Rabu, 22 Maret 2017

Apa Itu Penyakit TORCH dan Bagaimana Mencegahnya

Apa Itu Penyakit TORCH dan Bagaimana Mencegahnya
Apa Itu Penyakit TORCH dan Bagaimana Mencegahnya
Dalam artikel ini Anda akan mempelajari apa itu TORCH, seberapa bahayanya penyakit TORCH ini, dan bagaimana cara mencegahnya.

Apakah anda sudah tahu tentang TORCH? TORCH merupakan istilah gabungan dari empat jenis penyakit, yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes. Keempat jenis penyakit tersebut sangat berbahaya, terlebih bila dialami oleh ibu hamil karena dapat berdampak buruk bagi janin. Saat ini, penyakit infeksi dapat didiagnosis melalui pemeriksaan secara imunologis. Pada prinsipnya, pemeriksaan ini dilakukan dengan mendeteksi adanya zat antibody yang spesifik terhadap kuman penyebab infeksi. Tubuh akan merespon apabila terdapat zat asing (kuman) dalam tubuh. Antibody yang diproduksi oleh tubuh berupa Imunoglobin G (IgG) dan Imunoglobin M (IgM).

TOXOPLASMA

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh adanya parasit Toxoplasma Gondi. Infeksi ini umumnya terjadi tanpa ditandai dengan gejala-gejala yang spesifik, yaitu sekitar 10-20% kasus. Gejala ringan yang ditimbulkan oleh infeksi toxoplasma seperti gejala flu, kelelahan, demam, dan umumnya tidak masalah. Ibu hamil yang terinfeksi oleh toxoplasma akan sangat berbahaya. Selain itu juga dapat berdampak buruk bagi orang dengan system kekebalan tubuh terganggu seperti penderita AIDS maupun pasien transplatasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun.

Ibu hamil yang terkena infeksi toxoplasma dapat mengalami abortus spontan atau keguguran, yaitu sekitar 4% kasus, janin lahir mati sekitar 3% kasus, atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. Bayi yang menderita toxoplasmosis bawaan, setelah dewasa akan mengalami gejala seperti kelainan mata dan telinga, kejang-kejang, retardasi mental dan ensefalitis.

Karena gejala yang ditimbulkan oleh infeksi toxoplasma tidak spesifik dan bahkan tanpa gejala, sehingga untuk mendiagnosa adanya infeksi ini sangat sulit.Oleh sebab itu, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan. Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan menganalisa Anti-Toxoplasma, IgG, IgM, dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG. Pemeriksaan tersebut sangat perlu dilakukan pada orang yang memiliki kemungkinan terinfeksi Toxoplasma. Ibu hamil juga mutlak melakukan pemeriksaan sebelum atau selama masa kehamilan. Apabila hasilnya negative, maka perlu diulang sebulan sekali terutama pada trimester pertama, dan selanjutnya pada tiap semester. Bayi yang baru lahir juga perlu diperiksa untuk mengetahui adanya kemungkinan terinfeksi Toxoplasma.

RUBELLA

Infeksi Rubella disebabkan oleh virus Rubella. Infeksi ini dapat terjadi pada anak-anak maupun dewasa. Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi Rubella diantaranya demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi Rubella yang terjadi pada ibu hamil sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan kelainan pada janin. Menurut America College of Obstratician and Gyneologists 1981, apabila infeksi ini terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan janin mencapai 50%, dan pada trimester kedua risikonya sekitar 25%.

Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh infeksi Rubella akan sangat bervariasi untuk tiap individu. Bahkan, pada beberapa kasus gejalanya tidak dapat dikenali, terutama tidak adanya ruam merah pada kulit. Oleh sebab itu, pemeriksaan laboratorium mutlak dilakukan untuk mendiagnosa adanya infeksi Rubella dengan tepat. Pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan dengan pemeriksaan Anti-Rubella IgG dan IgM.

Pemeriksaan Anti-Rubella IgG dilakukan untuk mendeteksi adanya kekebalan saat sebelum kehamilan. Apabila ibu ternyata belum memiliki kekebalan, maka harus dilakukan vaksinasi. Pemeriksaan Anti-Rubella IgG dan IgM berfungsi untuk mendiagnosa adanya infeksi akut pada kehamilan kurang dari 18 minggu dan kemungkinan adanya infeksi Rubella bawaan.

CYTOMEGALOVIRUS (CMW)

Infeksi Cytomegalovirus (CMW) disebabkan oleh virus Cytomegalo. Virus ini merupakan golongan virus keluarga Herpes. Virus ini dapat tinggal secara laten dalam tubuh. Infeksi CMW sangat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat berdampak buruk pada janin dalam kandungan. Ibu hamil yang terkena infeksi CMW dapat menular pada janin yang dikandungnya sehingga mengalami beberapa gangguan seperti pembesaran hati, kuning, ketulian, pengkapuran otak, retardasi mental, dan lain-lain.

Untuk mendiagnosa penyakit ini dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan menganalisa Anti CMW, IgG, dan IgM serta Aviditas Anti-CMW IgG. Hal ini berguna untuk mengetahui adanya infeksi berulang atau infeksi akut yang memiliki risiko lebih tinggi.

HERPES SIMPLEKS TIPE II

Infeksi Herpes menyerang alat kelamin disebabkan oleh virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat menjalar melalui serabut syaraf sensorik kemudian berdiam di ganglion system syaraf otonom. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HSV II akan terdapat lepuh pada kulit, tapi tidak selalu muncul sehingga sulit dipastikan. Lebih dari 50 kasus bayi yang baru lahir dan sudah terinfeksi HSV II berakibat fatal.

Untuk mengetahui adanya infeksi HSV II dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium, yaitu dengan menganalisa Anti-HSV II IgG dan IgM. Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan adanya infeksi HSV II sehingga dapat mencegah dampak yang lebih berbahaya pada janin saat dalam kandungan.

Infeksi TORCH sangat berbahaya bagi janin dalam kandugan.Gejala yang ditimbulkan oleh TORCH memang masih sulit dideteksi, karena tidak spesifik dan hampir sama dengan gejala penyakit lain sehingga menyulitkan dokter untuk melakukan diagnosis. Pemeriksaan laboratorium mutlak dilakukan untuk mendeteksi dengan tepat adanya kemungkinan ibu terinfeksi TORCH. Dengan demikian apabila ibu positif terinfeksi TORCH, dokter dapat segera memberikan penanganan atau terapi yang tepat.

Mencegah TORCH

Mengingat infeksi TORCH sangat berbahaya, anda yang sedang merencanakan kehamilan atau yang saat ini sedang hamil sebaiknya mempertimbangkan saran berikut ini untuk mewujudkan kehamilan sehat dan bayi dapat terlahir dengan sehat dan sempurna.
  • Jaga kebersihan tubuh
Jagalah kebersihan tubuh anda, misalnya dengan sering mencuci tangan dengan sabun.
  • Makan makanan yang matang
Sebisa mungkin hindari makan makanan yang tidak matang atau setengah matang. Parasit atau virus penyebab TORCH bisa terdapat pada makanan yang tidak akan mati apabila makanan tidak dimasak dengan benar-benar matang. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mengkonsumsi makanan yang matang.
  • Makan makanan yang bergizi
Cukupilah konsumsi makanan bergizi saat hamil. Makanan bergizi sangat baik bagi perkembangan janin serta membuat tubuh tetap sehat dan kuat. Tubuh yang sehat akan dapat melawan berbagai jenis penyakit, termasuk TORCH, sehingga tidak akan menginfeksi tubuh.
  • Lakukan vaksinasi
Vaksinasi berfungsi untuk mencegah masuknya parasit penyebab TORCH.
  • Lakukan pemeriksaan sebelum kehamilan
Sebelum merencanakan kehamilan,ada baiknya anda memeriksakan diri anda terlebih dahulu untuk mengetahui ada tidaknya virus atau bakteri penyebab TORCH dalam tubuh.
  • Periksa kehamilan secara rutin
Periksakan kandungan anda secara rutin dan teratur selama kehamilan sehingga apabila ternyata ibu terinfeksi TORCH segera dapat dilakukan penanganan sejak dini. Penanganan TORCH yang cepat dapat membantu mengurangi adanya risiko kondisi bayi yang memburuk karena terinfeksi.
  • Hindari kontak dengan penderita penyakit
Hindarilah kontak dengan siapa pun yang menderita infeksi virus, misalnya virus Rubella yang sering disebut campak Jerman.

Demikianlah informasi mengenai infeksi TORCH yang sangat berbahaya bagi ibu hamil dan bagaimana cara mencegahnya. Semoga bermanfaat.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)