Senin, 08 Mei 2017

Diet Sehat untuk Ibu Menyusui

Walaupun anda masih menyusui, tetapi kegiatan tersebut tidak menghalangi anda untuk mencoba menurunkan berat badan dan mengembalikan bentuk tubuh sebelum anda hamil. Meskipun anda tidak dapat mengurangi jumlah kalori sebanyak wanita biasa yang tidak sedang menyusui, tetapi anda masih bisa mengikuti program diet yang bisa mengurangi berat badan anda tanpa mengorbankan kesehatan bayi yang sedang anda susui. Sebagai tambahan, Departemen pertanian Amerika menekankan bahwa setiap wanita yang menyusui bayinya pasti bisa menurunkan berat badan mereka lebih baik daripada para ibu yang menyusui bayi mereka menggunakan susu formula.

Sebuah website yang banyak berurusan dengan para ibu menyusui merekomendasikan para ibu terebut untuk mengkonsumsi kalori sebanyak 2000 sampai 2700 kalori setiap harinya. Anda bisa mengecek jumlah kalori tersebut pada bidan anda atau pada dokter spesialis. Memakan 2000 kalori sehari dapat membuat anda kehilangan berat badan sebanyak 1 sampai 1,5 pounds dalam seminggu. Jika anda mengonsumsi kalori melebihi 2000, maka hal tersebut akan membuat berat badan anda sulit untuk turun. Ketika bayi anda tumbuh membesar, maka dia juga membutuhkan asupan ASI yang semakin besar pula, untuk itu anda harus menyesuaikan pola makan anda kembali agar dapat memenuhi permintaan ASI oleh bayi anda.

Sebagai seorang ibu yang masih menyusui, anda membutuhkan asupan makanan yang seimbang antara anda dan bayi anda, Seorang ibu menyusui, membutuhkan asupan 10 miligram zat besi setiap harinya, 1000 sampai 13000 miligram kalsium dan 500 mcg folate tiap hari. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Ohio State University. Anda juga diharuskan untuk mengkonsumsi 6 sendok teh minyak zaitun, kacang-kacangan dan biji-bijian. Gunakan program diet yang mengharuskan anda untuk mengkonsumsi 3 cangkir susu rendah lemak, 2 sampai 2,5 cangkir buah dan sayur-sayuran, 6 ons beras dan 5 sampai 6 ons protein tiap harinya.

Program diet di media massa sering menawarkan opsi untuk para ibu menyusui selama anda mendapatkan izin dari dokter yang anda percayai untuk mengikuti program penurunan berat badan tersebut. Program diet tersebut akan membantu anda untuk merencanakan program diet anda secara sempurna serta menawarkan mengukur berat badan anda setiap minggu. Mereka juga bisa memberikan motivasi yang tepat bagi anda agar sukses menjalankan setiap program dengan sempurna. Sebuah program pengurangan berat badan di internet akan meminta anda untuk memasukkan informasi pribadi anda dan mengikuti setiap rekomendasi yang diberikan untuk itu yang menyusui. Anda harus menghindari program diet yang tidak menawarkan program diet yang dikhususkan untuk ibu hamil karena kebutuhan nutrisi ibu hamil sangat berbeda dengan para wanita yang sedang tidak menyusui.

Menggabungkan pola makan yang rendah kalori dan olahraga secara rutin akan membantu anda untuk mengurangi jumlah kalori di tubuh anda tanpa membahayakan kesehatan anda dan bayi anda. Jika anda mengikuti program diet normal, maka anda akan kehilangan 1 kilogram berat badan setiap minggunya yang sangat beresiko akan mempengaruhi ASI yang anda hasilkan. Usahakan untuk menimbang berat tubuh anda secara rutin untuk mengetahui apakah bobot anda turun dengan sangat drastik atau tidak. Anda juga harus selalu mengikuti tabel nutrisi yang diberikan ahli gizi anda agar kebutuhan gizi anda dan bayi anda terpenuhi setiap hari. Untuk menghindari mengkonsumsi gula atau bahan kimia yang tidak baik, maka anda dianjurkan untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari.
Continue reading

Sabtu, 01 April 2017

Mengapa Sakit Kepala saat Menyusui?

Mengapa Sakit Kepala saat Menyusui?
Mengapa Sakit Kepala saat Menyusui?
Saat-saat menyusui merupakan momen yang sangat membahagiakan bagi seorang ibu. Ini adalah momen di mana sang ibu bisa mencurahkan segenap kasih sayang kepada buah hatinya. Dan ini juga merupakan momen di mana sang ibu bisa merasa lega karena telah melewati fase persalinan yang barangkali penuh dengan resiko dan kecemasan.

Kendati demikian, fase menyusui juga berarti sebuah fase di mana ada beberapa halangan yang menyebabkan anda tidak bisa menyusui buah hati dengan baik. Kondisi kesehatan yang kurang baik merupakan salah satu faktor yang membuat banyak ibu khawatir.

Kesehatan ibu yang kurang baik akan mempengaruhi kesehatan bayi secara langsung. Seorang ibu yang terganggu kesehatannya takkan bisa menyusui dengan baik, dan dengan demikian akan mempengaruhi kesehatan sang bayi pula.

Lagipula, kecemasan juga muncul dalam bentuk lain, misalnya pemilihan obat untuk meningkatkan kesehatan sang ibu. Dalam beberapa kasus, obat tertentu bisa tidak cocok untuk sang ibu yang sedang berada dalam fase menyusui buah hatinya.

Pemilihan obat untuk meningkatkan kesehatan ibu yang sedang menyusui memang penting, untuk menghindari ekses buruk bagi ibu dan bayinya, meski obat yang dipilih haruslah tepat dan tidak menimbulkan efek samping.

Salah satu problem kesehatan yang sering muncul pada ibu menyusui adalah sakit kepala yang teramat sangat. Ini membuat ibu sangat kesulitan ketika periode menyusui. Penyebab sakit kepala yang berlebihan adalah kadar hormon estrogen, dan biasanya merupakan sisa sisa dari trimester 2 dan 3 kehamilan, ketika tingkat estrogen sangat tinggi.

Selain peningkatan hormon estrogen, ada beberapa alasan lain mengapa sakit kepala akan memperburuk keadaan ibu pasca persalinan. Di antaranya adalah:
  1. Tekanan stress yang dialami

    Pekerjaan yang padat dapat memicu stress berlebihan, dan ini akan berakibat pada munculnya sakit kepala. Stress biasanya muncul ketika ibu hamil tertekan perasannya. Kondisi tertekan, sehingga memungkinkan stress untuk muncul, merupakan faktor utama pemicu munculnya sakit kepala ketika menyusui.
     
  2. Memilih posisi tubuh yang salah ketika menyusui

    Posisi berbaring dan/atau menyusui yang salah bisa menyebabkan saraf leher tertekan. Akibatnya, ibu hamil akan mengalami migren atau sakit kepala. Beberapa posisi menyusui yang salah seperti menyusui dengan bahu melengkung ketika duduk harus dihindari, selain posisi duduk di mana tidak ada sandaran untuk punggung ibu.
     
  3. Kurang banyak beristirahat

    Kehadiran buah hati tentu akan mengubah pola tidur anda. Biasanya anda membutuhkan waktu selama 7 sampai 8 jam sehari untuk tidur. Dengan adanya bayi, anda tidak bisa melakukan hal tersebut. Waktu istirahat yang tidak cukup akan membuat tekanan darah menurun, sehingga menghambat peredaran darah menuju kepala.
     
  4. Tubuh kekurangan cairan

    Cairan tubuh yang keluar melalui keringat, urin, dan ASI akan menyebabkan ketidakseimbangan jumlah cairan di dalam tubuh, sehingga mengakibatkan dehidrasi. Kurangnya cairan tubuh juga membuat darah menjadi pekat, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi terhambat.
Salah satu solusi yang paling disarankan untuk ibu yang sedang menyusui adalah dengan mengobati sakit kepala menggunakan solusi non-obat kimiawi. Di titik ini, terapi yang bertujuan merelaksasi tubuh menjadi sebuah pilihan bagus untuk dipertimbangkan. Obat-obatan kimiawi bisa saja digunakan, namun terbatas pada acetaminophen dan parasetamol.

Bila anda masih merasa cemas akan pilihan obat-obatan, selalu konsultasikan kepada dokter bila anda merasakan sakit kepala ketika menyusui, terutama ketika anda mengalami migrain.
Continue reading

Senin, 13 Maret 2017

Cara Menghilangkan Bekas ASI pada Bayi

Cara Menghilangkan Bekas ASI pada Bayi
Cara Menghilangkan Bekas ASI pada Bayi
Saat menyusui bayi tidak jarang ada tetesan dari Air Susu Ibu (ASI) yang menetes ke tubuh bayi, terutama pada bagian wajah. Tidak jarang ASI yang menempel pada kulit bayi tersebut menyebabkan gatal-gatal dan juga berwarna kemerahan. Orang menyebutnya dengan sebutan eksim susu. Oleh karenanya banyak ibu yang berhenti menyusui anaknya karena tidak tega melihat kulit anaknya yang kemerahan dan juga gatal.

Dalam kasus ini tidak semua bayi mengalaminya, diperkirakan gatalnya pada kulit bayi karena bayi tersebut terlalu peka dengan protein yang terkandung di dalam ASI. Jika hal ini mengalami seorang ibu, sebaiknya jangan berhenti menyusui anaknya karena ada beberapa cara menghilangkan bekas ASI pada bayi.
  • Jika pipi bayi terkena ASI, diharapkan untuk segera bersihkan menggunakan handuk basah, kemudian lap menggunakan handuk yang bersih dan lembut.
  • Saat memandikan gunakanlah sabun bayi yang bersifat melembabkan kulit.
  • Setelah memandikan bayi, olesi bagian yang terkena ASI menggunakan pelembab, hal tersebut akan mengurangi keringnya kulit pada bayi yang diakibatkan ASI tersebut.
  • Usahakan agar bayi Anda tidak menggaruk bagian yang terkena tetesan ASI tersebut. Anda bisa menggunakan kaos tangan dan rajin memotong kuku jari tangannya.
  • Jika alerginya tersebut sampai menimbulkan luka, sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk mencegah infeksi dan kemungkinan lainnya.
Continue reading