Selasa, 07 Maret 2017

Mitos-Mitos Seputar Seks Pada Pria

Mitos-Mitos Seputar Seks Pada Pria
Mitos-Mitos Seputar Seks Pada Pria
Tulisan ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tentang mitos seputar seks. Seperti yang sudah dibahas dalam artikel sebelumnya, bahwa banyak sekali mitos seputar seks yang berkembang dalam masyarakat. Berikut ini pembahasan mitos-mitos seputar seks pada kaum pria serta fakta ilmiah yang sebenarnya tentang mitos-mitos tersebut.

1.  Penis besar menentukan kenikmatan

Mitos ukuran penis besar menentukan kenikmatan seksual sangat popular di masyarakat. Informasi yang salah ini beranggapan bahwa semakin besar penis akan semakin nikmat. Akibatnya banyak pria yang merasa penisnya kecil menjadi malu, kurang percaya diri , bahkan takut untuk berhubungan seksual dengan istrinya hingga tidak mampu melakukannya.

Padahal fakta sebenarnya adalah besar kecilnya penis tidak berkaitan dengan potensi seksual seseorang dan tidak menjamin meningkatkan kepuasan seksual. Sebenarnya kepuasan seksual wanita tidak ditentukan dari besar kecilnya penis, tapi oleh kemampuan penis untuk ereksi, kemampuannya  mengontrol ejakulasi dan  komunikasi yang baik antara suami-isteri.

Sayangnya masih banyak pria yang percaya dengan mitos ukuran penis ini, sehingga banyak dari mereka yang berupaya  untuk membesarkan penisnya dengan berbagai cara, bahkan dengan cara yang tidak ilmiah dan berbahaya bagi kesehatan. Apalagi dengan menjamurnya berbagai iklan yang mempromosikan terapi-terapi alternatif membesarkan penis, yang sebenarnya hanya janji surga belaka. Sebagai contoh, penyuntikan silicon pada penis yang hanya akan merusak jaringan pembuluh darah disekitarnya, yang akhirnya mengakibatkan disfungsi ereksi/impotensi.

2.   Masturbasi/onani pada pria dapat menyebabkan kemandulan, ejakulasi dini, impotensi, rambut rontok dan lutut keropos.

Secara ilmiah masturbasi tidak ada hubungannya dengan kemandulan, ejakulasi dini, impotensi,  rambut rontok atau lutut keropos. Tetapi frekusensi masturbasi yang terlalu sering kurang baik dampaknya, sebab dapat mengurangi produktivitas dan dapat berpengaruh pada kondisi psikis seseorang. Sejumlah kalangan agama juga cenderung mengharamkannya.

3. Kepuasan hubungan intim tergantung pada pria

Suami dan istri sama-sama mempunyai peran dalam suatu hubungan seksual karena dalam hubungan seksual melibatkan keduanya pihak. Oleh karena itu keduanya harus sama-sama terpuaskan. Anggapan bahwa kepuasan hubungan intim tergantung dari kepiawaian pria/suami tidaklah benar, karena sebuah hubungan akan menjadi seru dan lebih mengasyikan bila kedua belah pihak sama-sama cerdas, pintar dan  bisa mengimbangi masing-masing.

4. Multi orgasme hanya milik wanita saja

Pada pria, orgasme terjadi bersamaan dengan ejakulasi, sehingga banyak yang beranggapan bahwa kenikmatan seksual dirasakan  karena sperma dikeluarkan,padahal kenikmatan seksual yang dirasakan itulah yang disebut orgasme. Sama seperti wanita, pria juga bisa mengalami multi orgasme yaitu dengan latihan mengontrol untuk menunda ejakulasi. Memang memerlukan waktu untuk latihan, tetapi tidak ada pengaruh buruk akibat menahan ejakulasi.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)