Kamis, 30 Maret 2017

Waspadai Emboli Ketuban, Penyumbatan Sirkulasi Darah Pasca Melahirkan

Waspadai Emboli Ketuban, Penyumbatan Sirkulasi Darah Pasca Melahirkan
Waspadai Emboli Ketuban, Penyumbatan Sirkulasi Darah Pasca Melahirkan
Salah satu risiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil setelah melahirkan adalah ancaman dari gelembung yang dapat menghambat pasokan oksigen yang akan diedarkan ke seluruh tubuh ibu. Kondisi ini dapat dialami oleh siapapun.

Ibu yang tidak memiliki riwayat penyakit apapun juga dapat mengalaminya. Namun demikian, satu hal yang perlu anda ketahui adalah bahwa ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan terjadinya emboli. Penjelasan mengenai penyumbatan sirkulasi darah pasca melahirkan dapat anda simak sebagai berikut.

Apa yang dimaksud dengan Emboli?

Dalam istilah kedokteran, emboli tentunya sudah tak asing lagi. Istilah emboli berasal dari bahasa Yunani yang artinya embolus atau sumbat. Sedangkan pengertian embolus adalah obstruksi pembuluh darah oleh materi yang tidak larut yang bisa disebabkan oleh bakteri, gas, lemak, parasit ataupun sel kanker.

Emboli tidak hanya terjadi pada ibu hamil setelah persalinan, tapi juga dapat terjadi pada siapapun dalam kondisi tertentu yang mengakibatkan terhambatnya oksigen. Hal ini mengakibatkan sistem tubuh menjadi terhenti. Pengaruh yang ditimbulkan oleh emboli sendiri juga berbeda-beda, seuai dengan terjadinya emboli.

Sebagai contoh, emboli yang terjadi di jantung mengakibatkan kerja jantung menjadi abnormal,dimana jantung akan bergetar dan mengganggu kerja pembuluh darah ke leher sehingga transportasi darah ke otak menjadi terhalang. Dalam waktu beberapa menit saja, kondisi ini dapat mengakibatkan pasokan oksigen terhenti dan akan memicu terjadinya stroke emboli.

Emboli Ketuban Dapat Mengancam Ibu Pasca Persalinan

Salah satu emboli yang dapat terjadi pada ibu pasca persalinan adalah emboli udara, yaitu masuknya udara ke dalam pembuluh ibu setelah melahirkan, sehingga mengakibatkan terjadinya gelembung.

Pasokan oksigen di dalam tubuh akan menjadi terhambat akibat terjadinya gelembung tersebut. Sementara itu, yang dimaksud dengan emboli ketuban adalah kondisi dimana terjadinya air ketuban yang masuk ke dalam pembuluh darah sehingga mengakibatkan sirkulasi darah menjadi terhambat.

Apabila sirkulasi darah terhambat, maka dapat mengakibatkan terjadinya gagal nafas, gagal jantung bahkan pendarahan.

Ibu yang mengalami emboli peluang hidupnya sangat tipis. Bahkan peluang ibu yang mampu berlangsung hidup kurang dari 10%. Sedangkan 70% ibu yang dapat hidup mengalami gangguan kesehatan, terutama gangguan saraf.

Terjadinya emboli ketuban disebabkan oleh cairan amino yang masuk melalui rahim atau saluran plasenta ke dalam sirkulasi darah. Pada saat cairan tersebut masuk dan mencapai pembuluh darah, reaksi yang terjadi bergantung pada lokasi terjadinya hambatan.

Apabila hambatan terjadi pada saluran menuju jantung, maka dapat memicu terjadinya gagal jantung. Begitupun apabila hambatan terjadi pada saluran yang menuju paru-paru, maka dapat mengakibatkan terjadinya gagal pernafasan.

Terjadinya Emboli Air Ketuban

Emboli air ketuban dapat terjadi apabila cairan lendir atau sel gepeng masuk ke dalam tubuh ibu saat melahirkan. Emboli tersebut dapat bereaksi paling singkat 30 menit dan paling lama 48 jam seusai persalinan. Pada umumnya, reaksi tersebut dapat timbul berdasarkan luka atau inflamasi yang ditimbulkan oleh adanya hambatan sirkulasi.

Apabila inflamasi semakin besar, maka reaksi yang ditimbulkan akan semakin cepat. Risiko kematian pada ibu yang mengalami emboli air ketuban hampir 80% yang berakibat fatal. Hal ini disebabkan oleh adanya benda asing yang masuk sehingga sirkulasi darah di dalam paru-paru dan jantung menjadi terganggu.

Penanganan emboli air ketuban belum bisa dilakukan dengan baik karena tidak adanya penatalaksanaan yang spesifik.

Cara Mencegah Emboli

Pada dasarnya, terjadinya emboli tidak dapat diprediksi kapan munculnya. Bahkan meski dalam keadaan normal sekalipun, risiko terjadinya emboli tetap ada. Namun demikian, emboli dapat dicegah melalui diagnosis penyakit yang dapat memicu timbulnya emboli.

Setiap jenis emboli memiliki perbedaan sesuai dengan area yang mungkin terjadi hambatan. Pencegahan pun dapat dilakukan untuk memperkecil risiko terjadinya emboli tersebut. Sebagai contoh emboli air ketuban yang dapat terjadi di negara maju sekalipun.

Salah satu cara untuk mengetahui kemungkinan terjadinya emboli air ketuban pada ibu hamil adalah dengan melakukan pemeriksaan antenatal (terencana dan terjadwal berupa observasi, edukasi dan penanganan medik).
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)