Senin, 13 Maret 2017

Berat Badan Ideal Ibu Hamil Selama Kehamilan

Berat Badan Ideal Ibu Hamil Selama Kehamilan
Berat Badan Ideal Ibu Hamil Selama Kehamilan
Bagi kebanyakan wanita, berat badan yang bertambah secara drastis sering dianggap sebagai hal yang lumrah selama menjalani masa kehamilan. Namun walaupun kebanyakan wanita akan menimbun lemak berlebih selama masa kehamilan dan pasca melahirkan, ada baiknya jika ibu hamil menjaga agar berat badannya tetap stabil sehingga tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk. Peningkatan berat badan secara drastis ini biasanya terjadi pada masa trimester kedua dan ketiga kehamilan. Pada fase ini biasanya tubuh ibu hamil sudah mulai menyesuaikan diri dengan kondisi kehamilan sehingga rasa mual berkurang serta nafsu makan mulai bertambah.

Kenaikan total berat badan normal selama kehamilan jika berat janin yang dikandung tidak dihitung adalah sekitar 12 hingga 15 kilogram. Idealnya, sebelum memulai kehamilan caolon ibu disarankan untuk menjaga berat badannya antara 45 hingga 65 kilogram berdasarkan tinggi rata – rata orang Indonesia pada umumnya. Berat badan ibu yang kurang (underweight) atau kelebihan berat badan (overweight/obesity) cenderung berbahaya dan akan memberikan dampak negatif bagi janin yang dikandung serta bagi ibu hamil itu sendiri. Kekurangan berat badan selama kehamilan dapat membuat si ibu hamil merasa cepat lelah dan kehilangan energi yang selama kehamilan sehingga mempengaruhi janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, wanita yang terlalu kurus biasanya disarankan untuk menambah berat badan antara 10 hingga 15 kilogram sehingga tubuhnya siap untuk kehamilan. Sedangkan ibu hamil yang mengalami obesitas akan meningkatkan resiko penyakit diabetes hingga tekanan darah tinggi. Penambahan berat badan yang ideal bagi ibu hamil yang terlalu kurus adalah sekitar 0,5 kilogram setiap minggunya. Jangan hanya mengejar target menambah berat badan dengan mengkonsumsi makanan tinggi lemak saja namun makanlah makanan yang mengandung gizi serta nutrisi seimbang yang juga berguna bagi pertumbuhan janin.

Resiko lain yang mungkin timbul bagi wanita gemuk yang hamil adalah kemungkinan penyempitan plasenta dikarekanan timbunan lemak berlebih. Plasenta yang penyempit akan menghalangi suplai oksigen hingga sari – sari makanan sehingga dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan sel – sel otak janin yang dapat menyebabkan berkurangnya kecerdasan di jabang bayi. Bagi anda yang overweight atau obesitas, dianjurkan untuk menurunkan berat badan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk hamil. Atau bagi ibu hamil yang memiliki masalah berat badan dianjurkan untuk tetap melakukan olahraga ringan selama menjalani kehamilan seperti jalan santai, senam kehamilan, yoga, atau berenang. Lakukan olahraga yang ringan sehingga tidak membahayakan janin. Olahraga yang terlalu keras dapat mengakibatkan pembakaran lemak berlebih yang dapat meracuni janin karena keton lemak yang dilepaskan selama pembakaran lemak terjadi.

Mitos yang selama ini sering kita dengar di masyarakat adalah angapan bahwa ibu hamil harus makan dua kali lebih banyak dibandingkan dengan orang normal karena ibu hamil sekali makan untuk dua orang yaitu ibu hamil itu sendiri serta janin yang dikandungnya. Faktanya, janin tidak membutuhkan asupan makanan sebanyak orang dewasa atau anak – anak. Kebutuhan makanan seorang ibu hamil hanya akan naik sekitar 10 hingga 15% saja selama kehamilan. Jadi kehamilan sebanarnya bukanlah sebuah alasan untuk menjadi rakus dan menyantap sebanyak mungkin makanan yang bisa anda makan. Yang paling baik adalah menyantap makanan dalam porsi normal namun dengan kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang. Walaupun tetap dibutuhkan, batasi asupan makanan berlemak tinggi, berminyak, serta yang mengandung kolesterol tinggi.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)