Minggu, 26 Maret 2017

6 Hal yang Harus Disiapkan Ketika Akan Cuti Hamil

6 Hal yang Harus Disiapkan Ketika Akan Cuti Hamil
6 Hal yang Harus Disiapkan Ketika Akan Cuti Hamil
Memasuki usia kehamilan di tri semester akhir, ibu hamil sudah bisa melakukan beberapa persiapan menjelang kelahiran sang bayi. Bukan hanya perlengkapan bayi saja serta nama bayi yang dipersiapkan, bahkan tempat melahirkan pun sudah harus direncanakan.

Mengingat tidak sedikit ibu hamil yang masih melakukan aktivitasnya khususnya bagi mereka yang bekerja kantoran, salah satu persiapan sebelum melahirkan yaitu persiapan cuti. Persiapan ini dimaksudkan agar ibu hamil yang hendak cuti tidak meninggalkan pekerjaan selama masa cutinya nanti sehingga timbul kecemasan sendiri.

Berikut beberapa persiapan yang bisa diperhatikan agar ibu hamil yang bekerja, tidak cemas dalam mengambil cuti hamilnya:
  1. Mendiskusikan tentang pegawai pengganti dengan atasan untuk selama masa cuti nanti. Bagi juga tugas-tugas berat Anda dan memproirataskannya dari yang harus diselesaikan dengan segera sampai yang ringan. Lakukan hal ini ketika kehamilan mencapai usia tujuh bulan. Sesuaikan tanggal-tanggal dimana pekerjaan tersebut harus selesai dengan masa cuti Anda.

    Agar, ketika masa cuti datang pekerjaan ini selesa dan tidak menghambat kelangsungan kerja di kantor. Untuk pegawai pengganti, hedaklah didiskusikan ketika masa cuti sudah dekat. Sehingga, jika sudah diputuskan pegawai penggantinya, sebelum Anda cuti semua tugas dan pekerjaan bisa mulai dijelaskan dan diajarkan pada pegawai pengganti tersebut.
     
  2. Lakukan pemisahan pada barang pribadi Anda dari meja. Pegawai pengganti tentu saja akan memakai meja tempat Anda bekerja, untuk itu perlu dilakukan pemisahan barang. Barang-barang penting milik Anda dan sekiranya akan dibutuhkan di rumah lebih baik dibawa terlebih dahulu. Sementara barang-barang lainnya yang menurut Anda dapat mengganggu pegawai pengganti bisa ditempatkan di laci meja atau loker kantor.

    Mendekati waktu cuti juga, usahakan komunikasi terjalin baik dengan pegawai pengganti ini. Anda bisa memintanya untuk menanyakan hal-hal yang masih tidak dia mengerti dan memintanya untuk tetap berkomunikasi dengan Anda apabila waktu cuti nanti tiba.
     
  3. Rasa terima kasih hendaklah diberikan kepada atasan serta rekan kerja. Ucapan bisa dinyatakan dengan menyelesaikan semua persiapan cuti dari tiga minggu sebelum waktu cuti datang. Sebelum waktu cuti itu tiba, Anda sudah harus mendiskusikan dan mengetahui seperti apa peta dari rencana kerja dari pegawai pengganti Anda.

    Perlu diingat bahwa waktu kelahiran biasanya ada yang sesuai, lebih lambat, ataupun lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Untuk itu komunikasi dengan pegawai pengganti diperlukan. Jadi, ketika kelahiran yang terjadi lebih cepat atau pun lebih lambat dari waktu yang diperkirakan, Anda tidak akan bingung dengan pekerjaan yang berjalan. Karena, sebelumnya Anda sudah mengetahui peta kerja dari pegawai pengganti Anda.

    Diketahuinya rencana kerja ini, Anda tidak akan lagi memikirkan hal lain ketika memasuki waktu cuti. Anda hanya akan fokus pada kelahiran bayi dan melepaskan terlebih dahulu pikiran mengenai pekerjaan-pekerjaan di kantor karena sudah ada yang menanganinya.
     
  4. Lakukan pendelegasian tugas. Pendelegasian tugas bisa Anda serahkan pada rekan kerja yang lain ataupun pegawai pengganti Anda. Bukan hanya mengenai tugas saja, beberapa hal penting yang sekiranya memang diperlukan untuk diketahui olehnya dalam melakukan tugas lebih baik diberitahukan diberitahukan. Misalnya file-file serta kode-kode penting seperti password dan kode brankas.
     
  5. Seluruh persiapan ini akan berjalan jika ibu hamil memberitahukan tentang kehamilannya pada atasan. Usahakan kehamilan ini diberitahukan sejak kehamilan masih di usia tri semester awal. Sehingga, kondisi pekerjaan bisa disesuaikan oleh atasan dengan kebijakannya untuk disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda yang sedang hamil. Yakinkan juga perusahaan dan atasan bahwa setelah masa cuti melahirkan habis, pekerjaan akan tetap Anda pertahankan. Teliti juga mengenai kebijakan cuti serta asuransi jiwa yang diberikan oleh perusahaan Anda tersebut.
     
  6. Diskusi dengan keluarga juga sangat diperlukan. Masa cuti yang sementara sudah pasti harus didiskusikan khususnya dengan suami sebelum Anda kembali bekerja nanti. Jika kantor sudah memiliki tempat penyimpanan dan pemompaan ASI sebagai fasilitasnya dan Anda hendak memberikan ASI eksklusif pada bayi, ini juga harus dikatakan pada suami. Termasuk dalam diskusi ini Anda harus mendiskusikan tentang pengasuhan bayi nantinya. Apakah akan menggunakan jasa baby sitter atau penitipan anak.
Mengetahui berbagai persiapan jelang cuti ini selain membuat Anda tenang memasuki masa kelahiran, juga membuat komunikasi Anda dengan atasan dan rekan-rekan di kantor berjalan lancar.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)