Minggu, 12 Maret 2017

Pertanyaan-Pertanyaan Seputar Persalinan

Pertanyaan-Pertanyaan Seputar Persalinan
Pertanyaan-Pertanyaan Seputar Persalinan
Menjelang persalinan tentunya banyak sekali hal yang perlu dipersiapkan oleh calon orang tua terutama sang ibu. Selain persiapan barang-barang yang nantinya akan dipergunakan oleh sang bayi, persiapan fisik dan mental juga menjadi salah satu hal yang sangat penting. Khusus untuk persiapan mental calon orang tua terutama sang ibu, mencari tahu segala informasi mengenai persalinan dan hal-hal yang akan dilalui pada proses melahirkan akan sangat membantu dalam mempersiapkan kondisi mental sang ibu saat waktu melahirkan sudah tiba. Berikut ini adalah beberapa informasi seputar persalinan yang perlu diketahui dan banyak menjadi pertanyaan para calon ibu.

Perubahan Kondisi Rahim

Menjelang waktu melahirkan, ada beberapa perubahan yang akan terjadi pada rahim sang ibu contohnya saja bagian alat kelamin yang terasa lebih basah dibandingkan sebelumnya; rasa kram di bagian bawah perut yang semakin sering muncul mirip seperti kontraksi namun rasa kram ini muncul dalam jangka waktu yang tidak teratur; dan yang terakhir adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil karena posisi kepala janin yang lebih turun dan menekan daerah kandung kemih sang ibu.

1. Tanda-tanda waktu Melahirkan sudah Tiba

Saat waktu melahirkan sudah tiba, ada beberapa tanda yang bisa menjadi petunjuk yaitu:
  • Muncul kontraksi berupa rasa mules pada daerah jalan lahir. Kontraksi ini akan muncul secara teratur dimana pada awalnya jarak antara satu kontraksi dengan lainnya masih cukup jauh dan masih terasa lemah. Semakin dekat waktu kelahiran, maka jarak antar kontraksi semakin dekat, lebih teratur dan lebih terasa kuat.
  • Selain kontraksi yang semakin teratur, dari jalan lahir akan keluar sedikit lendir yang bercampur darah.
  • Ada kalanya, tanda akan melahirkan ditandai dengan pecahnya cairan ketuban berwarna jernih kekuningan. Bila hal ini terjadi, maka proses persalinan harus dilakukan sesegera mungkin.
2. Hal yang Perlu dilakukan Saat terjadi Kontraksi

Bila sudah mulai terjadi kontraksi, ada beberapa hal yang bisa diakuka oleh sang ibu yaitu:
  • Tetap tenang dan mulai menghitung jarak antar kontraksi. Bila jarak antar kontraksi tidak teratur ada kemungkinan bahwa kontraksi tersebut adalah kontraksi palsu yang artinya waktu melahirkan belum tiba.
  • Bila kontraksi yang ada terjadi secara teratur, maka ada baiknya segera mengunjungi bidan atau klinik kelahiran. Sementara menunggu hingga pembukaan jalan lahir sudah lengkap, sang ibu bisa berjalan-jalan ringan.
  • Tetap mengkonsumsi makan dan minum untuk memberi tenaga untuk saat melahirkan nanti
  • Disarankan untuk tidak mengejan bila jalan lahir belum lengkap
  • Buang air kecil sesering mungkin untuk menghindari adanya gangguan di daerah jalan lahir
  • Menarik napas panjang lewat hidung dan mengeluarkannya lewat mulut akan membantu mengurangi rasa nyeri setiap kali terjadi kontraksi
3. Tahap-Tahap Persalinan

Tahap-tahap proses persalinan akan berlangsung dalam 4 tahap mulai dari:
  • Menungggu hingga jalan lahir atau pembukaan menjadi lengkap atau sering juga disebut pembukaan 10 atau pembukaan lengkap 10 cm
  • Tahap pengeluaran janin
  • Tahap pembersihan ari-ari
  • Tahap pengawasan terhadap kondisi sang ibu selama 1 hingga 2 jam setelah pengeluaran ari-ari
4. Waktu Pembukaan Jalan Lahir

Waktu pembukaan jalan lahir mulai dari kontraksi pertama sampai jalan lahir lengkap bisa berbeda antara satu ibu dengan yang lain. Namun, pada umumnya untuk kehamilan anak pertama proses ini akan berlangsung selama 12-18 jam, lalu untuk anak kedua berlangsung selama 6-8 jam dan untuk anak ketiga dan seterusnya akan jauh lebih cepat.

5. Mengetahui bahwa Pembukaan Jalan Lahir sudah Lengkap

Pada umumnya sang ibu akan merasa seperti ingin buang air besar saat pembukaan jalan lahir sudah lengkap. Selain itu, bidan atau dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan untuk mengkonfirmasi hal itu. Bila pembukaan jalan lahir sudah lengkap maka sang ibu akan diminta untuk mengejan setiap kali kontraksi atau rasa mulas muncul. Proses mengejan ini tidak boleh dilakukan saat rasa mulas itu hilang.

6. Macam-macam Posisi Mengejan

Ada beberapa posisi mengejan yang bisa dipilih oleh seorang ibu yang bisa disesuikan dengan kenyamanan sang ibu itu sendiri. Hal yang perlu diingat disini adalah posisi mengejan sambil berbaring lurus telentang sangat tidak dianjurkan karena posisi ini justru akan menekan pembuluh darah yang membawa darah dan oksigen untuk sang ibu dan untuk sang bayi. Posisi mengejan yang dianjurkan adalah:
  • Posisi duduk atau setengah duduk, merupakan posisi mengejan yang paling umum
  • Untuk ibu yang mengalami kesulitan untuk mengejan maka posisi jongkok atau berdiri bisa menjadi pilihan
  • Bila posisi bayi tertahan pada punggungnya atau bayi mengalami kesulitan untuk berputar maka posisi tubuh seperti merangkak menjadi posisi mengejan terbaik
Selengkapnya Anda bisa membaca tentang tips mengejan dan mendorong saat melahirkan di situs ini.

7. Sesaat Paska Melahirkan

Setelah bayi berhasil keluar, maka dokter atau bidan akan segera membersihkan bayi, memotong dan membersihkan tali pusat, membungkus bayi, mengeluarkan ari-ari dan memastikan tidak ada yang tersisa di dalam rahim, menjahit jalan lahir dan kemudian memberi salep khusus pada kedua mata bayi. Bayi yang dilahirkan adalah bayi yang sehat bila sesaat setelah dikeluarkan bayi tersebut menangis, bernafas dengan spontan, warna kulitnya merah muda, bergerak dan juga memiliki berat badan diatas 2500 gram.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)