Selasa, 07 Maret 2017

Mitos-Mitos Seputar Seks Pada Wanita

Mitos-Mitos Seputar Seks Pada Wanita
Mitos-Mitos Seputar Seks Pada Wanita
Seperti halnya pada pria, mitos-mitos seputar seks pada wanita juga banyak beredar di masyarakat. Berikut adalah uraian mitos-mitos seputar seks pada wanita :

1. Vagina Kering

Normalnya seorang wanita yang mengalami rangsangan seksual memberikan reaksi seksual berupa keluarnya cairan/lendir dari dinding vagina, cairan ini berfungsi sebagai lubrikan/pelicin. Bila vagina wanita masih kering berarti dia belum mengalami reaksi seksual dan belum siap untuk berhubungan seksual. Bila dalam keadaan demikian hubungan seksual tetap dilakukan juga, maka akan terjadi gangguan rasa nyeri pada pria maupun wanita, yang selanjutnya dapat terjadi lecet, luka dan peradangan vagina. Jadi mitos seks tentang vagina kering dapat memberikan kepuasan yang lebih, adalah tidak benar. Sehingga sangat disayangkan bila para pria meminta pasangannya untuk membuat vaginannya agar selalu kering.

2. Perawan harus mengeluarkan darah

Mitos mengenai perawan yang harus mengeluarkan darah ketika pertama kali berhubungan sebenarnya timbul karena pada jaman dahulu perempuan hanya dianggap sebagai obyek seksual oleh pria.  Sehingga ketika melakukan hubungan seks biasanya wanita dalam keadaan tidak terangsang atau tidak siap, dan sering kali hubungan seksual terjadi dalam keadaan terpaksa. Akibatnya terjadilah robekan pada kelamin yang menyebabkan perdarahan. Padahal bila dalam keadaan terangsang dan siap maka wanita dapat melakukan hubungan seksual dengan lancar tanpa rasa nyeri dan tanpa perdarahan.

3. Seks setelah menopause tidak mungkin lagi

Sebuah riset menyatakan bahwa wanita justru lebih besar kemungkinannya untuk mendapatkan orgasme dibandingkan sebelum menopause dan lebih besar kemungkinannya mendapatkan multiorgasme setelah masa menopause. Hal tersebut dikarenakan setelah menopause wanita cendrung lebih bisa menhilangkan kekhawatiran akan terjadinya kehamilan, wanita diatas 50 tahun telah memiliki keahlian dan pengalaman yang memadai dalam melakukan hubungan suami-istri, sebagian besar telah mengenal dengan baik pola permainan pasangannya ketika berhubungan. Kenikmatan melakukan seks setelah menopause juga akan bertambah bila suami menggunakan kondom, sebab pada wanita menopause sekresi/produksi cairan vagina biasanya menjadi berkurang akibatnya wanita sering merasa nyeri saat berhubungan seksual. Kondisi tersebut akan berbeda bila suami mau menggunakan kondom, sebab  lubrikan/pelicin  yang ada pada kondom akan membantu kondisi tersebut.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)