Minggu, 26 Maret 2017

Solusi Bagi Ibu Hamil Yang Tidak Menyukai Musik Klasik

Solusi Bagi Ibu Hamil Yang Tidak Menyukai Musik Klasik
Solusi Bagi Ibu Hamil Yang Tidak Menyukai Musik Klasik
Mendengarkan musik favorit adalah salah satu cara menenangkan pikiran dan menstabilkan emosi. Anda bisa merasa tenang dan nyaman. Apalagi musik yang lembut seperti musik klasik, dimana jenis musik ini sering dipilih sebagai metode terapi.

Tahukah Anda, bahwa musik klasik juga bisa diperdengarkan pada janin yang masih di dalam kandungan. Musik klasik dipercaya dapat membantu meningkatkan kecerdasan janin. Penelitianpun sudah membuktikan bahwa musik seperti Spring dari The Four Season karya Antonio Vivaldi memberikan manfaat bagi proses pengaturan pada emosi bayi.

Hal ini tentu memberikan dampak positif pada kestabilan emosi janin yang sangat penting untuk tumbuh dan kembangnya. Ibu hamil bisa memperdengarkan musik klasik lain seperti karya mozart atau gubahan vivaldi, bach, talemann dan hendel.

Mengapa memperdengarkan musik pada janin yang masih di dalam kandungan? Alasannya adalah karena pada usia kehamilan 24 minggu, indera pendengaran janin sudah berkembang. Oleh karena itu, ia bisa memberikan respon pada suara apa saja yang ia dengar di luar rahim ibunya, walaupun ia terlindungi cairan ketuban.

Termasuk musik klasik yang memiliki alunan lembut, akan membuatnya tenang dan tidak stress. Kondisi seperti ini sangat baik untuk masa perkembangannya. Tingkat emosinya menjadi stabil sehingga mempermudah memberikan stimulasi-stimulasi yang dibutuhkan untuk perkembangan kecerdasannya. Berbeda dengan musik dengan tempo cepat atau bergenre rock, yang cenderung memberikan stimulasi kurang baik dan bisa membuat janin terlalu aktif serta merasa resah.

Lalu, apakah seorang ibu hamil harus tetap memperdengarkan musik klasik pada calon bayinya? Tentu saja tidak ada keharusan, walaupun tetap disarankan. Tetapi, hal tersebut tidak perlu dipaksakan.

Yang paling penting adalah memperdengarkan musik yang bisa dinikmati oleh si janin tanpa membuat si ibu juga merasa terganggu. Selain peka terhadap suara, ternyata calon bayi yang ada di dalam kandungan juga sensitif terhadap apa saja yang dirasakan oleh ibunya. Apabila ibu tidak merasa nyaman dengan musik yang didengarkan, tentu janinnya juga akan memberikan respon yang sama.

Solusinya adalah ibu mencari musik dengan tempo yang sama lembutnya dengan musik klasik atau memperdengarkan musik religi yang tentunya memiliki pesan positif. Pilihan lainnya adalah menggunakan headphone yang langsung di arahkan ke perut, apabila ibu hamil tetap ingin memilih musik klasik untuk menstimulasi janinnya.

Jangan lupa untuk menyesuaikan volume suara agar tidak terlalu mengganggu kenyamanan si bayi. Alternatif lain untuk musik yang bisa menstimulasi janin adalah musik tradisional yang lembut agar ia bisa merasa nyaman.

Akan lebih baik apabila si ibu sendiri juga menyukai musik klasik. Alunannya yang lembut juga bisa membantunya merasa lebih rileks. Dengan begitu, janin dalam kandungannya juga akan memberikan respon yang sama.

Perlu diingat bahwa ibu sebaiknya tidak memaksakan diri. Pilihlah sendiri jenis musik alternatif lain yang juga memiliki tempo tidak terlalu cepat dan keras. Gunakan headphone untuk memperdengarkan musik klasik pada janin dengan meletakkan alat pendengar tersebut di perut Anda. Perhatikan bagaimana reaksinya. Apabila ia menunjukkan respon positif terhadap musik tersebut, berarti Anda bisa melanjutkan pemberian stimulasi.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)