Rabu, 08 Maret 2017

Meningkatkan Pengetahuan Seks Remaja

Meningkatkan Pengetahuan Seks Remaja
Meningkatkan Pengetahuan Seks Remaja
Seks yang dilakukan di usia dini dan di luar pernikahan memiliki resiko yang sangat tinggi dalam berbagai hal. Resiko yang jelas terlihat dan sering dihadapi misalnya kehamilan dan penyakit menular seksual.

Sedangkan di sisi lain, para remaja tidak memiliki pengetahuan yang banyak mengenai seks. Berdasarkan riset ditemukan bahwa remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35% dari film porno, dan hanya 5% dari orang tua. Oleh sebab itu, wajar jika terjadi banyak penyalahgunaan seks karena pengetahuan yang tidak memadai.

Beberapa resiko karena melakukan hubungan seks di usia dini dan di luar pernikahan yaitu:

Masa Depan Suram

Penelitian yang dilakukan oleh University of Glasgow pada 5000 remaja menemukan bahwa banyak diantara remaja tersebut mengalami putus sekolah karena hamil terlebih dahulu. Remaja yang diteliti berumur sekitar 14-19 tahun.

Terlebih aturan di Indonesia seringkali mengeluarkan para siswa yang ketahuan hamil atau menghamili. Padahal, salah satu tangga yang paling penting untuk meniti masa depan adalah dengan memiliki pendidikan yang baik.

Kesehatan Reproduksi


Anak di bawah umur memiliki potensi kehamilan berisiko tinggi. Ini karena secara fisik, tubuh remaja belum siap untuk mengandung bayi. Bahkan kehamilan di usia remaja dinyatakan sebagai faktor kematian nomer satu di dunia. Anak berumur sekitar 15 tahun memiliki resiko lima kali lebih tinggi dibanding perempuan dewasa berumur di atas 20 tahun.

Kesiapan mental dan materi

Pernikahan akibat kehamilan yang tidak direncanakan adalah salah satu faktor terbesar yang mengakibatkan bahtera pernikahan kandas. Ini karena kesiapan emosi atau mental yang masih rendah sehingga rentan terjadi perselisihan yang berujung pada perceraian. Terlebih lagi beban materi yang tinggi menyebabkan beban semakin bertambah sehingga menambah resiko perceraian.

Oleh sebab itu, hal yang paling penting dilakukan oleh para remaja adalah memperbanyak membaca segala hal mengenai seks, khususnya dari tinjauan klinis dan kesehatan untuk pendidikan, bukan bacaan seks murahan. Hal ini karena hampir sebagian besar para remaja mendapat informasi yang salah misalnya dari teman dan film porno, dan malu untuk konsultasi ke orangtua.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)