Kamis, 27 April 2017

Masalah-Masalah Kesehatan Dalam Proses Kehamilan

Tidak seperti Ibu – Ibu lain yang dapat hamil dan melahirkan tanpa menghadapi masalah berarti, beberapa Ibu hamil justru menghadapi masa kehamilan dengan masalah tertentu yang membuatnya harus mendapat pengawasan dokter. Ini yang biasa disebut dengan kehamilan bermasalah.

Ada tiga masalah yang sering ditemukan terjadi pada Ibu hamil, yaitu mengandung dengan kista di indung telur, hamil di luar kandungan, dan hamil anggur.

1. Mengandung dengan Kista di Indung Telur
Mengandung dengan kista di indung telur merupakan masalah kehamilan yang sering dialami oleh beberapa wanita.Kista yang tumbuh di indung telurnya umumnya baru diketahui setelah sang Ibu positif hamil sehingga penanganannya pun dilakukan selama masa kehamilan.Kista merupakan sejenis kantung yang tumbuh di indung telur atau organ tubuh lainnya, di dalamnya dapat berisi cairan, darah, atau hal lain. Pada umumnya, penyakit kista dideritaoleh wanita di usia produktif. Ada beberapa macam kista yang sering ditemukan pada wanita. Berdasarkan ukuran, kista dapat berukuran sebesar kacang hingga lebih besar dari pada bayi. Dari segi tingkat bahaya atau tidaknya; kista dapat berupa kista jinak yang bisa hilang dengan sendirinya hingga kista yang bersifat karsinoma atau merupakan bibit kanker.

Jika pada kehamilan Ibu ditemukan kista, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan untuk mengetahui ukuran serta tingkat keganasannya. Jika kista masih berukuran kecil dan tidak menimbulkan keluhan apapun, umumnya dokter akan menyarankan Ibu untuk melakukan kontrol secara berkala ke dokter ginekologi. Tidak perlu khawatir karena kista dapat hilang dengan sendirinya atau paling tidak tidak membahayakan janin Ibu.

Namun apabila kista sudah berukuran lebih dari 5 cm, umumnya dokter akan menyarankan untuk operasi pengangkatan kista. Operasi ini harus dilakukan setelah kandungan Ibu mencapai usia lebih dari 4 bulan. Selain itu, Ibu perlu waspada jika kista yang diderita juga menimbulkan rasa sakit di sekitar vagina hingga punggung,disertai rasa mual, kelelahan, peningkatan berat badan serta tumbuhnya rambut di wajah dan badan. Gejala seperti ini kemungkinan merupakan kista bibit kanker yang harus mendapatkan penanganan dokter secara intensif.

2. Hamil di Luar Kandungan


Hamil di luar kandungan juga sering disebut kehamilan ektopik. Kehamilan ini terjadi saat sel telur yang telah dibuahi (konsepsi) tidak berhasil menemukandinding rahim dimana ia akan berimplantasi.Konsepsi ini kemudian akan menempel di area lain seperti leher rahim, perut rahim, tuba falopi, atau ovarium. Karena tidak adanya jaringan yang dapat mendukungnya tumbuh, embrio tidak akan berkembang di tempat – tempat tersebut dan umumnya akan gugur sebelum kehamilan usia 8 minggu.

Gejala yang dapat dirasakan Ibu saat mengalami masalah hamil di luar kandungan ini adalah mual, muntah, lemah, pusing, dan sakit pada perut bagian bawah serta sedikit pendarahan. Pada beberapa kasus, embrio yang menempel pada tuba falopi berkembang hingga dapat memecahkan saluran tersebut. Hal ini dapat menimbulkan pendarahan dan rasa sakit yang sangat hebat. Jika hal ini terjadi, Ibu harus dioperasi untuk pengankatan konsepsi. Sedangkan, jika kehamilan ekopik terdeteksi sejak dini, umumnya dokter akan memberikan suntikan yang dapat menggugurkan konsepsi tersebut. Tidak perlu terlalu khawatir, karena Ibu masih bisa hamil kembali dengan sehat dan normal di kehamilan berikutnya.

3. Hamil Anggur

Hamil anggur merupakan masalah kehamilan yang terjadi karena perkembangan plasenta yang tidak normal. Masalah ini muncul ketika sel telur yang dibuahi sperma merupakan sel yang kosong sehingga sel yang mengalami pembuahan tidak memiliki kesempurnaan genetic seperti halnya embrio normal. Konsepsi berhasil menuju dinding rahim namun kemudian tidak ada embrio yang berkembang; hanya jaringan pendukung yang tumbuh dan juga menjadi tidak normal karena tidak adanya embrio. Sel – sel jaringan yang tumbuh membentuk bulatan – bulatan seperti anggur dan plasenta yang tumbuh mengeluarkan hormone HCG yang kemudian terdeteksi oleh test pack. Itulah mengapa masalah ini kemudian disebut hamil anggur.

Gejala yang timbul pada hamil anggur ini umumnya adalah pendarahan, flek, mual, muntah dan tekanan darah meningkat. Selain itu tanda–tanda lain yang mungkin timbul adalah Ibu menderita tiroid, kandungan membesar atau mengecil secara tidak normal, kadar HCG tidak normal, pembesaran ovarium dan sebagainya. Pemeriksaan hamil anggur ini dapat dilakukan dengan USG. Untuk mengatasinya, Ibu perlu dikuret dan setelahnya Ibu harus menjalani proses pemulihan serta menunggu satu tahun untuk kembali hamil. Jika Ibu membutuhkan alat kontrasepsi, sebaiknya tidak memilih jenis IUD setelah Ibu mengalami masalah hamil anggur ini.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)