Selasa, 18 April 2017

Tanda Bahaya Pada Kehamilan, Persalinan dan Nifas

Sebelumnya kami telah membahas tentang tanda-tanda awal kehamilan yang dialami di masa-masa awal. Sekarang kami akan membahas tentang tanda bahaya pada kehamilan, pada saat persalinan dan juga pada saat nifas.

Saat menjalani kehamilan hingga masa persalinan dan nifas, beberapa Ibu sering mengalami beberapa permasalahan dan keluhan. Hal ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi juga dapat membahayakan Ibu dan janin yang sedang dikandungnya. Jika tanda – tanda yang membahayakan sudah timbul pada saat kehamilan, persalinan dan nifas sudah dialami, maka sudah seharusnya Ibu memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit. Hal ini sangat penting untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan.

Permasalahan kesehatan pada masa kehamilan, persalinan dan nifas ini sering kali terjadi secara tiba – tiba dan tanpa gejala yang berarti. Sebelum hal – hal yang tidak diinginkan terjadi, ada baiknya semua calon ibu, dan semua orang terdekatnya mengetahui apa saja tanda yang membahayakan tersebut. 

Berikut beberapa tanda bahaya pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas yang harus diketahui sehingga akibat fatalnya dapat dicegah;

1. Mual dan Muntah yang Hebat di Awal Kehamilan

Mual dan muntah pada saat usia kehamilan masih di trimester pertama adalah hal yang lumrah dan dialami oleh 75% Ibu yang sedang mengandung. Masalah ini disebabkan oleh perubahan hormon yang sangat drastis sehingga mempengaruhi metabolisme dalam tubuh, termasuk pada system pencernaan. Masalah mual dan muntah juga akan berkurang dan kemudian hilang dengan sendirinyasaat kehamilan sudah menginjak ke usia trimester kedua.Namun, lain halnya jika mual dan muntah hebat yang dialami Ibumembuat kesehatan menjadi sangat menurun, Ibu jadi tidak mau makan, sangat lemah dan tidak bisa bangun. Keadaan ini membuat sang Ibu dan janin dalam bahaya dan memerlukan perawatan medis hingga keadaan menjadi lebih baik.

2. Berbagai Jenis Pendarahan yang Terjadi Semasa Hamil, Malahirkan, atau Nifas

Pendarahan merupakan masalah serius apabila ditemukan terjadi pada ibu hamil, melahirkan atau dalam masa nifas. Pendarahan yang hebat dan terlambat ditangani ahli medis sering kali menyebabkan kematian pada janin maupun sang Ibu. 

Ada beberapa macam pendarahan yang mungkin di alami pada masa ini, yaitu;
  • Pendarahan di jalan lahir yang terjadi setelah Ibu tidak lagi datang bulan selama 1-2 peiode. Pendarahan ini disertai dengan nyeri hebat di bagian bawah perut. Ibu harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis karena masalah ini dapat berakibat fatal bagi Ibu.
  • Pendarahan di jalan lahir pada usia kehamilan kurang dari 3 bulan. Pendarahan ini biasanya disebabkan oleh keguguran dan mungkin juga membahayakan jiwa sang Ibu. Segera bawa Ibu ke rumah sakit agar dapat diberikan pertolongan medis yang tepat. Kemungkinan untuk janin diselamatkan masih ada. Namun jika tidak bisa, Ibu memerlukan perawatan khusus agar tidak mengalami infeksi atau gangguan kesehatan lainnya.
  • Pendarahan di jalan lahir yang terjadi saat usia kandungan menginjak bulan ke 7 sampai 9. Meskipun pendarahan yang terjadi bukan merupakan pendarahan hebat. Ibu perlu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dengan tepat karena kemungkinan Ibu dan janin dalam keadaan bahaya.
  • Pendarahan yang hebat yang terjadi pada saat persalinan. Hal ini dapat terjadi sesaat setelah kelahiran atau kurang lebih satu jam setelahnya. Pendarahan hebat ini merupakan masalah yang paling sering menyebabkan kematian pada Ibu dalam proses persalinan dalam waktu kurang dari 2 jam saja.jika hal ini terjadi, segera bawa sang Ibu ke rumah sakit agar nyawanya dapat segera tertolong.
  • Pendarahan hebat dan tidak normal yang disertai demam dan bau tidak sedap dalam masa nifas atau sekitar 42 hari setelah persalinan.Masalah ini juga merupakan masalah serius yang mengharuskan sang Ibu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis dan mencegah kefatalan.
3. Bobot Tubuh Ibu Hamil yang Tidak Betambah

Normalnya, bobot tubuh seorang Ibu hamil akan bertambah sekitar 9-12 kg selama Sembilan bulan kehamilannya. Bertambahnya berat badan adalah hal yang semestinya terjadi karena adanya janin yang terus tumbuh di rahim ibu serta jaringan di dalam tubuh Ibu yang juga terus berkembang seiring semakin tuanya usia kandungan. Bobot tubuh yang bertambah pada Ibu hamil pada umumnya mulai terjadi di usia kehamilan 4 bulan. Oleh karena itu, jika Ibu tidak melihat adanya pertambahan bobot tubuh di akhir bulan keempat kehamilan atau bobot tubuh Ibu tidak lebih dari 45 kg di akhir trimester kedua, maka Ibu harus melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan. Dengan memeriksakan kandungan ke ahli medis, akan diketahui beberapa masalah yang mungkin ada seperti janin yang berhenti berkembang, adanya infeksi penyakit pada ibu dan janin, kurangnya asupan gizi semasa kehamilan dan lain sebagainya.

4. Mengalami Bengkak yang Tak Wajar

Bengkak pada kaki atau tangan merupakan masalah kehamilan yang lumrah dialami oleh Ibu hamil di usia kandungan 6 bulan ke atas. Namun, masalah ini menjadi cukup serius ketika bengkak pada wajah, kaki, dan/atau tangan disertai dengan kejang, sakit kepala, dan tekanan darah tinggi.Keadaan yang disebut eklamsi atau keracunan kehamilan ini berbahaya dan dapat berakibat fatal bagi Ibu dan janin. Segera bawa sang Ibu ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat serta dapat menyelamatkan sang Ibu dan kandungannya.

5. Posisi Janin yang Tidak Normal

Pada usia kehamilan di trimester ketiga, posisi janin yang normal adalah dengan kepala di bawah dan wajah menghadap ke bagian punggung Ibu. Ketika persalinan sudah dekat, janin akan terus mendesak ke bawah hingga masuk ke salam rongga panggul. Pada beberapa kasus kehamilan, posisi janin terlihat tidak normal saat di USG; dengan posisi kepala di atas ataupun melintang. Jika hingga usia kehamilan mencapai 9 bulan janin tidak juga berputar ke posisi normal, maka Ibu harus melahirkan di rumah sakit agar dapat ditangani dengan benar dan selamat.

Masalah lain yang mungkin terjadi saat persalinan adalah terlihatnya bagian tubuh lain dari janin selain kepala (kaki, tangan atau tali pusar) yang terlihat di jalan lahir. Kondisi ini mengharuskan Ibu dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan tindakan medis agar Ibu dan janin dapat lahir selamat.

6. Ibu Menderita Penyakit Berbahaya Saat Hamil

Menjaga kesehatan adalah hal penting yang harus dilakukan agar janin yang dikandung pun bisa menjadi sehat. Namun, ada beberapa penyakit berbahaya yang mengharuskan Ibu mendapatkan perawatan rutin dari dokter seperti, anemia akut, sakit jantung yang ditandai sesak nafas dan berdebar – debar,malaria, TBC, dan infeksi kelamin.

7. Masalah Dalam Persalinan

Saat menghadapi persalinan, seorang Ibu dapat menghadapi berbagai permasalahan seperti pecah ketuban sebelum waktunya dan juga persalinan yang lama. Pecahnya ketuban sebelum waktu persalinan adalah masalah serius yang dapat membuat janin terinfeksi. Normalnya, ketuban pecah pada saat menjelang persalinan dengan warna jernih kekuningan, berlendir dan sedikit darah. Jika air ketuban keluar sebelum waktunya, segera bawa Ibu ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.

Masalah lainnya adalah proses persalinan yang terlalu lama. Pada persalinan anak pertama, waktu normalnya adalah 12 jam dan lebih cepat pada persalinan selanjutnya. Jika masalah ini terjadi, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis agar Ibu tidak terinfeksi atau mengalami pendarahan.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)