Kamis, 11 Mei 2017

Bahaya Penyalahgunaan Kokain Selama Masa Kehamilan

Alkaloid ini berasal dari daun suatu pohon di Amerika Selatan,  Erythroxylon coca. Kokain adalah anestetik topikal dan vasokonstriktor lokal yang sangat efektif, dan melalui kerja simpatomimetik via dopamin, zat ini juga dapat merangsang susunan saraf pusat. Ada 2 jenis kokain yaitu : kokain murni berupa bubuk berwarna putih dan kokain yang telah dicampur dengan soda kue atau sodium bikarbonat kemudian direbus sampai airnya menguap dan tinggal kerak berwarna coklat disebut “crack” jenis ini lebih adiktif dan berbahaya.

Kokain saat ini merupakan salah satu obat yang paling banyak disalahgunakan di Amerika Serikat. Kokain digunakan dengan cara menghirup uapnya melalui pipet kaca atau kertas perak dapat pula disuntikkan  intravena setelah dibuat larutan dengan air. Kokain dengan cepat diabsorpsi dan masuk dalam darah  dan menghasilkan efek dalam waktu 6 – 8 menit. Tidak seperti adiksi fisik dari heroin, adiksi kokain lebih bersifat psikologi, sulit diobati dan sampai sekarang belum ada obat penggantinya yang pantas. Ibu pemakai kokain lebih banyak merokok dan juga merupakan peminum alkohol serta pemakai obat-obat terlarang yang lain.

Kokain diabsorpsi dengan cepat pada semua membran mukosa dan  menghambat “re-uptake” presinaptik dari katekolamin pada neuron terminal menyebabkan akumulasi norepinephrine, epinephrine dan dopamin pada post sinaps dan dalam darah. Akumulasi ini akan menyebabkan peningkatan tonus simpatis dan vasokonstriksi dan menimbulkan gejala peningkatan denyut jantung, hiperglikemia, hiperpireksia dan midriasis. Vasokonstriksi koroner dapat menyebabkan spasme, angina pektoris, infark miokard akut, aritmia jantung dan bahkan kematian mendadak. Akibat lain dari vasokonstriksi adalah perdarahan subararchnoid bila sebelumya ada aneurysma, stroke hemoragik dan nekrosis usus.

Komplikasi maternal yang dapat terjadi pada pemakai kokain berupa : hipertensi maligna, iskemia jantung, infark otak sampai kematian mendadak. Dampak pada janin berupa abortus spontan dan kematian janin dalam rahim. Wanita hamil yang memakai kokain berisiko untuk mengalami ketuban pecah sebelum waktunya, persalinan prematur, pertumbuhan janin terhambat, komplikasi mekonium dalam air ketuban dan solusio plasenta. Bayi pemakai kokain dengan berat badan sangat rendah berisiko untuk mengalami perdarahan intraventrikuler, dan keterlambatan perkembangan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa kokain tidak meningkatkan kelainan kongenital namun yang lainnya melaporkan peningkatan beberapa kelainan kongenital seperti prune-belly dengan obsruksi urethra, amnionic band, atresia jejenum, infark usus, atresia ani, horseshoe kidney dan club foot.

Walaupun mungkin ada keinginan untuk mendapat bayi yang sehat namun bukan suatu hal yang mudah bagi pecandu kokain untuk dapat bebas dari adiksi. Bila ada keinginan untuk menghentikan pemakaian kokain maka sebaiknya ibu hamil tersebut di rawat inap. Dukungan  dan dorongan emosional akan meningkatkan keberhasilan.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)