Jumat, 28 April 2017

Bahaya Merokok Selama Masa Kehamilan

Rokok merupakan bentuk penyalagunaan yang paling sering ditemukan. Insiden wanita hamil yang merokok berkisar 16,3 – 52%. Asap rokok mengandung sejumlah teratogen potensial termasuk nikotin, kontinin, sianida, tiosianat, karbon monoksida, kadmium, timbal, dan berbagai hidrokarbon. Selain bersifat fetotoksik, banyak dari zat ini juga memiliki efek vasoaktif atau mengurangi kadar oksigen. Karbon monoksida melewati  plasenta dan berikatan dengan hemoglobin membentuk karboksihemoglobin yang mengurangi kapasitas pengangkutan oksigen oleh darah. Karbondioksida meningkatkan afinitas hemoglobin terhadap oksigen, yang akan mengganggu distribusi oksigen ke jaringan.

Hampir semua komplikasi pada plasenta dapat ditimbulkan oleh rokok, yang meliputi : abortus, solusio plasenta, insufisiensi plasenta, berat badan lahir rendah dan plasenta previa. Hal-hal ini dapat meningkatkan angka kematian neonatus dan sindroma kematian bayi mendadak (SIDS).

Efek merokok pada reproduksi yang paling banyak didokumentasikan adalah hambatan pertumbuhan janin.  Peningkatan risiko ini tergantung pada jumlah rokok yang diisap per hari. Seorang perokok berat akan melahirkan bayi dengan berat badan 458 gram lebih ringan dibandingkan dengan yang bukan perokok. Dampak rokok terhadap berat badan lahir juga berhubungan dengan  meningkatnya umur ibu. Seorang perokok pasif akan mempunyai risiko yang sama dengan perokok aktif antara 1 – 5 batang per hari. Wanita yang mulai merokok pada kehamilan trimester dua atau tiga mempunyai risiko yang sama untuk mendapat bayi yang kecil masa kehamilan  dengan mereka yang merokok sepanjang kehamilan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh terbesar terhadap pertumbuhan terjadi sesudah trimester pertama dan bila bila rokok dihentikan dalam masa kehamilan maka akan meningkatkan pertumbuhan janin  dan menurunkan kejadian partus prematur.

Bayi seorang perokok bukan hanya mempunyai berat badan lahir yang rendah tetapi juga ukuran panjang tubuh, ukuran kepala dan dada  yang lebih kecil, pH darah tali pusat yang rendah, dan menunjukkan lebih banyak kelainan pada pemeriksaan neurologis.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)