Sabtu, 15 April 2017

Ibu Muda Beresiko Tinggi Mengalami Baby Blues?

Ketika ibu sudah menjalani proses persalinan, apabila ibu merasakan cemas, takut, hingga timbul rasa dimana ibu merasa belum cukup siap untuk menjalani kehidupan sebagai ibu untuk merawat bayinya, tandanya baby blues terjadi pada ibu.

Baby blues memang merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat faktor psikologis di masa setelah melahirkan. Ibu baru merupakan mereka yang mengalami kondisi baby blues ini. Jika baby blues dikaitkan dengan ibu muda mungkin benar. Namun, hal lumrah yang terjadi adalah baby blues terjadi hampir pada semua ibu baru bukan ibu muda.

Baby blues mungkin mengkhawatirkan, namun kondisinya hanya akan memakan waktu tiga minggu setelah masa kelahiran. Jadi, jangan mengkhawtirkannya. Biasanya baby blues ini muncul ketika ibu sudah pulang ke rumah dari rumah sakit, dan menghadapi keadaan harus merawat bayi sendiri.

Pemicu lain dari terjadinya baby blues adalah menurun dengan tajamnya hormon estrogen serta hormon progesteron yang terjadi setelah masa melahirkan. Sementara untuk hormon ploaktin serta hormon oksitosin akan meningkat karena adanya produksi untuk ASI. Suasana hati terlebih emosi ibu akibat perubahan hormon yang terjadi juga ikut mengalami perubahan.

Dikatan bahwa ibu muda rentan terkenan baby blues ini adalah karena faktor psikologisnya. Ibu muda juga sebagai ibu baru tentu akan mengalami berbagai kedaan yang menjadikannya sebagai faktor terjadinya baby blues tersebut. Berikut faktor-faktor tersebut:
  1. Masalah finansial merupakan masalah paling sensitif. Untuk menghindari kondisi baby blues terjadi, maka lakukanlah periapan untuk keadaan finansial ini sebelum masa kehamilan direncanakan. Masalah finansial akan membuat baby blues terjadi dalam waktu yang berkepanjangan jika tidak terjadi kesiapan finansial tersebut sebelumnya.
     
  2. Terpenjaranya waktu menjadi salah satu penyebab baby blues pada ibu muda. Karena masa muda adalah masa dimana biasanya waktu dihabiskan dengan kegiatan di luar rumah bersama teman khususnya, sekarang ketika sudah melahirkan dihadapkan pada kenyataan harus berada di rumah untuk mengurus bayi.

    Keadaan tersebut lah yang akhirnya menjadi penyebab baby blues. Merasa tidak siap untuk mengurus bayi yang disertai perasaan bosan karena berada di rumah dengan kegiatan yang dianggapnya membosankan juga.
     
  3. Kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga dan teman akan membuat pasangan muda kehilangan rasa percaya dirinya dalam menjadi ibu. Adanya komunikasi yang tidak terjaga akan membuat ibu muda ini menjadi tidak bisa membagi masalah yang dihadapinya seputar menjadi ibu sehingga kekecewaan dengan datangnya anak pertama pun terjadi. Ibu akan merasa dirinya lemah disamping ketidak percayaan dirinya tersebut.

    Sehingga, untuk menghindari hal ini dibutuhkan komunikasi dengan keluarga maupun teman terdekat di samping dengan suami dalam membangun kepercayaan diri serta motivasi untuk menghadapi kelahiran anak pertama ini termasuk setelah kelahirannya nanti.
     
  4. Baby blues berkepanjangan juga bisa terjadi karena kecemburuan. Melihat suami yang begitu dekat dan sayang pada bayi pertama akan membuat ibu memiliki rasa cemburu. Rasa cemburu tersebut oleh beberapa ibu muda yang mengalaminya akan menunjukannya langsung pada sang suami, namun ada juga yang hanya diam dan menyembunyikannya.

    Untuk mengatasinya, seharusnya hal ini dijelaskan kepada suami serta suami memberikan penjelasan juga yang bisa menjadi pengertian bagi sang istri. Jangan sampai istri hanya menyebunyikannya dan membuat masalah baby blues ini menjadi berkepanjangan.
     
  5. Ibu muda cenderung berpikir perfeksionis yang berlebihan. Ia menuntut dirinya sendiri agar menjadi ibu yang sempurna serta menuntut sang suami menjadi ayah yang sempurna dengan bisa menjadi teladan bagi sang anak dengan selalu menemani ibu muda ini dalam merawat bayi pertama mereka.

    Namun, keadaan tidak memungkinkan jika sang suami terus berada didekatnya menemaninya merawat bayi membuat ibu muda ini depresi karena keingininnya yang sempurna tidak bisa diwujudkannya. Untuk itu, diperlukan seorang ibu khususnya yang masih muda agar memiliki pola pikir yang realistis serta menjalani kehidupan apa adanya ketika masa kelahiran sudah dijalani.
     
  6. Hubungan dengan pasangan pun bisa menjadi masalah dari terjadinya baby blues karena hubungan yang terjalin tidak tercipta dengan baik. Ibu muda pun terpicu menjadi depresi. Atasilah segera hal ini dengan mengkosultasikan masalah dengan konsultan pernikahan agar masalah segera selesai dan tidak mempengaruhi keadaan ketika bayi pertama nanti lahir.
Baby blues bukan hanya terjadi pada ibu muda saja. Ibu dengan kelahiran anak kedua maupun selanjutnya juga bisa saja mengalami baby blues. Perbedaannya terletak pada waktu dimana ibu akhirnya bisa menyadari serta menerima keadaannya. Jika kebanyakan terjadi pada ibu muda, itu terjadi di samping faktor psikologis juga karena pengetahuan dan pengalamannya yang masih kurang.

Baby blues pada ibu muda juga tidak akan terjadi berkepanjangan jika sebelumnya telah dipersiapkan selain dirinya juga lingkungan yang akan mendukungnya sebagai seorang ibu setela masa kelahiran dilewati. Baby blues juga bisa diatasi ketika anak kedua atau selanjutnya lahir dengan sebelumnya mendiskusikan masalah pembagian waktu bersama suami untuk merawat bayi bersama.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)