Rabu, 22 Maret 2017

Jenis-Jenis Posisi Persalinan

Jenis-Jenis Posisi Persalinan
Jenis-Jenis Posisi Persalinan
Apa-apa saja posisi ketika melahirkan?

Bagaimana posisi yang terbaik saat melahirkan? Sebenarnya, tak ada posisi melahirkan yang paling baik. Posisi paling nyaman yang dirasakan oleh ibu adalah yang terbaik. Namun biasanya, dokter akan meminta ibu untuk berbaring atau setengah duduk saat melahirkan. Meski demikian, tidak jarang pula dokter akan meminta ibu untuk mengubah posisi agar persalinan dapat berjalan lancar. Misalnya dokter meminta ibu untuk berbaring pada awal persalinan, kemudian ketika persalinan dirasa lamban, dokter akan meminta ibu untuk mengubah posisi menjadi miring.

Ada berapa posisi melahirkan? Sejauh ini ada 4 posisi melahirkan yang masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangan, yaitu:

1. Posisi berbaring atau Litotomi

Pada posisi ini ibu terlentang di tempat tidur bersalin kemudian kedua paha menggantung pada penopang kursi khusus untuk bersalin.

Kelebihan:
  • Dokter lebih leluasa dalam membantu proses persalinan.
  • Dokter lebih mudah mengukur perkembangan pembukaan karena jalan lahir bayi menghadap ke depan.
  • Waktu persalinan dapat diprediksi dengan lebih akurat.
  • Kepala bayi lebih mudah dipegang dan diarahkan, sehingga apabila posisi kepala bayi berubah, dokter dapat langsung mengarahkan pada posisi yang seharusnya.
Kekurangan:
  • Ibu lebih sulit untuk mengejan karena gaya berat tubuh ibu berada di bawah dan sejajar dengan posisi bayi.
  • Dapat mengakibatkan perineum (daerah antara anus dan vagina) meregang sehingga dapat menyulitkan persalinan.
  • Berkurangnya pengiriman oksigen melalui darah yang mengalir dari ibu ke janin melalui plasenta. Hal ini dikarenakan letak pembuluh besar berada di bawah posisi bayi dan tertekan oleh berat badan bayi. Terlebih jika letak ari-ari berada di bawah bayi dapat mengakibatkan tekanan pada pembuluh darah meninggi dan peredaran darah balik ibu menjadi lambat.
2. Posisi Jongkok

Dalam posisi ini ibu berjongkok di atas bantalan empuk yang berfungsi untuk menahan kepala dan tubuh bayi.

Kelebihan:
  • Merupakan posisi melahirkan yang alami karena memanfaatkan gravitasi bumi.
  • Ibu tidak perlu terlalu kuat mengejan.
Kekurangan:
  • Memiliki peluang kepala bayi cedera.
  • Menyulitkan pemantauan perkembangan pembukaan dan tindakan persalinan lainnya seperti episiotomi.
3. Posisi Miring atau Lateral

Dalam posisi ini, ibu berbaring miring ke kanan atau ke kiri dengan salah satu kaki diangkat sedangkan kaki lainnya lurus. Biasanya posisi ini dilakukan apabila posisi kepala bayi belum tepat.

Kelebihan:
  • Peredaran darah balik ibu dapat mengalir lancar.
  • Pengiriman oksigen dalam darah ibu ke janin melalui plasenta berjalan lancar.
  • Persalinan dapat berlangsung lebih nyaman karena proses pembukaan terjadi secara perlahan.
Kekurangan:
  • Dokter sulit membantu proses persalinan karena letak kepala bayi susah dimonitor, dipegang, atau diarahkan.
  • Dokter akan sulit untuk melakukan episiotomy.
4. Posisi Setengah Duduk

Dalam posisi ini ibu duduk dan punggung bersandar pada bantal. Kaki ibu ditekuk dengan paha dibuka kea rah samping.

Kelebihan:
  • Jalan lahir yang ditempuh janin untuk bisa keluar jadi lebih pendek.
  • Suplai oksigen dari ibu ke janin dapat maksimal.
Kekurangan:
  • Dapat menimbulkan rasa lelah.
  • Punggung akan terasa pegal, apalagi apabila proses persalinan berlangsung lama.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)