lantai. Nafas dihembuskan bersamaan dengan mengkontraksikan gerakan pada otot perut. Angkat juga kepala serta pundak. Setelah menahan gerakan ini beberapa detik, kepala serta pundak diturunkan perlahan.
     
  5. Latihan melatih otot agar kembali menjadi kencang ini biasanya untuk otot perut. Latihannya sangat gampang karena hanya perlu dilakukan dengan duduk, berbaring, maupun berdiri. Perut tinggal ditarik ke bagian dalam dengan mengkontraksikannya pada bagian otot perut. Tahan gerakan ini selama beberapa menit. Latihan ini akan terasa perubahannya jika dilakukan secara teratur.
     
  6. Tidak perlu olahraga yang berat dalam proses mengembalikan bentuk tubuh setelah melahirkan ini. Olahraga yang perlu dilakukan hanya olahraga yang bersifat ringan saja. Namun, olahraga ringan ini sebisa mungkin dilakukn secara teratur. Otot yang kendor, dengan olahraga teratur ini bisa kembali menjadi kencang seperti semula.
     
  7. Tidak makan berlebihan. Usahakan agar ibu makan dengan porsi yang sedikit saja setiap harinya namun dilakukan dengan sering dan tidak menunggu rasa lapar tiba. Pola makan seperti ini dapat membantu mengntrol lemak dan kalori yang masuk ke dalam tubuh agar tidak menumpuk.
Kegiatan-kegiatan latihan ini merupakan hal yang aman pasca ibu melahirkan. Namun, ada baiknya jika ibu mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, mengingat setiap kondisi setiap ibu pasca melahirkan berbeda-beda.
Continue reading

Minggu, 29 Oktober 2017

Kiat Merangsang IQ Tinggi Pada Bayi Sejak di Dalam Kandungan

Kiat Merangsang IQ Tinggi Pada Bayi Sejak di Dalam Kandungan
Kiat Merangsang IQ Tinggi Pada Bayi Sejak di Dalam Kandungan
Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya menjadi anak yang cerdas? Tentu semua orang tua mendambakan hal tersebut. Anaknya tidak hanya tumbuh aktif dan sehat, tetapi juga memiliki IQ yang tinggi. Namun, bagaimana kalau keinginan tersebut tidak terwujud? Apakah orang tua berhak menyalahkan si anak? Tentu saja tidak.

Kecerdasan seorang anak ternyata bisa ditumbuh kembangkan. Dalam proses tersebut, orang tua terutama ibu memiliki peranan yang sangat penting. Meningkatkan kecerdasan anak dapat dimulai saat ia masih berada di dalam kandungan.

Jadi, sangatlah tidak benar apabila nanti si anak disalahkan oleh orang tua karena ia memiliki IQ yang rendah. Kecerdasannya harus menjadi perhatian si ibu sejak ia masih dikandung. Janin tidak hanya membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, tetapi juga perlu diberikan beberapa stimulasi untuk menjadi cerdas. Walaupun belum terlahir, ternyata bayi di dalam kandungan sudah mampu menyerap latihan yang diberikan melalui stimulasi kecerdasan yang diberikan oleh si ibu. Ia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya.

Selain itu, seiring perkembangannya di dalam rahim, ia juga menjadi peka terhadap rangsangan suara maupun cahaya di luar perut ibu. Lalu, bagaimana cara untuk melakukannya? Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan oleh ibu hamil:
  • Mengajak janin berbicara. Pada usia kehamilan yang memasuki 23 minggu, janin sudah memiliki kemampuan pendengaran yang cukup baik. Ia dapat memberikan respon pada suara dan cahaya. Meskipun masih terbatas, ia bisa membedakan antara suara ibu dan bapak. Pada usia kehamilan tersebut, Anda bisa memberikan stimulasi dengan mengajaknya ngobrol. Selain itu, mendengarkan musik yang menenangkan atau alunan ayat suci Al Quran juga baik untuknya.
  • Mencukupi kebutuhan nutrisi. Tidak dapat dipungkiri bahwa asupan gizi yang cukup memberikan dampak yang positif pada tumbuh kembang janin selama di dalam kandungan, termasuk untuk kecerdasannya. Ibu perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak omega 3 dan DHA yang tinggi dimana kedua nutrisi tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan perkembangan otak janin secara optimal.

    Anda bisa memilih ikan tuna, salmon dan jenis ikan tawar. Konsumsi minyak ikan juga disaranakan. Untuk pemenuhan kebutuhan DHA, Anda bisa memilih daging unggas dan kuning telur.
  • Menstimulasi dengan gambar. Walaupun masih berada di dalam kandungan, ternyata janin sudah bisa memberikan respon pada apa saja yang dilihat oleh si ibu. Anda dapat melatih otak kecilnya dengan rangsangan melalui gambar. Untuk melatih otak kanannya, Anda bisa mengambil gambar, memotret atau memandang pemandangan alam dan membuatnya merasakan apa yang Anda rasakan.

    Apabila Anda merasa nyaman dan tenang saat melihat gambar tersebut, maka hal itu akan merangsang peningkatan IQ pada bayi di dalam rahim.
  • Merangsang menggunakan cahaya. Selain suara, janin juga peka terhadap cahaya redup yang didekatkan pada ibu. Untuk merangsangnya, pemberian cahaya harus dilakukan dengan bertahap. Cahaya yang terlalu terang sebaiknya dihindari karena akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi si janin. Ia mungkin akan menendang sehingga Anda bisa merasakan gerakan tersebut sebagai pertanda bahwa ia memberikan respon.
     
  • Pastikan untuk menghindari stres. Tidak hanya kondisi fisik, kondisi psikis ibu hamil juga harus dijaga. Salah satunya dengan menghindari stres. Latih tubuh dan pikiran agar tetap rileks dengan pelatihan prenatal atau yoga. Kalau Anda rileks, janin di dalam kandungan juga akan merasakan nyaman dan pertumbuhan kecerdasannya tidak terganggu.
Continue reading

Kamis, 26 Oktober 2017

Resiko Bila Bayi Lahir Lebih dari 42 Minggu

Resiko Bila Bayi Lahir Lebih dari 42 Minggu
Resiko Bila Bayi Lahir Lebih dari 42 Minggu
Ketika umumnya kandungan seseorang hanya akan berusia 9 bulan lebih 10 hari atau maksimal usianya hanya 42 minggu. Namun, tidak jarang ada yang melebihi usia kandungan tersebut dan belum juga melahirkan. Hal ini sangat dicemaskan karena resikonya terhadapa kesehatan ibu maupun bayi sangat tinggi yaitu resiko akan terjadinya komplikasi.

Berikut beberapa indikasi akan bahaya atau resikonya:
  1. Resiko terjadinya trauma persalinan. Karena bayi kesulitan dilahirkan, organ vitalnya serta paru-parunya terganggu. Maka bayi akan mengalami trauma kelahiran dengan kesulitan bernafas.
  2. Resiko lainnya yang bisa terjadi adalah dengan meninggalnya bayi di dalam perut atau disebut still birth. Meninggalnya bayi di dalam perut akibat dari usia bayi dalam kandungan yang lebih dari 42 minggu sering terjadi bahkan perbandingannya yaitu 4 sampai 7 bayi meninggal dari 1000 bayi yang lahir pada usia tersebut. Meninggalnya bayi di dalam perut ini tidak lain karena fungsi plasenta yang tidak optimal dan berkurangnya cairan amino, sehingga resiko bayi meninggal di dalam rahim juga mengancam.
  3. Menurunnya fungsi plasenta. Bayi di dalam rahim ibu hamil jika usianya melebihi waktu maksimalnya yaitu 42 minggu akan mengalami kelaparan karena pasokan nutrisi dan oksigen yang seharusnya ia terima berkurang. Ini diakibatkan oleh menurunnya fungsi plasenta. Karena pasokan nutrisi dan oksigennya berkurang sudah pasti pertumbuhan bayi dalam rahim ini akan terhambat bahkan hingga perkembangannya. Bayi akan kekurangan gizi dan akhirnya membutuhkan beberapa perhatian khusus untuk menanganinya.
  4. Operasi caesar merupakan upaya yang biasanya dilakukan untuk mengeluarkan bayi dalam kandungan lebih dari 42 minggu ini. Kondisi lebihnya usia kandungan ini akan berpengaruh juga pada kesehatan sang ibu sehingga akan mengalami kesulitan dalam proses melahirkannya. Untuk itu mengingat komplikasi yang terjadi, jalan operasi caesar biasanya yang dipilih sebagai tindakannya.
  5. Adanya kelainan yang dinamakan palsi serebral. Kelainan ini berupa resiko dimana bayi akan mengalami gangguan pada motoriknya. Fungsi perintah pada otak bayi untuk menggerakan tubuhnya akan terganggu karena otak besar dan kecilnya terganggu fungsinya.
  6. Jumlah cairan amino atau air ketuban menurun. Kondisi air ketuban yang merupakan cairan amino yang semakin menurun jumlahnya ini merupakan suatu kondisi yang darurat bagi bayi. Oleh karena itu, bayi dalam kandungan yang sudah mencapai usia lebih dari usianya ini harus segera dikeluarkan.
  7. Kulit bayi pun kemungkinan akan kehilangan lapisan lemak yang merupakan lapisan pelindung kulitnya. Sejak dalam kandungan ibunya, kulitnya perlahan mengering, kemudian pecah-pecah dan akhirnya mengkerut lalu mengelupas. Kulit bayi pun akan mudah tergores dan luka karena kuku pada jari maupun tangannya sendiri yang panjang.
  8. Bayi pun kemungkinan akan menghirup bahkan menelan mekonium. Terhirup dan tertelannya mekonium ini resikonya lebih banyak ketika proses kelahiran terjadi. Akibatnya bayi akan mengalami komplikasi khususnya pada saluran pernafasannya. Selain infeksi, bayi juga akan mengalami asfiksia yaitu kesulitan dalam bernafas serta gangguan fungsi pada paru-paru lainnya ketika baru lahir.
Untuk itu, ibu hamil wajib memeriksakan kehamilannya secara rutin pada dokter agar kehamilan dengan usia kandungan lebih dari 42 minggu ini dapat dicegah. Setiap tri semester dari awal hingga akhir setidaknya pemeriksaan berjumlah empat kali, yaitu satu kali pada tri semester awal, satu kali pada tri semester kedua, dan pada tri semester ketiga dilakukan pemeriksaan sebanyak dua kali. Akan lebih baik jika ibu semakin rajin memeriksakannya yaitu setiap satu bulan sekali.

Ibu disarankan untuk selalu berkonsultasi tentang kesehatannya dan juga kesehatan bayinya. Pantau terus perkembangannya dan tanyakan apapun yang baik dilakukan menurut dokter akan kehamilan Anda, agar proses melahirkan berjalan normal dan lancar serta waktunya tidak melebihi usia kandungan yang seharusnya yaitu tidak lebih dari 42 minggu.
Continue reading

Senin, 23 Oktober 2017

Tips Menjalani Kehamilan Menyenangkan dengan Cara Mengontrol Emosi

Tips Menjalani Kehamilan Menyenangkan dengan Cara Mengontrol Emosi
Tips Menjalani Kehamilan Menyenangkan dengan Cara Mengontrol Emosi
Hormon kehamilan membuat perubahan pada diri wanita yang bisa menyebabkan berbagai keluhan selama kehamilan. Seiring pertumbuhan janin dalam kandungan, berbagai keluhan kehamilan dirasakan oleh para wanita. Di trimester pertama, ada perubahan yang cukup besar pada psikologi wanita yang sedang mengandung.

Biasanya, wanita hamil menjadi mudah tersinggung dan rewel hanya karena hal-hal kecil. Mereka juga menjadi mudah marah yang tidak hanya membuat rasa tidak enak pada orang-orang yang berada di sekitarnya, tetapi bisa mempengaruhi fisik wanita yang sedang hamil.

Tubuh yang tegang, nafas pendek, dan jantung berdebar cepat adalah beberapa contoh kondisi yang bisa berbahaya jika dibiarkan. Emosi haruslah dikontrol untuk menjaga mental ibu. Selain itu, emosi yang terkontrol juga baik untuk janin.

Untuk mengontol emosi dan membuat kehamilan menjadi menyenangkan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh ibu hamil:

1. Melakukan hal-hal yang bisa membuat hati senang

Melakukan kegiatan yang menyenangkan bisa menghilangkan rasa mudah marah dan serba salah. Ibu bisa mencari hobi atau kegiatan yang membuat senang seperti menonton film atau menyenangkan diri di salon. Ibu bisa mengajak teman dekat untuk menambah keseruan sehingga mood yang jelek bisa digantikan dengan mood yang baik.

2. Beristirahat dengan cukup

Rasa lelah bisa membuat cepat marah. Oleh karena itu, ibu hamil harus memenuhi waktu istirahat berkualitas yang diperlukan. Dengan istirahat, tubuh akan mengembalikan energi sehingga kebutuhan energi ibu pun terpenuhi. Untuk tidur yang berkualitas, ibu sebaiknya menghindari minum kopi atau minuman ringan pada malam hari yang bisa menyebabkan susah tidur.

3. Memakan makanan sehat dan bergizi

Makanan yang sehat dan bergizi akan membuat tubuh lebih sehat sehingga mengurangi keluhan-keluhan yang biasa dirasakan selama hamil termasuk perubahan emosi. Buah-buahan, sayuran berwarna hijau, dan susu diperlukan oleh tubuh untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Untuk membantu mengatasi perubahan emosi, makanlah coklat yang mempunyai efek menenangkan.

4. Belajar dan melakukan relaksasi

Relaksasi atau penenangan diri sangatlah berguna untuk mengurangi masalah emosi yang terjadi selama kehamilan. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah latihan meditasi dan yoga. Latihan tersebut bisa dilakukan di kelas khusus atau dilakukan di rumah sesuai dengan keinginan.

5. Belajar dan melakukan pengelolaan stress

Mengelola stress bisa dilakukan dengan cara mengalihkan diri ke kegiatan lain yang cukup ringan dan dapat dilakukan di mana saja saat mengalami perubahan emosi. Terapi musik sangatlah baik dilakukan untuk mengelola stress. Carilah musik yang bisa menenangkan sehingga perasaan menjadi lebih baik dan stress pun hilang.

6. Membiasakan diri untuk terbuka dengan suami

Suami adalah orang terdekat yang berbagi banyak hal dengan ibu selama kehamilan. Dengan mengetahui apa yang anda rasakan, suami akan lebih mengerti dan bisa membantu menghadapi perubahan emosi ibu. Oleh karena itu, ibu harus membiasakan diri untuk lebih terbuka dengan suami dan bangunlah komunikasi yang baik. Selain dengan suami, biasakanlah untuk lebih terbuka dengan keluarga dekat lain seperti orang tua.

Jangan sampai perubahan emosi membuat depresi selama kehamilan. Mengandung adalah anugrah yang harus disyukuri dan harus dinikmati. Jika perubahan emosi yang dialami ibu sangatlah berat dan tidak bisa diatasi dengan langkah-langkah diatas, ibu sebaiknya meminta saran dari ahli. Temuilah dokter untuk berkonsultasi. Dukungan dari keluarga sangatlah penting dalam membantu ibu untuk bisa mengontrol emosi dan merasa bahagia selama kehamilan.
Continue reading

Jumat, 20 Oktober 2017

Normalkah Air Liur Berlebih Saat Hamil

Normalkah Air Liur Berlebih Saat Hamil
Normalkah Air Liur Berlebih Saat Hamil
Ketika ibu hamil mengalami morning sickness di tri semester awal kehamilannya, beberapa dari mereka, selain muntah-muntah pasti merasakan bahwa air liurnya juga banyak. Semakin banyaknya air liur terasa ketika ibu hamil lebih sering merasakan ingin meludah terus dari pada menelannya.

Keadaan ini akan terjadi seiring dengan bayi dalam rahim yang terus berkembang dan hormon tubuh pada ibu hamil yang berubah. Untuk itu, tidak pelu cemas jika mengalami hal ini, karena ini merupakan situasi yang normal pada beberapa ibu hamil.

Morning sickness yang parah adalah salah satu yang berakibat terjadinya pytlism atau sialorrhea ini. Pytalism atau sialorrhea adalah keadaan dimana produksi air liur berlebihan. Normalnya, mulut memproduksi air liur per harinya yaitu hanya mencapai satu liter saja.

Air liur tersebut juga tanpa disadari akan ditelan. Karena morning sickness yang dialami ibu hamil, maka rasa mual akan dirasa dan menelan air liur pun jarang. Jarangnya air liur ditelan menyebabkan produksi air liur tanpa disadari akan berlebih dan membuat ibu hamil sering meludah.

Penyebab lain dari berlebihnya air liur pada ibu hamil adalah adanya rasa sakit atau perih pada ulu hati yang disebut heartburn. Heartburn merupakan keadaan yang juga sering dialami oleh ibu hamil.

Gejalanya sendiri ditunjukan dengan kerongkongan yang terasa panas, kerongkongan ini salurannya sendiri tehubung langsung dengan lambung yang mengeluarkan cairan lambung yang bersifat asam sehingga terasa panas pada kerongkongan. Air liur ibu hamil berlebih ketika cairan lambung naik. Sifat asam cairan lambung ini merupakan sensor yang dapat memicu berlebihnya produksi air liur.

Selain membasahi dinding pada kerongkongan yang kemudian akan menetralisir rasa asam pada lambung. Merokok dan mengkonsumsi obat yang memang dapat menimbulkan suatu reaksi, juga merupakan salah satu penyebab dari diproduksinya air liur berlebih.

Untuk mengurangi berlebihnya air liur pada ibu hamil ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Sehingga, ibu hamil yang merasa sangat terganggu bisa mencoba melakukannya.
  1. Apabila menelan air liur membuat ibu hamil merakan mual, maka sediakanlah tisu untuk membuangnya.
  2. Kebersihan mulut merupakan salah satu kuncinya. Untuk itu, setiap harinya sangat disarankan untuk menyikat gigi sesering mungkin serta berkumur-kumur.
  3. Mengurangi air liur dapat dibantu dengan mengkonsumsi permen. Permen bisa merupakan jenis permen karet ataupun permen hisap biasa. Permen akan membantu ibu hamil agar dapat menelan air liurnya. Namun, permen yang dikonsumsi harus diperhatikan kandungan gulanya, yaitu yang rendah.
  4. Pola mengkonsumsi makanan sebagai cara mengurangi produksi air liur adalah dengan tidak makan berlebihan. Makanan dikonsumsi dianjurkan dalam jumlah kecil yaitu secukupnya namun dilakukan sesering mungkin. Salah satu zat makanan yang perlu dhindari adalah zat tepung.
  5. Meminum air mineral setiap hari sebisa mungkin harus terpenuhi dan tidak boleh sampai kekurangan. Air mineral yang memenuhi kebutuhan minimal setiap hari tidak boleh kurang dari 8 gelas.
Ibu hamil diharapkan agar tidak cemas karena kondisi ini merupakan hal yang biasa. Selain itu, berkembangnya kandungan dan bertambah usianya juga akan membuat kondisi ini kembali membaik. Seiring bertambahnya usia kandungan, ibu hamil akan meninggalkan masa-masa mual atau morning sicknessnya. Sehingga, kondisi sering meludah pun akan berkurang karena produksi air liur akan kembali normal. Namun, ketika kondisi ini masih berlanjut walaupun usia kandungan sudah meninggalkan tri semester pertama, juga jangan panik. Beberapa ibu hamil memang ada yang mengalami hal ini sampai di tri semester terakhir usia kehamilannya.
Continue reading

Selasa, 17 Oktober 2017

Pentingnya Melakukan Test Darah Saat Hamil

Kehamilan merupakan anugerah serta kebahagiaan yang tak mampu terlukiskan bagi pasangan suami istri. Kehadirannya sangat dinantikan dan bahakan tak sedikit pula yang menanti dalam jangka waktu yang sangat lama. Oleh karena itu tak heran jika seluruh perhatian tercurah kepada sang calon bayi.

Serangkaian konsultasi serta tes dilakukan sang ibu untuk mengetahui perkembangan sang janin yang saat ini dikandungnya. Ia rela meluangkan seluruh waktunya untuk sang calon bayi. Sang ibu hamil yang perhatian serta pentingnya melakukan konsultasi dengan dokter, mereka biasanya selalu melakukan tes atau pemeriksaan rutin kepada sang spesialis untuk menjaga sang buah hatinya agar tetap sehat dan tidak terjangkit penyakit apapun.

Banyak pemeriksaan penting yang harus dilakukan oleh sang ibu hamil untuk mengetahui keadaan sang calon buah hati. Hal ini dilakukan untuk menghindari virus yang ada di dalam tubuh yang nantinya sangat membahayakan keselamatan sang janin. Karena tidak menutup kemungkinan jika di dalam tubuh kita dan pasangan terdapat virus yang sangat membahayakan.

Tidak hanya sewaktu kehamilan saja, akan tetapi sebelum kehamilan pasangan suami istri juga wajib melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi beragam penyakit berbahaya yang ada di dalam tubuh pasangan tersebut. Ini dilakukan untuk menghindari risiko kematian yang nantinya mungkin akan terjadi pada sang janin dan ibu.

Dari sekian tes yang penting dilakukan saat kehamilan, ada satu tes yang sangat berpengaruh dan penting dilakukan. Tes tersebut adalah melakukan tes darah saat kehamilan. Test darah ketika hamil memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui golongan darah ibu dan rheusesnya (Rh). Hal ini bertujuan untuk dapat teridentikasi secara dini beberapa gangguan kesehatan yang nantinya mungkin timbul dari jenis darah tersebut.

Tes darah pada umumnya dilakukan ketika kehamilan berusia 10 hingga 12 minggu kemudian akan dilakukan kembali ketika kehamilan memasuki usia 28 minggu. Tidak hanya memeriksa golongan darah dan rhesusnya namun pemeriksaan kadar zat besi serta hemoglobin yang ada di dalam darah juga sangat penting.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan dari sang ibu hamil tersebut. Hal ini juga diutamakan pada ibu yang dulunya pernah mengidap penyakit anemia. Risiko penyakit anemia pada ibu hamil memiliki risiko 2 kali lipat karena pada saat hamil kebutuhan zat besi sangat dibutuhkan untuk perkembangan sang janin nantinya.

Pemeriksaan darah ketika hamil sangat penting dilakukan. Selain yang telah dijelaskan di atas, pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui jenis anti bodi yang dimiliki oleh sang ibu. Zat anti bodi tersebut bisa menjaga kesehatan sang janin dan kesehatan fisik sang ibu.

Jika terjadi penurunan zat anti bodi, nantinya bisa dilakukan suatu pencegahan. Begitu sangat pentingnya tes darah yang harus dilakukan oleh sang ibu hamil. Beragam anjuran selalu saja diteriakkan agar para ibu hamil sadar akan beragam risiko yang mungkin bisa saja terjadi kepadanya.

Suatu pencegahan sangat penting dilakukan, kita tidak bisa meremehkan suatu kemungkinan terburuk yang mungkin saja terjadi. Oleh karena itu demi keselamatan dan kebaikan bersama tak ada salahnya jika melakukan suatu hal yang nantinya akan memberikan keselamatan pada sang calon buah hati yang kehadirannya telah dinanti-nantikan. Sehingga bantuan medis memiliki peran yang sangat penting ketika ibu berada dalam masa kehamilan dan setelah persalinan berlangsung.
Continue reading

Sabtu, 14 Oktober 2017

5 Manfaat Air Selama Kehamilan

5 Manfaat Air Selama Kehamilan
5 Manfaat Air Selama Kehamilan
Banyak pasangan yang sudah menikah mempertanyakan tentang rencana kehamilan. Mengapa hal tersebut diperlukan? Apakah Anda juga memiliki pertanyaan yang sama? Menjadi hamil dan memiliki momongan merupakan impian bagi setiap pasangan.

Akan tetapi, diperlukan persiapan yang menyeluruh untuk menyambut kehadiran buah hati. Tidak hanya mental dan fisik saja, namun juga finansial. Selain itu, ibu hamil juga harus sangat memperhatikan kehamilannya dengan melakukan perawatan agar ibu dan bayi selalu sehat.

Perawatan kehamilan merupakan salah satu hal yang harus dilakukan oleh ibu hamil selama mengandung. Ada banyak metodenya, baik yang dilakukan secara medis dengan biaya yang tidak sedikit, maupun jenis perawatan lain yang tidak memerlukan dana.

Beberapa contoh cara menjaga dan merawat kehamilan yang murah meriah adalah jalan santai, senam kehamilan dan menggunakan air atau berenang.

Mengapa air? Air merupakan kekayaan alam yang bisa diperoleh dengan mudah dan murah, bahkan gratis. Selain itu, bagi ibu hamil, ternyata air memiliki banyak manfaat, di antaranya:
  • Membantu ibu hamil merasa rileks. Latihan relaksasi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi rasa cemas dan stres. Saat mengandung, ibu hamil rentan mengalami hal-hal tersebut. Sehingga, sangat penting untuk ia melakukan relaksasi. Cara termudah yang bisa diupayakan adalah dengan berendam di air.

    Para kehamilan dengan resiko kecil, Anda bisa berenang yang tentunya sudah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Latihan renang tidak hanya membantu Anda merasa rileks namun juga mengatasi berat badan selama mengandung karena air dapat membantu Anda bergerak dengan lebih bebas.
     
  • Membantu memposisikan janin pada posisi optimal. Gaya dada merupakan gaya terbaik yang bisa dilakukan saat berenang, dimana dapat membantu membuat janin berada di posisi optimal. Posisi ini sangat baik untuknya berkembang. Gerakan kaki katak juga bermanfaat untuk mendorok panggul agar membuka sehingga bayi mendapatkan posisi terbaik karena ada lebih banyak ruangan.
     
  • Melakukan olahraga di dalam air juga merupakan latihan kehamilan yang menyenangkan dan menenangkan. Itu karena olahraga ini melatih sistem kardio-vaskular tanpa menimbulkan tekanan pada sendi. Aerobik dalam air tidak hanya baik untuk kebugaran dan memberikan kenyamanan pada otot, tetapi juga bermanfaat untuk persiapan pesalinan.
     
  • Bentuk tubuh yang tidak lagi ideal adalah keluhan umum yang dimiliki ibu hamil. Hal ini sangat wajar. Apabila Anda merasa kurang percaya diri dengan bentuk tubuh yang semakin lama semakin besar dan membuat Anda merasa berat, berada di dalam air bisa sangat membantu karena tubuh Anda akan terasa lebih ringan dan dapat bergerak bebas selama melakukan latihan. Air juga memberikan kurva dan berat badan yang lebih sehingga akan membantu pertumbuhan bayi di dalam kandungan.
     
  • Apakah Anda ingin melahirkan bayi Anda nanti dengan metode waterbirth? Di banding cara yang biasa, proser pesalinan di dalam air menjadi pilihan favorit bagi banyak ibu hamil. Namun, sebelum saat itu datang, ada baiknya Anda mulai dengan berlatih sendiri untuk menemukan posisi yang paling nyaman dan mendukung persalinan.
Anda bisa melakukannya di kolam renang dengan latihan relaksasi dan pernafasan untuk mendapatkan pikiran yang tenang saat berada di dalam air.

Selain melakukan beberapa latihan dasar selama mengandung di dalam air, ibu hamil juga tidak boleh lupa untuk mengkonsumsi air 8 gelas perhari.

Hal itu untuk mencegah infeksi saluran kemih, memfasilitasi aliran nutrisi melalui darah ke bayi, menjaga kestabilan pada tubuh, mengisi cairan ketuban yang hilang dan mencegah timbulnya penyakit-penyakit seperti hipertensi dan kardiovaskular serta mengurangi masalah pencernaan seperti sembelit dan wasir. Minum air secara teratur setelah bangun tidur juga membantu mengurangi keluhan morning sickness.
Continue reading

Rabu, 11 Oktober 2017

Tips untuk Menghindari Kelelahan Menjelang Persalinan

Tips untuk Menghindari Kelelahan Menjelang Persalinan
Tips untuk Menghindari Kelelahan Menjelang Persalinan
Menjelang persalinan, banyak sekali yang harus dipersiapkan oleh ibu hamil. Mulai dari segi mental maupun fisik. Usia kehamilan ketika memasuki tri semester akhir ini merupakan usia dimana ibu hamil benar-benar sering dirundung kecemasan karena rasa khawatir dan bahagia semuanya menjadi satu. Secara fisik, di usia ini bentuk badan ibu hamil juga semakin membesar begitu juga dengan bobot bayinya. Tidak jarang ibu hamil mengalami kelelahan.

Walaupun jenis kelelahan ini termasuk gejala normal, namun ada baiknya jika kelelahan ini dikurangi agar tidak terjadi kelelahan berlebih. Menjelang persalinan, fisik ibu harus dipersiapkan agar tidak lelah dan secara mental juga ibu hamil rileks. Berikut beberapa tipsnya.
  1. Cukupi kebutuhan makanan yang dapat menghindarkan ibu hamil dari kelelahannya. Hindari makanan yang memiliki kandungan gula tinggi, apalagi jika itu termasuk ke dalam gula buatan. Pilihlah makanan mengandung gula yang kandungan gulanya alami.

    Makanan dengan kandungan gula alami ini biasanya terdapat pada buah-buahan yang segar serta mengandung kadar air yang banyak. Manfaatnya untuk tubuh ibu hamil adalah tubuhnya tetap bugar dan segar. Ada juga makanan penghilang rasa lelah lain untuk ibu hamil yaitu kentang yang dikukus.
     
  2. Memperhatikan jam istirahat khususnya ketika malam merupakan salah satu cara dalam menjaga kebugaran tubuh ibu hamil. Tidak baik ketika jika ibu hamil bekerja hingga larut malam dan istirahat di atas jam 10 malam. Untuk itu, menghindari pekerjaan hingga larut malam selama masa kehamilan khususnya di tri semester akhir usia kehamilan diharuskan. Memasuki pukul 10 malam, merupakan jam maksimal ibu hamil untuk segera beristirahat tidur.
     
  3. Selain istirahat malam hari, istirahat di siang hari pun diperlukan. Bagi yang masih bekerja saat hamil, ketika memasuki usia tri semester akhir atau bulan terakhir khususnya, pasti mendapatkan cuti hamil atau melahirkan. Manfaatkan masa cuti ini dengan istirahat cukup di siang hari. Bukan hanya dengan tidur siang saja namun juga untuk rileksasi.

    Caranya sendiri mudah, ibu hamil tidak perlu memaksakan diri untuk tidur siang jika tidak mengantuk. Cukup berbaring dan pejamkan mata saja sampai kira-kira 20 menit dengan pikiran dibuat tenang dan nyaman.
     
  4. Lakukan latihan yang dikhususkan bagi ibu hamil. Latihan tersebut di antaranya senam hamil dan beberapa latihan lainnya seperti berjalan dan berenang yang dapat membantu mengatasi kelelahan. Namun, selain jenis olahraga tersebut, yoga dan pilates juga menjadi olahraga yang disarankan. Olahraga ini mempunyai fungsi selain mengatasi kelelahan pada ibu hamil, juga dapat menstabilkan kondisi kesehatan ibu hamil. Mulai dari menstabikan emosi serta keseimbangan tubuhnya, juga dapat menambah energi.
     
  5. Kurangi rasa ketakutan yang menghantui tentang proses persalinan. Karena, kelelahan bukan hanya terjadi pada fisik ibu hamil menjelang waktu persalinannya, melainkan secara psikologis atau emosional ibu hamil juga sering merasa kelelahan. Biasanya kelelahan secara emosional ini karena ibu hamil diselimuti ketakutan akan proses persalinan.

    Selain dengan selalu berpikir positif akan proses persalinan tersebut, dukungan dari keluarga khususnya suami adalah yang dapat menenangkan ibu hamil dalam kondisi seperti ini. Sehingga, teratasinya kelelahan fisik berlebih pada ibu hamil ini, didukung juga oleh tenang dan nyamannya psikologinya untuk mendukung lancarnya proses persalinan.
     
  6. Cairan tubuh saat hamil, apalagi ketika usia kehamilan sudah dekat dengan waktu kelahiran harus selalu terpenuhi kebutuhannya. Kebutuhan cairan tubuh pada ibu hamil ini dua kali lipat lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang tidak hamil, termasuk di dalamnya kebutuhan vitamin dan mineralnya. Selain untuk memenuhi kebutuhan bayi yang sedang berkembang, cairan tubuh serta vitamin dan mineral ini bertujuan agar ibu hamil tidak mengalami dehidrasi dengan tubuh tetap bugar dan fresh serta pencernaannya lancar.
Continue reading

Minggu, 08 Oktober 2017

Senam Perut Pasca Persalinan

Ketika sang buah hati yang kehadirannya sangat dinantikan berhasil menghirup udara segar di dunia, kebahagiaan serta rasa syukur yang terlukis dari pasangan suami istri tak bisa diungkapkan dengan kata. Semua anugerah tersebut menjadi semangat tersendiri bagi mereka. kehadirannya menambah ramainya serta suasana yang cerah dalam rumah tangga mereka.

Bagi sang ibu, dia telah berhasil melewati tantangan yang sangat mempertaruhkan nyawanya demi memperjuangkan sang buah hatinya untuk lahir ke dunia. Kasih sayangnya ia curahkan segalanya untuk sang buah hatinya.

Dia rela melakukan apapun demi kesehatan dan masa depan sang buah hatinya nanti. Pada umumnya, sang ibu setelah melakukan persalinan memiliki bentuk fisik yang sangat tidak jelas. Fisik yang demikian membuat sang ibu berusaha semaksimal mungkin untuk menormalkan kembali fisik yang ia miliki.

Tidak sedikit pula yag merasa kurang percaya diri dengan penampilan barunya setelah pernikahan. Ia juga ingin terlihat lebih baik di mata sang suami agar keharmonisan di antara mereka tetap terjaga. Hal yang demikian tentunya dialami oleh ibu yang seusai melakukan persalinan.

Memimpikan kembali bentuk perut yang ramping serta kencang seperti semula adalah keinginan setiap wanita setelah melakukan persalinan. Semua itu mungkin saja ia miliki kembali dengan usaha keras yang harus mereka lakukan.

Banyak solusi yang ditawarkan untuk mendapatkan bentuk perut yang demikian. Dari beragam sumber mengatakan bahkan latihan squat mampu membantu para wanita yang seusai persalinan memiliki bentuk perut yang demikian.

Latihan squat ialah salah satu olahraga yang sangat efektif. Latihan ini sangat mudah selain mudah dilakukan dan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Squat banyak diminati oleh para kaum hawa dikarenakan simple dan bisa dilakukan di rumah dan mampu menurunkan berat badan.

Gerakan dari latihan squat ini bisa didapatkan contohnya di media internet. Di sana banyak sekali video yang bisa kita dapatkan dan nantinya mampu kita praktekkan sendiri secara teratur. Bagi ibu-ibu yang kreatif, ia segera melakukan browsing mengenai beragam informasi mengenai latihan squat tersebut.

Latihan ini tentunya tidak memakan banyak waktu. Justru dengan latihan ini kita tak perlu bersusah-susah melakukan dirt yang berat.

Berikut beberapa gerakan mudah yang bisa anda praktekan sendiri dirumah untuk mendapatkan perut kencang :
  1. Sit Up: Gerakan ini sangat mudah Anda hanya tinggal berbaring lalu tekuklah kedua lutut anda. lalu letakkan kedua tangan anda dibagian belakang kepala. Setelah itu mulailah menarik kepala anda ke arah depan dengan perlahan. Jangan langsung kembali ke posisi semula, tahan beberapa detik lalu kembalikan ke posisi awal. gerakan ini bisa anda ulangi sebanyak 4 sampai 7 kali.
  2. Memutar 1 kaki: Untuk melakukan gerakan ini anda harus berbaring, lalu letakkan tangan di samping badan, setelah itu telapak tangan harus menghadap ke tanah. Jika sudah, maka Tarik badan anda kearah pusar dan arah belakang tulang.
  3. Ketukan jemari: Posisikan tubuh anda berbaring di atas lantai atau Kasur. Lalu letakkan kedua kaki pada meaja. Tekuklah lutut sampai membentuk sudut siku 90 derajat. Lalu letakkan kedua tangan anda di lantai. Jika sudah, maka tariklah perut perlahan-lahan dan buang nafas dengan teratur.
  4. Push Up satu kaki: Posisikan tubuh anda seperti push up pada umumnya. Lalu rapatkan kaki dan taruh lengan di bawah bahu. Tarik perut anda perlahan-lahan dengan gerakan menaikkan bokong. Pada posisi ini usahakan sejajar dengan punggung. Lalu seimbangkan tubuh anda, setelah itu turunkan kembali pada posisi awal. Lakukan gerakan ini 5 sampai 6 set.
  5. Sit Up Rotasi: Posisikan tubuh anda seperti sit up pada umumnya. Lalu, Tarik tubuh anda secara perlahan, pada saat menarik ini arahkan tubuh ke samping kiri dan kanan. Lakukan secara bergantian kiri dulu lalu kanan, begitu seterusnya.
Gerakan dari latihan ini bisa didapatkan contohnya di media internet. Di sana banyak sekali video yang bisa kita dapatkan dan nantinya mampu kita praktekkan sendiri secara teratur. Bagi ibu-ibu yang kreatif, ia segera melakukan browsing mengenai beragam informasi mengenai latihan squat tersebut.

Latihan ini tentunya tidak memakan banyak waktu. Justru dengan latihan ini kita tak perlu bersusah-susah melakukan dirt yang berat.
Continue reading

Kamis, 05 Oktober 2017

Tips Persiapan Mental Menjelang Persalinan

Tips Persiapan Mental Menjelang Persalinan
Tips Persiapan Mental Menjelang Persalinan
Wanita mana yang tidak bahagia ketika dirinya dinyatakan hamil. Itu tandanya, kesempurnaan wanita dimana kodratnya sebagai seorang ibu akan segera terjadi dalam hidupnya. Menjaga kesehatan dirinya dan bayi dalam kandungannya merupakan salah satu upaya yang ibu hamil lakukan untuk mensyukuri kehamilannya.

Membuat bayi nyaman dalam kandungan pun tidak jarang dilakukan oleh ibu hamil bahkan suami untuk selalu berkomunikasi lewat ajakan bicara maupun elusan pada perut sang ibu.

Kehamilan pertama merupakan anugerah bagi para wanita serta hal membahagiakan dalam hidup begitu juga menjalaninya. Namun, ketika usia kehamilan semakin bertambah dan masa melahirkan segera datang, kebahagian itu akhirnya bercampur dengan rasa lain berupa was-was, cemas, dan khawatir.

Bukan tidak mungkin rasa cemas berlebih ini akhirnya mempengaruhi mental ibu hamil. Padahal selain fisik, mental merupakan hal yang penting yang harus disiapkan oleh ibu hamil menjelang kelahiran bayinya.

Rata-rata kecemasan ini datang karena ketakutan akan proses melahirkan dan takut akan rasa sakitnya. Belum lagi pikiran jika ibu hamil ini tidak bisa melahirkan secara normal. Untuk menyiapkan mental ini, ibu hamil sebisa mungkin harus melakukan beberapa kegiatan yang dapat menenangkan pikirannya serta mempersiapkan tubuhnya untuk proses kelahiran nanti.

Senam hamil merupakan salah stau olahraga untuk membantu ibu hamil mempersiapkan mental dan fisiknya. Beberapa gerakan dalam senam hamil diperuntukan bagi otot-otot yang dapat membantu kelancaran proses kelahiran, sehingga ini membantu proses menyiapkan fisik ibu hamil ini. Selain itu, latihan mengatur pernafasan pun diberikan dalam senam hamil ini.

Mengenai kesiapan mentalnya, melalui senam hamil ibu hamil juga akan diberikan gerakan yang membawanya lebih rileks, tenang, dan nyaman. Sehingga kondisi emosionalnya akan lebih stabil.

Senam hamil baik dilakukan ketika usia kandungan memasuki usia tri semester akhir. Di usia ini, biasanya ibu hamil dengan bobot tubuhnya yang semakin berat akan lebih banyak mendapatkan rasa pegal dan lelah. Sehingga, dengan senam hamil dan beberapa gerakan latihannya dapat mengurangi rasa pegal dan lelah ini. Namun, di samping melakukan olahraga senam hamil ini, ibu hamil tetap harus memperhatikan asupan gizinya agar bayi dan ibu tetap sehat hingga waktu proses kelahiran datang.

Berikut ini bisa dipelajari cara-cara agar ibu hamil dapat mempersiapkan mentalnya di waktu persalinannya yang semakin mendekat.
  1. Pemikiran positif yang paling menguatkan mental sang ibu adalah dengan membayangkan malaikat kecil dalam rahimnya tersebut. Jauhkan pikiran akan rasa takut tersebut dengan membayangkan bahwa bayi yang hidup dalam rahim selama sembilan bulan tersebut akhirnya akan bisa ibu lihat wajahnya. Bayi tersebut akan membawa kebahagian bagi seluruh keluarga sehingga ibu ingin cepat melahirkannya ke dunia. Pemikiran positif akan bayi inilah yang akhirnya akan meluluhkan rasa takut itu secara perlahan.
  2. Latihlah kesiapan mental. Beberapa masalah kesiapan mental jelang kelahiran yang harus dihadapi khususnya oleh ibu hamil yang baru mendapatkan kehamilan pertamanya adalah rasa takut dan malu. Para ibu dengan kehamilan pertamanya ini biasanya banyak berpikir tentang ketakutan karena melahirkan merupakan pertaruhan nyawa, rasa sakit yang pasti tidak akan ada yang menandingi. Apalagi, kelahiran bayi juga merupakan rahasia dimana bisa saja bayi terlahir tidak sempurna, sehingga ketakutan semakin melanda para ibu hamil ini. Belum lagi rasa malu yang menyertai karena akan berhadapan dengan tenaga medis.
  3. Singkirkan rasa takut dengan mulai melatih mental. Rasa ketakutan ini wajar dan wajar pula untuk dikatakan oleh ibu hamil pada suaminya. Sehingga tugas suami adalah memberi dukungan serta pemikiran-pemikiran positif yang dapat menenangkan sang istri. Apabila diperlukan, maka ikutilah kelas khusus yaitu antenatal untuk mempersiapkan mental ibu hamil jelang melahirkan.
Continue reading

Senin, 02 Oktober 2017

Mammesia, Jadi Sering Lupa saat Hamil

Mammesia, Jadi Sering Lupa saat Hamil
Mammesia, Jadi Sering Lupa saat Hamil
Pernah mendengar istilah amnesia? Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mengalami hilang ingatan. Tahukah Anda bahwa saat hamil, Anda juga bisa mengalami hal yang serupa? Tidak perlu khawatir.

Kondisi tersebut masih terbilang normal dan biasa dialami oleh ibu hamil. Anda akan mengalami kesulitan konsentrasi dan menjadi pelupa. Gejala ini di sebut mammesia, mommy brain atau pregnancy brain.

Mammesia adalah gabungan dua kata, yaitu mama dan amnesia yang di artikan sebagai gejala umum yang di alami ibu hamil dan di sebabkan oleh perubahan hormon serta penyusutan sel-sel otak ke ukuran terapat saat kehamilan memasuki usia trimester akhir.

Kondisi ini akan berangsur-angsur memulih setelah melahirkan. Ukuran sel-sel otak membesar pada 2 minggu paska persalinan dan akan kembali normal beberapa kemudian. Namun, kadang ada ibu yang baru pulih dari gangguan mammesia setelah bayinya menginjak usia 2 tahun atau bahkan lebih lama.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter tentang hal ini, apalagi kalau ingin mengkonsumsi suplemen tertentu dengan tujuan membantu meningkatkan daya ingat. Tetapi biasanya dokter tidak menyarankan hal tersebut. Sebagai alternatif, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gejala pregnancy brain:
  1. Simpan barang-barang yang penting di satu tempat, contohnya dompet, kunci dan handphone.
  2. Fokuskan pikiran ke hal-hal yang penting. Anda perlu membuat prioritas. Apabila ada banyak tugas yang harus dilakukan, bagilah dengan orang lain.
  3. Lakukan pencatatan secara rutin atau menyiapkan buku catatan dan simpan di tempat yang paling mudah diingat. Gunakan buku tersebut untuk mencatat hal-hal penting seperti janji bertemu seseorang, nomor telepon penting, jadwal mengkonsumsi vitamin serta pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter pada saat kunjungan periksa berikutnya.
  4. Saat berusaha untuk mengingat sesuatu, ada baiknya tenangkan pikiran terlebih dahulu. Cobalah pelan-pelan membayangkan kejadiannya. Misalnya saat Anda lupa nomor telepon suami, bayangkan Anda sedang menekan nomor tersebut.
  5. Mungkin Anda berpikir bahwa suplemen otak bisa membantu. Akan tetapi, selama mengandung sebaiknya Anda tidak mengkonsumsinya. Anda harus berkonsultasi dulu dengan dokter.
  6. Istirahat yang cukup merupakan hal wajib bagi ibu hamil. Perbanyaklah jadwal tidur Anda. Mungkin Anda kesulitan untuk melakukannya, akan tetapi harus diusahakan.
Gejala mammesia memang cukup mengganggu, apalagi kalau orang-orang di sekitar Anda kurang memahami keadaan tersebut. Misalnya saja Anda sering lupa dimana menaruh kunci dan dompet, padahal baru saja menggunakannya beberapa menit sebelumnya.

Kemungkinan yang lain adalah Anda lupa telah membuat janji untuk bertemu seseorang, lupa arah jalan pulang, bahkan tidak ingat juga nama suami, anggota keluarga yang lain atau nama Anda sendiri. Kondisi ini sendiri biasanya terjadi pada usia kehamilan trimester kedua serta ketiga.

Keadaan mental ibu hamil mengalami gangguan dengan ditandai kesulitan mengingat dan berpikir logis. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk selalu memiliki buku catatan sendiri dan mencatat hal-hal yang menurut Anda penting.

Tempatkan di tempat yang mudah diingat, sehingga Anda tidak akan kesulitan untuk menemukannya. Selain itu, pastikan orang di sekitar, terutama suami dan keluarga dekat serta teman, mengetahui tentang kondisi mammesia.

Dengan begitu, akan selalu ada seseorang yang bisa mengingatkan Anda saat Anda melupakan sesuatu. Apabila bepergian, sebaiknya Anda mengajak teman. Ini untuk menghindari situasi dimana Anda tiba-tiba lupa jalan pulang ke rumah.
Continue reading

Jumat, 29 September 2017

Tips Mencegah Datangnya Penyakit Di Musim Hujan Pada Ibu Hamil

Tips Mencegah Datangnya Penyakit Di Musim Hujan Pada Ibu Hamil
Tips Mencegah Datangnya Penyakit Di Musim Hujan Pada Ibu Hamil
Saat ini cuaca memang tidak pernah bisa ditebak setiap harinya bahkan setiap musimnya. Memasuk musim hujan pun setiap harinya akan disajikan cuaca yang berubah-ubah. Hari ini bisa jadi hujan dan besok bisa sangat panas, bisa juga jika pagi-pagi sudah hujan siangnya akan berhenti namun kembali hujan semakin deras.

Cuaca seperti inilah yang akhirnya akan menyerang tubuh untuk menurunkan daya tahannya. Jika pada orang biasa hal ini berakibat buruk kesehatan, sudah tentu bagi ibu hamil ini juga akan berpengaruh pada kesehatan ibu dan bayinya. Menurunnya daya tahan tubuh pada ibu hamil berpengaruh pada tumbuh kembang bayi.

Untuk itulah, sebisa mungkin hal ini perlu dicegah dengan cara yang tepat. Jenis penyakit yang dapat menyerang di musim hujan biasanya flu, infeksi dada, bronchiolitis, ataupun mual-mual dan muntah-muntah.

Flu atau pilek merupakan penyakit yang mudah menyerang pada ibu hamil di musim hujan. Ibu hamil mengalami kedinginan, pusing, nafsu makannya menurun, sampai batuk. Penyebab dari penyakit ini adalah terinfeksinya lapisan lunak pada hidung oleh virus penyakit tersebut.

Ketika ibu hamil mengalami penurunan kesehatannya tersebut, ibu hamil akan mengalami mual dan muntah, nyeri pada otot, serta kram pada bagian perut. Ibu hamil pun akan merasakan badannya lesu karena akan kehilangan banyak cairan.

Bronchiolitis dan infeksi pada dada merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai oleh ibu hamil. Penyakit ini akan menyerang saluran pernafasan ibu hamil dan akhirnya mengalami kesulitan bernafas dengan dada yang nyeri serta sesak.

Berikut, beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai pencegahan penyakit agar tidak menyerang ibu hamil khususnya di musim hujan seperti sekarang ini.

1. Tangan merupakan bagian tubuh yang harus selalu dijaga kebersihan dan kesehatannya. Hindari mencuci tangan dengan menggunakan air hujan. Tangan harus dicuci dengan air bersih dan juga sabun.

Bukan hanya menjelang atau sesudah makan saja, mencuci tangan sesering mungkin dilakukan setelah melakukan aktivitas lain seperti sesudah buang air, memegang kucing atau hewan peliharaan lainnya. Perlu diketahui, dalam air hujan terdapat kuman dan bakteri yang bisa menyebar khususnya pembawa penyakit diare.

2. Payung harus selalu disediakan ketika akan bepergian. Simpanlah selalu payung lipat di dalam tas. Membawa payung akan mengatasi masalah kehujanan saat bepergian sehingga tubuh terlindungi. Air hujan yang mengenai tubuh memiliki kandungan berbagai macam partikel dari polusi yang dapat menurunkan daya tahan tubuh.

3. Waktu untuk beristirahat harus cukup. Bukan hanya pada malam hari, di saat musim penghujan datang waktu istirahat yang dibutuhkan pun lebih banyak. Siang hari merupakan waktu dimana aktivitas dilakukan.

Sediakanlah waktu walaupun hanya 20 aau pun 30 menit untuk mengistirahatkan tubuh sejenak dari aktivitas. Jangan sampai terjadi kelelahan dan kesehatan akhirnya menurun. Beristirahat walaupun sejenak akan mengembalikan kebugaran badan dan merilekskannya kembali.

4. Hangatkan tenggorokan ibu hamil dengan lemon hangat yang dicampur madu. Minuman hangat ini akan menghindarkan ibu hamil dari serangan flu yang bisa membuat ibu hamil pusing dan lesu. Meminum minuman ini pun akan membuat tenggorokan menjadi hangat.
Continue reading

Selasa, 26 September 2017

Mengapa Ukuran Perut Ibu Kecil Meski Usia Kandungan Sudah Tua?

Sesuatu yang tidak terlihat normal saat mengandung tentunya membawa kekhawatiran jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada janin. Begitu pula dengan ukuran perut yang terlihat kecil saat usia kandungan sudah tua bahkan sudah memasuki trimester ketiga. Memang pada dasarnya ibu hamil memiliki ukuran perut yang berbeda-beda walaupun usia kehamilan ibu sama.

Tetapi, kandungan yang secara kasat mata terlihat lebih kecil dibandingkan kehamilan normal pada trimester ketiga memang sesuatu yang harus mendapatkan perhatian lebih. Kondisi seperti ini biasa disebut dengan “small for dates”.

Beberapa kasus memang tidak menghawatirkan, terlebih lagi pada ibu yang mengandung diluar usia ideal mengandung yaitu ibu terlalu muda atau terlalu tua. Kehamilan pada usia tersebut memang memiliki resiko tinggi ukuran perut yang kecil. Namun, kondisi kandungan kecil harus mendapat perhatian, terlebih jika gerakan janin melambat. Ditakutkan keadaan ini disebabkan oleh gangguan perkembangan janin.

Agar ibu lebih paham dan dapat berjaga-jaga, berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya keadaan perut kecil pada kehamilan tua dan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keselamatan:

1. Usia ibu yang tidak ideal untuk mengandung


Saat ibu mengandung pada usia muda dibawah 18 tahun atau pada usia tua diatas 35 tahun, resiko kandungan kecil sangatlah tinggi yaitu dua kali lebih tinggi dari ibu yang mengandung pada usia ideal. Hal ini bisa saja merupakan kondisi normal yang tidak perlu dikhawatirkan, tetapi ibu tetap harus berhati-hati dan melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan jika kandungan terlihat begitu kecil saat memasuki usia kandungan 31 minggu. Ibu harus berhati-hati karena ada kemungkinan terjadi masalah peredaran darah pada kandungan pada ibu.

2. Gangguan plasenta

Saat mengandung, gangguan plasenta bisa terjadi pada ibu.Plasenta yang menjadi penghubung antara ibu dengan janin bisa mengalami masalah yang berkaitan dengan kesehatan ibu.Tekanan darah yang tidak normal dan adanya penyakit pada hati menjadi beberapa contohnya.Gejala yang terjadi adalah ibu merasakan rasa sakit yang begitu hebat sehingga tidak kuat menahannya.

3. Gangguan genetik

Faktor genetik atau keturunan adalah hal yang sangat mempengaruhi perkembangan kandungan dan janin. Perut yang terlihat kecil saat mengandung bisa disebabkan oleh perkembangan janin yang terganggu sampai usia kandungan yang cukup tua. Selain faktor genetik turunan yang tidak bisa diubah, masalah genetik bisa juga terjadi akibat terjadinya infeksi pada tubuh ibu sehingga harus dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut oleh dokter kandungan.

4. Kebiasaan buruk saat mengandung

Gaya hidup ibu yang tidak sehat selama mengandung bisa mengganggu perkembangan kehamilan. Dalam hal ukuran perut yang tetap kecil sampai kehamilan mencapai usia tua, kebiasaan buruk yang menyebabkannya adalah merokok dan minum minuman beralkohol.

Beberapa gangguan kehamilan mungkin tidak bisa dicegah tetapi ada beberapa cara untuk menurunkan resiko kecilnya perut pada usia kandungan tua. Cara tersebut adalah menjaga kehamilan dan melakukan gaya hidup sehat.

Pastikan asupan nutrisi mencukupi, beristirahat yang cukup, dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.Selanjutnya, hindari makanan dan minuman yang tidak sehat seperti makanan cepat saji, minuman beralkohol, dan minuman bersoda.
Continue reading

Minggu, 24 September 2017

Menjaga Kesehatan Ibu Hamil yang Menderita Asma

Menjaga Kesehatan Ibu Hamil yang Menderita Asma
Menjaga Kesehatan Ibu Hamil yang Menderita Asma
Bagi ibu yang menderita asma harus memperhatikan kondisi kesehatannya. Asma yang terjadi selama kehamilan bisa menimbulkan resiko kesehatan untuk bayi maupun si ibu. Seorang ibu hamil hamil yang menderita asma harus mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatannya dan kesehatan bayinya.

Salah satu hal yang harus diketahui adalah untuk meminimalisir kemungkinan asma kambuh dimasa kehamilan. Dalam mengatasi asma ketika kambuh ibu hamil harus memilih obat yang aman terutama tidak berbahaya untuk kesehatan bayi didalam kandungannya.

Asma merupakan gangguan kesehatan dimana seseorang mengalami kesulitan dalam bernafas karena terjadi gangguan pada paru – paru. Ketika seorang ibu hamil mengalami asma akan berdampak buruk terhadap kesehatan bayi didalam kandungannya.

Beberapa gangguan asam yang kemungkinan terjadi kemudian tidak mendapatkan perlakuan secara tepat dan serius akan terjadi gangguan berikut ini, oksigen untuk bayi , pendarahan melalui vagina, morning sickness, tekanan darah tinggi kesulitan dalam proses persalinan, menghambat perkembangan bayi didalam kandungan, bahkan bisa mengalami kelahiran prematur yang nantinya juga mempengaruhi berat badan sang bayi setelah lahir.

Apabila seorang ibu hamil melakukan pengobatan secara efektif selama kehamilan kemungkinan besar mampu mengurangi resiko komplikasi gangguan kesehatan akibat penyakit asma yang diderita sang ibu. Dalam melakukan pengobatan ibu hamil selalu mengonsumsi obat – obatan.

Dengan demikian pilihlah obat yang aman sehingga tidak mempengaruhi kesehatan pada masa pertumbuhan bayi didalam kandungan. Karena obat – obatan yang tidak aman sangat dikhawatirkan. Kekhawatiran itu disebabkan adanya glukokortikoid sistimik didalam obat akan berdampak buruk terhadap bayi.

Perlu diketahui jika glukokortikoid sistimik ini menyebabkan masalah kesehatan pada bayi yaitu kelenjar adrenal bayi tidak mampu menghasilkan hormon tertentu secara cukup setelah lahir. Sehingga sangat dianjurkan untuk ibu hamil yang menderita asma supaya mengonsumsi obat secara aman sesuai dengan resep dokter.

Penanganan penyakit asma secara tepat sangat dibutuhkan karena untuk mengurangi resiko janin yang didalam kandungan kekurangan pasokan oksigen. Bagi ibu hamil yang menderita asma harus menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat meliputi pola makan dan penerapan lingkungan bersih. Hindari asap rokok serta polusi yang nantinya bisa membuat asma kambuh.

Selain itu tidak perlu melakukan suatu pekerjaan yang berat sehingga menguras tenaga dan akhirnya asma bisa kambuh. Kemudian hindari juga konsumsi makanan dalam bentuk instant karena juga bisa menyebabkan asma kambuh.

Menerapkan pola hidup sehat sangat disarankan untuk ibu hamil yang menderita asma. Beberapa pola hidup sehat yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut:

1. Hindari Asap Rokok

Asap rokok memang menjadi faktor utama untuk dalam menyebabkan gangguan asma selama hamil. Selain asap rokok hindari juga paparan debu, serbuk sari, dan bulu binatang.

2. Konsultasi Ke Dokter Spesialis.

Dengan melakukan kunjungan ke dokter spesialis asma yang diderita oleh ibu hamil akan ditangani secara tepat ketika kambuh sewaktu – waktu.

3. Konsumsi Obat Aman.

Mengonsumsi obat secara aman sesuai dengan anjuran dokter baik aturan maupun jenis obatnya. Hal ini untuk menghindari terjadinya gangguan kesehatan pada janin yang sedang berkembang didalam kandungan.

4. Konsumsi Buah Apel.

Membiasakan untuk mengonsumsi buah apel mampu meringankan penyakit asma diwaktu hamil. Kandungan flavonoid didalam buah apel mampu menjaga kesehatan paru–paru sehingga mencegah terjadinya kambuh lagi.

Dengan menerapkan pola hidup yang sehat diwaktu hamil mampu membantu penderita asma pada proses persalinannya. Selain itu dengan pola hidup sehat tersebut gangguan pada janin tidak mudah terjadi sehingga bayi bisa lahir dengan normal.
Continue reading

Jumat, 22 September 2017

Perbedaan Kehamilan Pertama dengan Kehamilan Kedua?

Perbedaan Kehamilan Pertama dengan Kehamilan Kedua?
Perbedaan Kehamilan Pertama dengan Kehamilan Kedua?
Apakah Anda sedang menantikan atau merencanakan kehamilan yang kedua? Setelah memiliki anak pertama, memang banyak wanita yang ingin segera mendapatkan momongan lagi. Alasannya pun beragam. Salah satunya adalah agar jarak antara si kakak dan adik nanti tidak terlalu jauh.

Meskipun terbilang wajar, jarak kehamilan memang harus diatur, minimal 2 tahun. Hal ini untuk menghindari kemungkinan belum siapnya rahim untuk diisi janin baru. Begitupun dengan kesiapan mental si ibu sendiri. Kehamilan pertama yang dijadikan acuan dan membuat seorang ibu berpikir bahwa kehamilan keduanya nanti akan terasa lebih mengasyikkan atau mungkin sebaliknya.

Kehamilan pertama dan kedua bisa dirasakan berbeda oleh seorang ibu hamil. Untuk kehamilan kedua tersebut, tentu terasa lebih mengasyikkan karena ia sudah mendapatkan pengalaman dari kehamilan sebelumnya.

Walaupun begitu, masih ada ibu-ibu yang merasa khawatir seperti tentang kemungkinan berat badan yang semakin meningkat, usia yang semakin bertambah dan juga kondisi-kondisi kesehatan lainnya yang mulai terganggu atau perubahan hormon yang berbeda. 

Berikut adalah beberapa perbedaan yang biasa dirasakan ibu hamil saat mengandung anak kedua:
  1. Fisik terasa lebih cepat mengalami perubahan. Ada banyak faktor yang menentukan kondisi kehamilan kedua dan seterusnya. Salah satunya adalah usia. Itulah mengapa banyak ibu hamil yang mengeluhkan kondisi tubuhnya saat mengandung anak kedua. Selain itu, resiko varises juga semakin tinggi dan kenaikan berat badan menjadi lebih besar. Kemudian, ibu hamil juga lebih sering mengalami sakit pinggang.
  2. Masa kehamilan terasa lebih singkat. Lamanya mengandung anak kedua bisa dirasakan lebih cepat oleh si ibu. Biasanya ini dikarenakan waktu dan perhatiannya yang juga harus dicurahkan kepada anak pertama, sehingga keluhan-keluhan yang muncul di kehamilan kedua tidak terlalu dirasakan.

    Itulah mengapa menjaga jarak kehamilan yang ideal sangat disarankan dengan mengikuti program kehamilan. Selain itu, diperlukan kerjasama yang baik dengan orang-orang di sekitar terutama suami, untuk saling membagi tugas agar ibu juga bisa tetap memperhatikan anak kedua yang mash di dalam kandungan.
     
  3. Aktivitas janin di dalam kandungan juga muncul lebih awal. Biasanya pada kehamilan pertama, janin mulai memberikan reaksi seperti tendangan sejak usia kehamilan memasuki lima bulan. Pada kehamilan kedua, pergerakan tersebut biasanya muncul lebih awal yaitu di usia kandungan empat bulan.

    Penyebabnya berhubungan dengan pengalaman si ibu yang sebelumnya berkaitan dengan perasaan sensitif saat mengalami tendangan.
     
  4. Mental lebih siap menghadapi proses persalinan. Pengalaman adalah guru terbaik. Itulah mengapa menjadikan kehamilan pertama sebagai acuan dapat membantu si ibu mempersiapkan diri untuk persalinan berikutnya.
Pengalaman yang berharga dapat dijadikan pedoman, sedangkan pengalaman yang kurang menyenangkan bisa menjadi peringatan, sehingga ibu hamil bisa melakukan upaya untuk menghindari situasi yang bisa menimbulkan trauma atau masalah lain di kehamilannya yang kedua.

Tidak hanya kehamilan pertama dan kedua saja yang bisa berbeda. Kondisi kehamilan antara satu ibu dengan ibu yang lainnyapun bisa tidak sama. Penyebabnya bisa karena faktor genetik, kesehatan ibu, kesehatan janin atau bahkan gaya hidup. Kehamilan kedua bukan tidak mungkin sama beratnya dengan yang pertama.

Apabila Anda merencanakan untuk mengandung lagi, pastikan untuk lebih memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan terkait dan juga belajar dari pengalaman yang diperoleh dari kehamilan anak pertama. Dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman, Anda akan lebih siap baik secara fisik maupun mental.
Continue reading

Rabu, 20 September 2017

Tertekan Selama Kehamilan Menyebabkan Gangguan Perkembangan Janin

Tertekan Selama Kehamilan Menyebabkan Gangguan Perkembangan Janin
Tertekan Selama Kehamilan Menyebabkan Gangguan Perkembangan Janin
Sebagai seorang istri yang merencanakan kehamilan harus menyiapkan segala sesuatu pada dirinya baik secara mental maupun fisik. Karena tidak sedikit wanita hamil hanya mempersiapkan dirinya secara fisik tanpa memperhatikan secara baik akan kesiapan mentalnya.

Sudah dapat diprediksi jika pada wanita hamil akan mengalami perubahan fisik yaitu semakin membesarnya postur tubuh. Memang berbadan dua akan membawa seorang wanita dalam perubahan yang disebabkan oleh keberadaan janin didalam kandungannya.

Selain postur tubuh yang membesar wanita hamil akan mengalami berbagai masalah kesehatan karena jumlah hormon didalam tubuhnya yang tidak seimbang. Salah satu hal yang sering terjadi adalah mual dihamil muda kemudian terjadinya gangguan pencernaan susah BAB. Akan tetapi untuk menyiapkan diri secara mental disaat kehamilan juga tidak mudah untuk di tebak karena perubahan yang terjadi di setiap wanita tidaklah sama.

Keberadaan bayi didalam kandungan si ibu bisa mempengaruhi kondisi mental dan emosional ibu hamil. Ketika hal ini terjadi dan tidak diimbangi dengan keadaan keluarga yang harmonis si ibu hamil bisa mengalami tekanan pikiran atau stres.

Ketika ibu hamil mengalami tekanan pikiran perkembangan bayi didalam kandungan akan terganggu. Karena bayi yang sedang berkembang didalam rahim itu mampu merespon atau merasakan tentang pa yang dialami ibunya. Tekanan pikiran atau mental pada ibu hamil disebabkan oleh berbagai hal, berikut ini terdapat beberapa penyebab :

1. Larangan Orang Tua.

Umumnya para orang tua memberikan saran atau larangan – larangan sesuai dengan jaman dahulu. Jika seorang ibu hamil yang kurang memahami sehingga tidak bisa menerima secara baik tekanan pikiran akan terjadi.

2. Kesehatan Bayi Didalam Kandungan.

Pada umumnya wanita yang hamil selalu memiliki rasa khawatir dan cemas akan kesehatan bayi didalam rahimnya apalagi jika si ibu memiliki penyakit turunan. Hal ini akan menimbulkan kecemasan sehingga ibu mengalami tekanan pikiran.

3. Masalah Ekonomi.

Kelahiran si bayi akan membutuhkan sejumlah biaya sehingga meningkatkan jumlah kebutuhan. Pada saat persalinan membutuhkan biaya kemudian memenuhi beberapa perlengkapan bayi maupun kebutuhan lainnya. Hal ini menjadi salah satu penyebab stress pada ibu hamil.

4. Kesehatan.

Ketika seorang wanita sedang hamil akan mengalami perubahan fisik secara drastis karena adanya janin yang berkembang didalam rahim. Secara langsung berat badan si ibu akan mengalami kenaikan, dan seorang ibu yang khawatir dengan kenaikan berat badannya ini bisa mengakibatkan stretchmark seperti mual di waktu pagi maupun mengalami nyeri sendi.

Banyaknya kekhawatiran yang dialami oleh seorang ibu hamil akan menimbulkan resiko pada kelahiran bayinya. Seperti :
  • Akan beresiko dengan lahirnya bayi yang prematur sehingga memiliki berat badan sangat rendah.
  • Selain itu stress yang dialami oleh si ibu bisa menyebabkan keguguran pada kehamilannya. Dengan adanya berbagai resiko itu sudah seharusnya jika seorang wanita yang merencanakan kehamilan harus mempersiapkan secara mental.
  • Kesehatan ibu yang terganggu
  • Bayi kemungkinan mengalami autism
  • Bayi terlahir cacat
Dengan mengetahui penyebab dan resiko akan terjadinya stres diwaktu hamil bisa dijadikan sebagai acuan dalam menjaga kesehatan ibu juga bayi didalam kandungannya. Kehamilan tidak seharusnya dikuasai dengan tekanan pikiran yang membahayakan kesehatan si ibu maupun bayinya. Setelah mengetahui resiko dan penyebab kami akan memberikan sedikit tips untuk mengatasi stres selama kehamilan.
  1. Merencanakan semua hal yang akan dilalui selama 9 bulan secara berhati – hati dalam melakukan sesuatu.
  2. Rileksasikan pikiran selama masa kehamilan dengan bersantai maupun berolahraga khusus untuk ibu hamil. Karena ketika seorang ibu hamil mengalami stres dan tidak segera diatasi akan berakibat buruk terhadap kesehatan bayinya.
  3. Sangat disarankan untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh ibu hamil dengan menerapkan pola makan secara sehat yaitu dengan mengonsumsi sayur dan buah.
  4. Pertama ibu hamil harus berkomunikasi dengan suami akan kecemasannya sehingga tidak merasakan sendirian.
Jika seorang ibu hamil mengalami stres kronis harus dilakukan penanganan secara tepat. Karena ketika terjadi stres kronis dan tidak ditangani secara tepat akan memperburuk perkembangan janin didalam kandungan. Penuhi asupan nutrisi dari vitamin, mineral supaya kondisi tubuh tetap sehat. Karena ketika seorang ibu hamil memiliki kondisi kesehatan secara baik tekanan pikiran atau tidak mudah terjadi.
Continue reading

Senin, 18 September 2017

Gaya Hidup, Obesitas Mempengaruhi Kesehatan Bayi Anda

Gaya Hidup, Obesitas Mempengaruhi Kesehatan Bayi Anda
Gaya Hidup, Obesitas Mempengaruhi Kesehatan Bayi Anda
Diabetes merupakan penyakit yang tidak kenal bulu. Bukan hanya menyerang kaum dewasa saja melainkan juga anak-anak. Anak-anak yang mengalami diabetes adalah mereka yang memiliki pola hidup tidak sehat. Walaupun sebagai orang tua sudah merasa memberikan anaknya kebutuhan nutrisi mereka dengan cukup, namun ketika gaya hidup anak tersebut tidak sehat maka memungkinkan diabetes.

Mengalami obesitas pada masa anak-anak khususnya wanita, maka akan berpengaruh ketika hamil nanti. Bagi ibu hamil, obesitas yang dialaminya juga akan berdampak pada sang bayi dalam kandungannya. Obesitas pada ibu hamil yaitu apabila indeks massa tubuh atau BMInya menunjukan angka lebih dari 30.

BMI ini merupakan perhitungan menggunakan berat badan serta tinggi untuk mengukur obesitas. Obesitas yang dialami oleh ibu hamil di masa kehamilannya beresiko akan terjadinya komplikasi yaitu pada ibu maupun bayinya. Komplikasi semakin beresiko tinggi manakala ibu hamil semakin gemuk.

Kesehatan bayi menjadi ancamannya. Ketika lahir, bayi terancam akan mengalami kecacatan. Cacat tabung saraf atau NTDS menjadi salah satu ancaman kecacatannya. Cacat tabung saraf yaitu kecacatan pada bayi yang lahir dengan cacat pada bagian otak dan tulang belakangnya. Bayi juga terancam lahir prematur karena ukuran bayi terlalu besar.

Bahkan bisa saja ibu hamil akan mengalami keguguran sebelum mencapai usia kehamilannya 20 minggu. Bisa juga bayi tersebut meninggal dalam rahim di usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Jika memungkinkan bisa melahirkan, resiko komplikasinya pada ibu yaitu adalah membutuhkan operasi caesar.

Apabila obesitas ibu hamil sudah masuk kategori serius, maka kematian bayilah yang menjadi ancamannya. Obesitas seperti ini adalah jenis obesitas yang mana ibu hamil sudah menderitanya sejak masa anak-anaknya. Namun, ketika hamil baru menyadarinya dan ingin melakukan diet, ini tidak diperbolehkan. Selama berat badan naiknya hanya pada kisaran 5 hingga 10 kg maka itu normal. Diet tidak diperbolehkan karena bayi dalam kandungan membutuhkan asupan nutrisi yang cukup.

Untuk itulah, sangat diwajibkan untuk ibu hamil agar tetap menjaga serta mempertahankan kesehatan dirinya dan bayi selama masa kehamilannya. Ibu hamil bisa melakukan gerakan sehat yaitu dengan mengkuti senam hamil atau kelas yoga.

Ibu hamil harus tahu, bahwa ketika sebelum hamil dirinya sudah mengalami obesitas, maka ketika hamil ibu hamil ini akan mengalami obesitas tambahan. Jadi, lebih baik diet dilakukan sebelum ibu memasuki masa kehamilannya. Diet ini untuk mengurangi resiko obesitas tambahan ibu juga mengurangi berbagai resiko kesehatan lainnya akibat obesitas ibu hamil tersebut.

Gaya hidup sehat merupakan kuncinya. Makanan yang masuk ke dalam tubuh harus merupakan makanan yang sehat, serta tidak lupa untuk menyeimbangkannya dengan melakukan olahraga. Pemilihan makanan sehat bukan hanya karena memang amannya saja tapi perlu diperhatikan kandungan nutrisinya.

Hindari makanan sejenis junk food, walaupun sehat namun makanan ini tidak masuk kategori menyehatkan. Selama masa kehamilan, jenis olahraga yang harus dipilih adalah olahraga yang bermanfaat bukan hanya bagi ibu namun juga bayinya. Olahraga pun yang bersifat ringan saja, tetapi dalam melakukannya teratur. Konsultasikan kondisi kesehatan ibu hamil ini pada dokter sejak bulan pertama kehamilannya.

Konsultasi akan memberikan pengetahuan pada ibu hamil tentang apa saja yang harus dilakukannya agar dirinya dan bayi tetap sehat. Resiko-resiko berbahaya akibat obesitas pun dapat dikurangi. Lakukan juga pengotrolan setiap bulan agar tiap perkembangan pada bayi terpantau.
Continue reading

Kamis, 14 September 2017

Keluar Flek Coklat Saat Hamil Muda, Berbahayakah?

Kehamilan pertama bagi pasangan suami istri merupakan hal yang membahagiakan. Bukan karena sebuah pengalaman saja tetapi juga menjadi sebuah anugerah. Mengetahui kehamilan ini tentu saja berbagai cara merawat kehamilan pun dicari tahu dan diterapkan.

Namun, ada saja beberapa hal yang membuat ibu hamil ini cemas. Spotting atau pendarahan merupakan hal yang seringkali membuat ibu hamil cemas. Pendarahan ini berupa keluarnya flek berwarna coklat dan terjadi di saat usia kehamilan msih terbilang muda.

Pendarahan ini termasuk jenis pendarahan ringan dan 20% dari wanita yang sedang hamil sering mengalaminya. Masalah ini dianggap wajar, namun perlu dipastikan bahwa tidak terjadi komplikasi. Agar dapat diketahui bahwa spotting atau flek ini berpengaruh atau tidak pada perkembangan serta kesehatan dan keselamatan bayi.

Kekhawatiran timbul, karena bisa saja spotting yang terjadi pada usia kehamilan yang masih muda ini merupakan pendarahan yang menjadi tanda dari terjadinya keguguran. Untuk itu, maka memeriksakannya sesegera mungkin pada dokter harus dilakukan.

Penanganan rumah sakit diperlukan apabila pendarahan yang terjadi melebihi satu hari dengan jumlah banyak dan disertai rasa sakit. Diperlukan kecakapan selama kehamilan dalam mengetahui kondisi kesehatan terutama dalam mengetahui jenis darah yang keluar dari organ kewanitaan.

Bisa jadi berupa flek atau juga darah segar seperti saat datang bulan walaupun itu dalam keadaan hamil. Tanda keluarnya flek adalah keluarnya darah dari kewanitaan yang berwarna coklat atau merah dan mengotori celana dan jumlahnya pun sedikit. Jika jumlahnya banyak dan terjadi lebih serius, maka itu merupakan pendarahan.

Bebahaya atau tidaknya flek yang keluar saat masa kehamilan bergantung pada jumlah darah yang keluar, lama waktu keluarnya, serta gejala seperti rasa sakit yang menyertai saat flek tersebut keluar.

Flek yang termasuk kategori aman dan normal jika keluarnya hanya dalam waktu sehari saja dan jumlahnya juga sedikit. Setiap usia kehamilan memiliki penyebab berbeda-beda dari keluarnya flek tersebut. Ketika kehamilan masih tergolong muda, maka penyebabnya diakibatkan oleh dibuahinya sel telur yang melekat oleh dinding rahim.

Apabila darah yang keluar jumlah atau volumenya sedikit, maka dikategorikan sebagai pendarahan normal. Ada juga penyebab lainnya karena sensitifnya area kewanitaan dan mulut rahim hingga akhirnya pendarahan tersebut terjadi karena peradangan.

Pendarahan kecil juga bisa terjadi jika suami istri di usia kehamilan mudanya melakukan hubungan suami istri, mulut rahim pun menjadi lunak dan pembuahan terjadi. Perubahan hormon yang menjadi awal dari tandanya kehamilan juga menjadi salah satu penyebabnya..

Pendarahan dikategorikan sebagai sesuatu yang berbahaya ketika kejadiannya serius. Misalnya saja yang menjadi penyebab keguguran. Pendarahannya disertai rasa sakit pada perut, hal ini juga dikarenakan blighted ovum, yaitu embrio yang gagal berkembang.

Bisa juga karena sel telur menempel pada bagian luar rahim padahal sel telur tersebut sudah dibuahi. Sehingga, akhirnya sel telur tersebut tidak berkembang. Akibatnya ibu hamil akan mengalami rasa sakit pada bagian perutnya diikuti pendarahan, bahkan akibatnya bisa mengancam pada nyawa sang ibu.

Hamil anggur juga menjadi salah satu penyebab pendarahan serius pada ibu hamil ini. Kehamilan ini merupakan kehamilan abnormal dan disebut sebagai kehamilan mola. Perkembangan yang terjadi bukan pada perkembangan janin melainkan hanya pada kehamilan, dan ini disebabkan oleh jaringan dari jaringan yang terbentuknya secara abnormal tersebut.
Continue reading

Selasa, 12 September 2017

Cara Menghadapi Pengaruh Hormon pada Ibu Hamil

Salah satu perubahan yang terjadi pada tubuh wanita yang tengah hamil adalah kadar hormon yang mulai tidak seimbang.

Ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan beberapa masalah pada tubuh anda yang walaupun sebagian besar tidak berbahaya, namun sangat menggangu. Berikut ini adalah beberapa masalah pada tubuh ibu hamil yang disebabkan oleh pengaruh hormon:

1. Selama kehamilan, tubuh anda akan mengeluarkan hormon progesterone dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan biasanya. Hormon ini bertanggung jawab terhadap produksi minyak pada kulit terutama kulit wajah. Minyak yang berlebihan pada wajah akan membuat kotoran menjadi mudah menempel pada kulit sehingga wajah anda akan lebih mudah terkena jerawat.

Untuk mengatasi jerawat pada ibu hamil anda bisa menyikapinya dengan menggunakan pembersih muka khusus untuk jerawat, rajin membersihkan kulit wajah dengan sabun pembersih khusus, tidak memencet jerawat, dan mengurangi makanan yang banyak mengandung minyak dan lemak.

2. Meningkatnya kadar hormon estrogen pada ibu hamil akan menyebabkan masalah berupa rambut yang mulai rontok. Rambut rontok tersebut sebenarnya adalah rambut yang menjadi rapuh dan patah pada bagian tengah sedangkan akar rambut tidak tercabut.

Untuk mengatasi rambut patah selama kehamilan anda bisa megkonsumsi banyak sayuran, kacang – kacangan, dan susu untuk memperkuat rambut, menggunakan conditioner untuk melembabkan rambut, menggunakan sampo khusus rambut rusak, dan usahakan untuk tidak terlalu sering menyisir rambut.

3. Salah satu hormon yang banyak diproduksi selama kehamilan adalah jenis hormon yang berguna untuk mempersiapkan ibu hamil menghadapi fase menyusui. Oleh karena itu selama kehamilan wanita biasanya akan merasa bahwa payudara mereka akan bertambah besar dan agak terasa sakit jika dipegang.

Untuk mengurangi rasa sakit yang berlebihan anda bisa menggunakan bra dengan ukuran yang sesuai dan sanggup menyangga payudara anda dengan baik serta nyaman. Selain itu anda bisa mengurangi stimulasi atau goncangan yang berlebihan pada payudara.

4. Hormon progesteron yang meningkat jumlahnya selama kehamilan berfungsi untuk memperkuat rahim agar mampu menyangga janin. Namun efek samping yang akan dirasakan dari pelepasan hormon profesteron dalam jumlah besar adalah gangguan pada gerakan peristaltik atau gerakan mendorong pada usus.

Gangguan ini akan menimbulkan masalah susah buang air besar hingga menimbulkan sembelit. Untuk mengatasinya anda bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak serat seperti oatmeal, roti gandum, sayur – sayuran, agar – agar, buah – buahan, yoghurt, atau suplemen serat yang direkomendasikan oleh dokter. Jangan lupa untuk minimal mengkonsumsi air sebanyak 8 gelas setiap hari. Air dapat membantu pencernaan, dibutuhkan oleh ibu hamil serta janin, dan berguna untuk membuang racun dalam tubuh.

5. Salah satu masalah yang sering dijumpai selama hamil adalah mual atau muntah. Rasa mual atau ingin muntah ini diakibatkan oleh meningkatnya hormon Human Chrionic Gonodotrophin atau HCG. Hormon ini akan memicu munculnya asam lambung berlebihan sehingga ibu hamil akan merasa mual hingga muntah – muntah.

Untuk mengatasinya, ibu hamil bisa meminum minuman jahe yang hangat, menyikapi cara makan dengan makan sesering mungkin namun dengan porsi yang sedikit, dan banyak minum air putih untuk menggantikan cairan yag hilang karena muntah – muntah.

6. Masalah yang terakhir adalah rasa pusing. Pusing disebabkan oleh mengendurnya pembuluh darah sehingga tekanan darah menjadi turun dan menyebabkan rasa sering pusing.

Untuk mengatasinya anda bisa memperbanyak minum air putih, bergerak perlahan ketika ingin bangun dari tidur, serta membuat tubuh anda rileks dengan berbaring dan membayangkan suasana tenang sambil mendengarkan musik lembut kesukaan anda.
Continue reading

Minggu, 10 September 2017

Tips Mempersiapkan Dana Kehamilan Hingga Pasca Bersalin

Beberapa pasangan suami istri sepakat untuk menunda kehamilan karena merasa belum siap baik secara fisik, mental maupun finansial. Seharusnya, pasangan telah mempertimbangkan pengelolaan keuangan sejak awal pernikahan, misalnya mengenai kehamilan dan persalinan, mulai dari dana untuk pemeriksaan hingga pasca persalinan.

Mempersiapkan dana untuk kehamilan dan pasca persalinan adalah sangat penting. Memprediksi kesehatan ibu dan janin cukup sulit sehingga harus mempersiapkan biaya tak terduga, misalnya ketika anda sudah mempersiapkan biaya untuk persalinan normal tapi tanpa diduga kondisi janin tidak mendukung untuk persalinan normal sehingga harus dilakukan persalinan melalui operasi caesar yang biayanya tidak sedikit.

Bukan hanya masalah persalinan saja, pemeriksaan lanjutan pun seringkali harus dilakukan, terlebih jika anda mengalami masalah pada kehamilan. Dengan mempersiapkan dana tabungan sejak awal, tentunya akan membantu anda dalam pemeriksaan kesehatan.

Di bawah ini beberapa tips untuk mempersiapkan dana kehamilan hingga pasca persalinan yang bisa anda lakukan bersama pasangan:

1. Jika anda baru mengalami kehamilan pertama kali, persiapan baju hamil masuk dalam daftar dana yang harus disediakan. Berikut ini tips membeli baju hamil yang bisa anda lakukan:
  • Pilihlah baju dengan atasan dan bawahan yang terpisah sehingga mudah untuk dipadupadankan.
  • Persiapkan baju yang memiliki standar untuk dipakai dalam berbagai kesempatan.
  • Pilihlah baju hamil yang memiliki ukuran lebih besar sehingga dapat digunakan saat usia kehamilan semakin tua.
  • Siapkan 1-2 buah baju untuk pergi ke pesta.
2. Siapkan dana untuk pemeriksaan rutin ke dokter kandungan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.

3. Persiapkan dana bersalin. Mempersiapkan dana untuk bersalin berkaitan dengan pemilihan tempat bersalin. Carilah informasi mengenai tempat bersalin yang memiliki fasilitas yang dibutuhkan oleh ibu dan bayi.

Selanjutnya anda dapat mengecek perkiraan biaya bersalin apakah mendapat bantuan dari tempat kerja anda atau ditanggung perusahaan seluruhnya. Dengan demikian anda bisa lebih tenang dalam mempersiapkan dana persalinan.

4. Siapkan dana untuk membeli perlengkapan bayi dan kamar bayi. Sebelum membuat daftar belanja untuk perlengkapan bayi, ada baiknya anda mengetahui tentang apa saja yang termasuk kebutuhan bayi sehingga dapat lebih terencana dan hemat serta tak perlu membeli barang yang tidak diperlukan oleh bayi.

5. Persiapkan dana pasca persalinan, seperti kebutuhan pakaian bayi. Sebaiknya anda tidak membeli pakaian bayi terlalu banyak karena bayi akan cepat tumbuh besar. Paling tidak anda dapat mempersiapkan pakaian bayi hingga bulan ketiga kelahirannya saja. Namun demikian hal ini tergantung dari kebutuhan anak yang tentunya berbeda-beda.

6. Persiapkan biaya untuk pemeriksaan ke dokter setelah bayi lahir. Bayi yang baru saja lahir sangat rentan terhadap gangguan lingkungan sehingga anda harus sering-sering memeriksakan kesehatannya dengan berkonsultasi ke dokter. Apalagi di musim hujan seringkali anak-anak akan mengalami flu dan demam.

7. Pemberian susu formula untuk bayi sangat diperhitungkan, mengingat pemberian ASI eksklusif dianjurkan selama enam bulan pertama. Apabila ibu adalah seorang wanita karir, anda dapat mempersiapkan dana untuk keperluan memerah ASI.

8. Persiapkan dana akikah. Bagi seorang muslim, mempersiapkan dana akikah merupakan hal yang harus dianggarkan dengan persiapan yang matang. Biasanya, akikah dan syukuran diadakan pada 40 hari setelah kelahiran sang bayi. Meskipun hal ini disesuaikan dengan dana yang dimiliki keluarga, namun dalam mempersiapkannya membutuhkan persiapan yang matang.
Continue reading