Sabtu, 29 April 2017

Durasi Latihan Kardio

Latihan kardiovascular atau yang sering pula disebut sebagai latihan aerobic merupakan jenis olahraga yang paling mudah dan paling murah untuk dilakukan. Latihan kardio bisa dilakukan oleh siapa pun tanpa mengenal batas usia dan gender selain itu juga dapat dilakukan kapan pun kita mau. Meski terlihat sederhana, namun ternyata latihan ini memberikan banyak sekali manfaat kepada tubuh, terutama untuk menjaga kesehatan jantung. Hal ini karena latihan ini secara efektif mampu membantu pembakaran lemak di dalam tubuh sehingga dapat menurunkan resiko serangan jantung. Ada beberapa jenis latihan kardiovacular yang sudah sangat dikenal, yakni lari, jogging, bersepeda, renang serta senam.

Durasi Kardio Intensitas Rendah

Menurut penelitian yang dilakukan berbagai pihak, durasi latihan kardio yang efektif untuk pembakaran lemak adalah sekitar 45 menit namun dengan intensitas rendah hingga sedang. Dengan durasi yang cukup lama namun dengan intensitas yang cukup ringan, maka tubuh akan dirangsang untuk secara kontinu menghasilkan tenaga dengan cara mengurangi jumlah lemak yang ada di tubuh. Namun ternyata, hal tersebut masih menjadi masalah terutama bagi orang-orang yang memiliki kesibukan cukup tinggi. Meluangkan waktu 45 menit terkadang bisa menjadi sangat sulit karena selalu dikejar oleh jadwal.

Durasi Kardio HIIT
Oleh karenanya, diciptakan jenis latihan kardio yang disebut High Intensity Interval Training atau HIIT. Latihan jenis ini mengkombinasikan latihan dengan intensitas tinggi dengan intensitas rendah atau sedang dalam interval waktu tertentu. Sebagai contoh: melakukan sprint selama 20-30 detik kemudian berlari-lari kecil atau berjalan dengan durasi 60-90 detik. Lakukan kombinasi tersebut secara berulang-ulang selama 15 sampai 20 menit. Kombinasi tersebut diketahui memberikan efek yang serupa dengan melakukan latihan intensitas rendah selama 45 menit.

Tapi, mengapa HIIT memberikan efektivitas lebih dibandingkan latihan kardio intensitas rendah dengan durasi yang lebih lama? Hal ini disebabkan karena latihan dengan intensitas tinggi seperti sprint akan memacu kerja jantung lebih keras yang imbasnya konsumsi atau kebutuhan oksigen akan meningkat. Hal ini kemudian akan meningkatkan metabolisme tubuh yang akibatnya akan semakin banyak kadar lemak yang terbakar di dalam tubuh. Sebuah penelitian bahkan menyebut bahwa latihan dengan teknik ini memiliki efektivitas 9 kali dibanding latihan dengan intensitas sedang ataupun rendah. Selain itu, latihan intensitas tinggi juga membantu agar massa otot tetap terjaga dan waktu yang dibutuhkan juga lebih singkat.

Untuk menjaga efektivitas HIIT, ada baiknya melakukan latihan pada saat pagi hari setelah bangun tidur atau dalam keadaan perut masih kosong. Namun, tetap dianjurkan untuk meminum air putih dalam jumlah yang relative banyak untuk menjaga agar tidak terkena dehidrasi. Selain itu, setelah latihan juga dianjurkan untuk sarapan agar tubuh kembali mendapat asupan energi. Akan tetapi hendaknya memilih menu sarapan yang sehat sehingga tidak berfek buruk kepada tubuh.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)