Rabu, 20 September 2017

Tertekan Selama Kehamilan Menyebabkan Gangguan Perkembangan Janin

Tertekan Selama Kehamilan Menyebabkan Gangguan Perkembangan Janin
Tertekan Selama Kehamilan Menyebabkan Gangguan Perkembangan Janin
Sebagai seorang istri yang merencanakan kehamilan harus menyiapkan segala sesuatu pada dirinya baik secara mental maupun fisik. Karena tidak sedikit wanita hamil hanya mempersiapkan dirinya secara fisik tanpa memperhatikan secara baik akan kesiapan mentalnya.

Sudah dapat diprediksi jika pada wanita hamil akan mengalami perubahan fisik yaitu semakin membesarnya postur tubuh. Memang berbadan dua akan membawa seorang wanita dalam perubahan yang disebabkan oleh keberadaan janin didalam kandungannya.

Selain postur tubuh yang membesar wanita hamil akan mengalami berbagai masalah kesehatan karena jumlah hormon didalam tubuhnya yang tidak seimbang. Salah satu hal yang sering terjadi adalah mual dihamil muda kemudian terjadinya gangguan pencernaan susah BAB. Akan tetapi untuk menyiapkan diri secara mental disaat kehamilan juga tidak mudah untuk di tebak karena perubahan yang terjadi di setiap wanita tidaklah sama.

Keberadaan bayi didalam kandungan si ibu bisa mempengaruhi kondisi mental dan emosional ibu hamil. Ketika hal ini terjadi dan tidak diimbangi dengan keadaan keluarga yang harmonis si ibu hamil bisa mengalami tekanan pikiran atau stres.

Ketika ibu hamil mengalami tekanan pikiran perkembangan bayi didalam kandungan akan terganggu. Karena bayi yang sedang berkembang didalam rahim itu mampu merespon atau merasakan tentang pa yang dialami ibunya. Tekanan pikiran atau mental pada ibu hamil disebabkan oleh berbagai hal, berikut ini terdapat beberapa penyebab :

1. Larangan Orang Tua.

Umumnya para orang tua memberikan saran atau larangan – larangan sesuai dengan jaman dahulu. Jika seorang ibu hamil yang kurang memahami sehingga tidak bisa menerima secara baik tekanan pikiran akan terjadi.

2. Kesehatan Bayi Didalam Kandungan.

Pada umumnya wanita yang hamil selalu memiliki rasa khawatir dan cemas akan kesehatan bayi didalam rahimnya apalagi jika si ibu memiliki penyakit turunan. Hal ini akan menimbulkan kecemasan sehingga ibu mengalami tekanan pikiran.

3. Masalah Ekonomi.

Kelahiran si bayi akan membutuhkan sejumlah biaya sehingga meningkatkan jumlah kebutuhan. Pada saat persalinan membutuhkan biaya kemudian memenuhi beberapa perlengkapan bayi maupun kebutuhan lainnya. Hal ini menjadi salah satu penyebab stress pada ibu hamil.

4. Kesehatan.

Ketika seorang wanita sedang hamil akan mengalami perubahan fisik secara drastis karena adanya janin yang berkembang didalam rahim. Secara langsung berat badan si ibu akan mengalami kenaikan, dan seorang ibu yang khawatir dengan kenaikan berat badannya ini bisa mengakibatkan stretchmark seperti mual di waktu pagi maupun mengalami nyeri sendi.

Banyaknya kekhawatiran yang dialami oleh seorang ibu hamil akan menimbulkan resiko pada kelahiran bayinya. Seperti :
  • Akan beresiko dengan lahirnya bayi yang prematur sehingga memiliki berat badan sangat rendah.
  • Selain itu stress yang dialami oleh si ibu bisa menyebabkan keguguran pada kehamilannya. Dengan adanya berbagai resiko itu sudah seharusnya jika seorang wanita yang merencanakan kehamilan harus mempersiapkan secara mental.
  • Kesehatan ibu yang terganggu
  • Bayi kemungkinan mengalami autism
  • Bayi terlahir cacat
Dengan mengetahui penyebab dan resiko akan terjadinya stres diwaktu hamil bisa dijadikan sebagai acuan dalam menjaga kesehatan ibu juga bayi didalam kandungannya. Kehamilan tidak seharusnya dikuasai dengan tekanan pikiran yang membahayakan kesehatan si ibu maupun bayinya. Setelah mengetahui resiko dan penyebab kami akan memberikan sedikit tips untuk mengatasi stres selama kehamilan.
  1. Merencanakan semua hal yang akan dilalui selama 9 bulan secara berhati – hati dalam melakukan sesuatu.
  2. Rileksasikan pikiran selama masa kehamilan dengan bersantai maupun berolahraga khusus untuk ibu hamil. Karena ketika seorang ibu hamil mengalami stres dan tidak segera diatasi akan berakibat buruk terhadap kesehatan bayinya.
  3. Sangat disarankan untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh ibu hamil dengan menerapkan pola makan secara sehat yaitu dengan mengonsumsi sayur dan buah.
  4. Pertama ibu hamil harus berkomunikasi dengan suami akan kecemasannya sehingga tidak merasakan sendirian.
Jika seorang ibu hamil mengalami stres kronis harus dilakukan penanganan secara tepat. Karena ketika terjadi stres kronis dan tidak ditangani secara tepat akan memperburuk perkembangan janin didalam kandungan. Penuhi asupan nutrisi dari vitamin, mineral supaya kondisi tubuh tetap sehat. Karena ketika seorang ibu hamil memiliki kondisi kesehatan secara baik tekanan pikiran atau tidak mudah terjadi.
Continue reading

Minggu, 06 Agustus 2017

Mencegah Janin Agar Tidak Meninggal di Dalam Kandungan

Mencegah Janin Agar Tidak Meninggal di Dalam Kandungan
Mencegah Janin Agar Tidak Meninggal di Dalam Kandungan
Setiap kehamilan memiliki resikonya tersendiri salah satunya adalah meninggalnya bayi dalam kandungan. Kejadian meninggalnya bayi dalam kandungan dikenal dengan nama Intra Uterin Fetal Death (IUFD) yang sering terjadi saat usia kehamilan berada pada masa trisemester kedua.

Hal ini berbeda dengan kondisi keguguran yang terjadi pada masa trisemester pertama. Kejadian seperti ini bisa disebabkan oleh berbagai hal namun yang sering terjadi adalah karena kondisi imun sang ibu yang menurun dan pada akhirnya mengganggu pembentukan organ janin dalam kandungan yang menyebabkan sang bayi meninggal dunia. Hal yang sama juga bisa terjadi karena adanya kelainan bawaan atau bisa juga karena ketidak cocokan darah antara sang ibu dan janin.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari atau mengurangi resiko meninggalnya bayi dalam kandungan, yaitu:
  • Menghindari pola hidup tidak sehat. Ada beberapa pola hidup tidak sehat seperti merokok dan juga mengkonsumsi alkohol yang perlu dihindari pada masa kehamilan. Kedua kebiasaan ini memiliki banyak dampak negatif selain meninggalnya bayi dalam kandungan yaitu adanya komplikasi berat pada kehamilan itu sendiri atau bisa juga menyebabkan kelainan pada bayi dalam kandungan.
  • Menjaga kesehatan. Pada masa kehamilan, kondisi kesehatan sang ibu akan jauh lebih rentan terhadap berbagai serangan penyakit. Oleh karena itu, sang ibu hamil wajib menjaga kesehatan mereka dengan cara selalu menjaga kebersihan sekitar dan juga makanan yang dikonsumsi, melakukan olahraga ringan secara teratur dan juga dengan mendapatkan beberapa jenis imunisasi kehamilan. Dengan begini , bukan hanya kesehatan sang ibu yang akan terjaga namun juga bayi yang ada di dalam kandungan.
  • Istirahat yang cukup. Salah satu persyaratan agar bisa hidup sehat adalah dengan mendapatka istirahat yang cukup setiap harinya. Hal ini berlaku untuk semua orang terutama untuk para ibu hamil. Istirahat atau tidur yang cukup setiap harinya akan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan juga memberi kesempatan untuk melawan berbagai penyakit yang mungkin menyerang. Mendapatkan istirahat yang cukup juga sangat dianjurkan untuk mereka yang memiliki resiko atau riwayat keguguran.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum kehamilan. Sangat disarankan bagi setiap pasangan yang merencanakan untuk memiliki momongan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Bagi sang ibu hamil, pemeriksaan yang dilakukan bisa berputar pada riwayat kesehatannya. Bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan misalnya saja tekanan darah tinggi atau hipertensi, maka perlu memperhatikan pola makan agar tidak berujung pada preeklampsia atau keracunan kehamilan. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan seperti ini, resiko terjadinya komplikasi kehamilan atau meninggalnya bayi bisa dicegah sejak dini.
  • Pemeriksaan lebih lanjut sebelum merencanakan kehamilan selanjutnya. Langkah yang satu ini terutama perlu diambil oleh mereka yang pernah mengalami keguguran atau meninggalnya bayi dalam kandungan pada kehamilan sebelumnya. Pada beberapa kasus, otopsi perlu dilakukan untuk mencari tahu dengan pasti apa yang menjadi penyebab meninggalnya bayi tersebut. Dengan begitu sang ibu hamil dapat mempersiapkan kehamilan selanjutnya dengan lebih waspada dan bila memang dibutuhkan dapat dilakukan perawatan yang sesuai kebutuhan.
Kejadian meninggalnya bayi dalam kandungan dapat terjadi pada siapa saja. Namun dengan pemeriksaan yang teratur serta dengan selalu menjaga kondisi kesehatan bayi dan sang ibu, maka resiko meninggalnya sang bayi dapat diminimalisir atau dihindari sama sekali hingga sang bayi dapat lahir dengan selamat.
Continue reading