Minggu, 07 Mei 2017

Bahaya Penyalahgunaan Halusinogen Selama Masa Kehamilan

LSD (lysergic acid diethylamide) merupakan zat halusinogen yang populer diakhir tahun 1960an, terutama pada orang kulit putih, sosial ekonomi menengah ke atas dan berpendidikan namun saat ini pemakaian LSD menurun secara drastis. Setelah pemberian oral LSD dengan cepat diiabsorpsi dalam darah, walaupun otak tidak mengakumulasi LSD namun sangat rentan dengan efek yang ditimbulkannya.

Efek yang ditimbulkan umumnya bersifat simpatomimetik seperti dilatasi pupil, peningkatan tekanan darah, takikardia, hiperrefleksia, tremor, mual dan peningkatan suhu. LSD menimbulkan gangguan persepsi. Gejala awal pada pemakaian LSD timbul dalam beberapa menit berupa : pening, lemah, mual dan paresthesia, dalam 2 – 3 jam timbul ilusi visual dan gejala afektif, setelah 4 –5 jam akan timbul gejala panik dan merasa lepas. Waktu paruh LSD sekitar  3 jam, gejala mulai berkurang sekitar 12 jam, dan tidak terjadi sindroma putus obat, belum ada laporan kematian yang langsung disebabkan oleh LSD.

Pada tahun 1968 dan 1969 dilaporkan 2 kasus teratogenitas dari pemakaian LSD prenatal, menyebabkan defek pada anggota gerak, khususnya abnormalitas jari tangan dan adakalanya jari kaki. Mc Glothin dkk menemukan peningkatan insiden abortus spontan pada pemakai LSD dan kejadian anomali kongenital pada 14 dari 120 bayi, namun 5 dari bayi tersebut mempunyai orang tua dengan kelainan kongenital yang sama dan memakai LSD sebelum konsepsi sehingga nampaknya anomali tersebut bukan disebabkan oleh LSD. Beberapa peneliti menghubungkan pemakaian LSD dengan kerusakan kromosom namun yang lainnya masih memperdebatkan hubungan ini.

PCP (phencyclidine) biasanya dihisap bersama rokok dan marijuana, waktu paruhnya  sekitar  3 hari, efek puncaknya 4 – 6 jam setelah itu menurun. PCP bekerja menghambat reuptake dopamine, 5-hydroxytriptamine dan norepinephrine pada ujung-ujung saraf, dapat bersifat stimulan maupun depresan. Gejalanya berupa halusinasi, euforia, nystagmus, katatonik, berkeringat, kekakuan otot, tatapan mata yang kosong, amnesia, takikardia, hipertensi, hipersalivasi, dan gerakan yang berulang. Bayi yang lahir dari ibu yang memakai PCP dapat memberikan gejala: mikrocephali, malformasi cerebelum, refleks menurun, agitasi dan perubahan kesadaran.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)