Senin, 27 Maret 2017

Menghindari Memegang Kucing saat Hamil

Menghindari Memegang Kucing saat Hamil
Menghindari Memegang Kucing saat Hamil
Apabila sebelum masa kehamilannya, Anda merupakan seorang ibu hamil yang senang memelihara hewan khususnya kucing. Maka, saat memasuki kehamilan, Anda harus berusaha menjaga jarak agar tidak terlalu dekat seperti masa Anda belum hamil. Resiko jika Anda masih dekat dengan kucing selama masa kehamilan adalah akan terganggunya perkembangan kehamilan akibat toksoplasmosis.

Toksoplasmosis merupakan resiko infeksi yang dibawa oleh kucing sebagai pembawa pembawa parasit Toxoplasma gondii yang kemudian semakin meningkatkan resikonya. Awalnya gejalanya ringan, hanya flu atau radang tenggorokan saja, hingga kelelahan dan demam, bahkan sampai kepada pembengkakan kelenjar getah bening.

Infeksi ini memang tanpa disadari banyak dialami oleh orang dewasa. Namun, jika sebelum hamil sudah terinfeksi toksoplasmosis terlebih dahulu. Maka, ketika hamil tubuh mengalami kekebalan sendiri untuk penyakit ini karena sistem imun sudah dibentuk oleh sistem tubuh.

Namun, tetap saja infeksi ini membahayakan. Toksoplasmosis akan menginfeksi hingga bayi dalam rahim dan mengganggu perkembangannya bahkan ada juga yang sampai keguguran. Parasit penyebab toksoplasmosis dibawa kucing.

Parasit tersebut mempunyai tepat hidup dalam usus kucing hingga akhirnya keluar lewat kotorannya. Kucing liar dengan jenis makanannya seperti tikus ataupun kucing liar yang terkontaminasi merupakan jenis kucing yang paling sering ditemukan memiliki parasit ini.

Sehingga, penyebab dari terinfeksinya manusia oleh parasit dari kucing tersebut yaitu dengan bersentuhan langsung baik itu dengan kucing ataupun ketika membuang kotorannya. Tetapi, bukan hanya dari kucing saja rupanya infeksi parasit penyebab toksoplasmosis ini. Mengkonsumsi daging mentah serta sayuran yang tidak dicuci bersih juga merupakan penyebab lainnya.

Resiko toksoplasmosis yang menginfeksi ibu hamil, maka bukan tidak mungkin bayinya juga akan terinfeksi. Kategorinya masuk ke dalam infeksi yang serius.

Di mana, resiko ringannya saja sudah berupa gangguan perkembangan bayi dalam rahim, kegugura, bayi cacat, kerusakan pada organ seperti mata dan otak, dan beberapa jenis gangguan pada janin lainnya. Sehingga, sangat disarankan beberapa cara berikut bagi Anda, ibu hamil yang memiliki kucing di masa kehamilannya.
  1. Memelihara kucing juga harus diperhatikan makanannya. Resiko toksoplasmosis bisa dikurangi dengan jenis makanan yang diberikan pada kucing berupa makanan jadi, yang dijual dalam kemasan.

    Ini dapat mengurangi resiko toksoplasmosis dibandingkan dengan kucing yang diberi makanan daging mentah. Jangan sampai kucing memakan tikus dan binatang lain yang dapat menyebabkan parasit penyebab toksoplasmosis dalam tubuhnya berkembang.
  2. Setiap kali sehabis beraktivitas, harus selalu mencuci tangan. Melakukannya bukan hanya ketika akan makan saja. Tanpa disadari, tangan akan menyentuh hidung ataupun mulut kapan saja. Sehingga, tangan harus selalu diusahakan tetap terjaga kebersihannya agar terhindar dari resiko toksoplasmosis ini.
     
  3. Sebaiknya, ketika memelihara kucing jangan memilih jenis kucing yang berasal dari kucing liar. Anda harus mengingat resiko yang akan dibawanya untuk kesehatan dan perkembangan bayi.
     
  4. Jangan sampai bersentuhan atau melakukan kontak langsung dengan kucing. Hal ini dilakukan sebagai cara mengurangi resiko dari terinfeksinya parasit penyebab toksoplasmosis. Tidak dianjurkan juga untuk membuang kotorannya atau membersihkan kandangnya.

    Jika hal ini terpaksa harus dilakukan, maka melakukannya harus menggunakan sarung tangan dan masker. Apabila sudah selesai, tangan pun harus dicuci bersih dengan menggunakan sabun serta air yang mengalir. Sebaiknya melakukan hal ini lebih baik meminta orang lain melakukannya dan dilakukan secara rutin.
     
  5. Selama masa kehamilan, tempatkan kucing jauh dari ruangan di mana Anda sering menghabiskan waktu. Baik itu kamar, ruang keluarga, ruang tamu, atau dapur. Harus diingat, bahwa toksoplasmosis penyebarannya terjadi di luar ruangan.

    Kucing sering kali menghabiskan waktunya di luar termasuk di halaman rumah, sehingga sangat beresiko tinggi bahwa kucing tersebut membawa bahkan telah menderita toksoplasmosis.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)