Kamis, 16 Maret 2017

Bahayakah Apabila Air Ketuban Keruh?

Bahayakah Apabila Air Ketuban Keruh?
Bahayakah Apabila Air Ketuban Keruh?
Pada masa kehamilan janin akan hidup di dalam perut ibu selama kurang lebih 9 bulan. Janin hidup pada sebuah selaput yang mengandung cairan untuk melindunginya dari infeksi tau dari goncangan. Cairan yang biasa dikenal dengan cairan ketuban ini juga berperan untuk menjaga kestabilan suhu di dalam perut ibu sehingga janin tetap bisa hidup dengan nyaman.

Air ketuban ini merupakan bagian dari tubuh yang akan mengalami perubahan. Jadi selama kehamilan, bukan hanya fisik anda yang nantinya akan berubah melainkan juga kondisi air ketuban juga akan senantiasa berubah seiring dengan pertumbuhan usia janin dalam kandungan.

Pada usia kehamilan yang mencapai 25 minggu, jumlah air ketuban yang berada di dalam tubuh ibu hamil biasanya akan mencapai volume sebesar 239 ml. seiring bertembahnya usia kandungan, maka jumlah air ketuban di dalam perut akan bertambah secara drastis.

Pada kehamilan yang sudah memasuki usia 33 minggu, jumlah rata–rata air ketuban yang ada di dalam tubuh ibu hamil sudah mencapai 985 ml. Kondisi air ketuban ini tidak hanya akan berpengaruh penting pada saat fase kehamilan saja namun juga akan memberikan pengaruh pada saat proses persalinan.

Pada saat persalinan, seorang bayi bisa saja memburuk kondisi kesehatannya dikarenakan air ketuban yang berubah menjadi abnormal. Salah satu gangguan yang mungkin bisa dialami oleh ibu hamil adalah air ketuban yang berubah menjadi keruh. Air ketuban yang berubah menjadi keruh dapat menggangu proses persalinan. Mengeruhnya air ketuban ini bisa disebabkan oleh beberapa hal dan diantaranya adalah:
  1. Faktor pertama yang mungkin menyebabkan air ketuban menjadi keruh adalah kondisi janin di dalam kandungan. Ada salah satu kasus mengeruhnya air ketuban di dalam kandungan yang diakibatkan oleh kurangnya pasokan oksigen oleh ibu kepada janin yang dikandungnya.

    Kurangnya pasokan oksigen ini diakibatkan oleh si ibu hamil yang ternyata diketahui memiliki penyakit asma. Kasus gangguan pada janin lain yang bisa menyebabkan air ketuban menjadi keruh adalah janin yang terlalu aktif bergerak sehingga menyebabkan tali pusar melilit si janin dan mengakibatkan stress.

    Pada saat mengalami stress, janin secara otomatis akan mengeluarkan senyawa mekonium. Mekonium adalah feses yang biasanya akan dikeluarkan pada saat bayi baru saja lahir. Mekonium ini akan mengakibatkan air ketuban menjadi hijau keruh. Pencemaran air keuban oleh mekonium dalam istilah medis dinamakan dengan MAS atau singkatan dari Meconium Aspiration Syndrome. Mengeruhnya air ketuban yang sampai berwarna hijau atau kehitaman jelas akan sangat berbahaya bagi kesehatan janin jika tidaks egera diambil tindakan medis secepatnya.

    Salah satu tindakan pencegahan pertama yang bisa anda lakukan untuk mencegah perubahan air ketuban ini adalah dengan banyak mengkonsumsi air kelapa muda yang mengandung elektrolit alami yang bisa membersihkan rahim dan menjaga kestabilan kondisi air ketuban.
  2. Kehamilan yang melebihi 37 minggu biasanya akan sangat beresiko janin terkena infeksi serta air ketuban menjadi keruh. Pada masa lebih dari 42 minggu plasenta bahkan sudah berhenti berfungsi sehingga membahayakan janin karena pasokan makanan dan oksigen akan terganggu. Jika sudah melebihi masa yang ditentukan, dokter kandungan biasanya akan melakukan tindakan medis untuk merangsang proses persalinan.
  3. Selaput ketuban yang pecah dapat menimbulkan infeksi sehingga mencemari air ketuban di dalamnya. Jika tidak segera ditangani dengan baik maka dikhawatirkan kondisi ini bisa mempengaruhi kondisi janin di dalam kandungan.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)