Kamis, 06 April 2017

Persiapan Menjelang Persalinan di dalam Air (Waterbirth)

Persiapan Menjelang Persalinan di dalam Air (Waterbirth)
Persiapan Menjelang Persalinan di dalam Air (Waterbirth)
Melahirkan di dalam air merupakan salah satu dari berbagai jenis persalinan yang banyak ditawarkan pada ibu hamil jelang waktu persalinannya. Metode ini begitu terkenal apalagi dengan banyaknya selebritis baik itu tanah air maupun mancanegara yang telah memilihnya.

Melahirkan di dalam air sendiri merupakan sebuah metode dalam persalinan yang sudah dikenal lama. Awalnya dikenal di Uni Soviet pada tahun 1960-an sebelum akhirnya berkembang hingga ke Amerika Serikat ketika memasuki tahun 1961. Melahirkan di dalam air atau metode water birth ini tidak ada bedanya dengan melahirkan melalui cara normal biasa.

Bedanya terletak pada tempatnya yaitu ibu akan ditempatkan di dalam air. Yang menjadikan metode ini menjadi favorit para ibu karena dipercaya dapat mengurangi rasa sakit yang menghampiri proses persalinan. Rasanya tidak akan sesakit ibu yang menjalani persalinan di tempat tidur.

Bagi ibu yang memilih proses persalinan dengan metode dalam air ini, tindakan yang diberikan padanya akan dimulai ketika ibu memasuki pembukaan yang keenam. Setelah pembukaan tersebut, ibu pun akan ditempatkan pada kolam dengan airnya yang dibuat hangat.

Air hangat ini akan membuat area kewanitaan ibu lebih tipis serta elastis. Air juga menjadi salah satu dasar dari proses persalinan ini untuk memberi rasa nyaman pada ibu. Rasa nyaman serta perasaan rileks didapatkan dari endorphin yang dilepaskan tubuh karena terpicu oleh air hangat tersebut.

Air hangat ini juga akan membantu ibu dalam mengatur pengelolaan rasa sakit. Bayi akan langsung mendapatkan ASI pertamanya ketika lahir. Sebagian ibu ada juga yang mengkhawatirkan keadaan dimana bayi akan tersedak, tetapi harus diketahui bahwa kekhawatiran itu tidak akan terjadi. Ari-ari dan tali pusat adalah cara yang dilalui bayi agar dirinya tetap bisa bernafas.

Agar ibu hamil bisa mengambil keputusan bahwa ia akan memilih proses persalinan dalam air. Maka, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini agar ibu tahu proses tersebut didukung atau tidaknya.
  1. Berkonsultasi dengan yang mereka yang dikenal sebagai para penangan dalam metode melahirkan dalam air tersebut. Hal yang perlu dikonsultasikan adalah keinginan melahirkan metode tersebut serta fasilitas yang diharapkannya nanti. Termasuk, harus diketahui tentang kebersihan dari kolam yang akan dipakai melahirkannya nanti. Kolam tersebut harus bersih dan tidak akan beresiko pada bayi untuk terjadi kontaminasi.
  2. Kesehatan ibu hamil sendiri harus diperhatikan. Sebaiknya keinginan untuk melahirkan dengan metode dalm air dikonsultasikan dengan dokter. Dokter yang paling tahu kondisi kehamilan ibu serta kondisi bayi dalam kandungan ibu. Periksakan masalah kesehatan kewanitaan, sehingga diketahui mungki atau tidaknya melahirkan dalam air. Bagi ibu yang mengalami infeksi di daerah kewanitaannya termasuk saluran kencing serta pada kulit, metode persalinan dalam air sangat tidak disarankan.
  3. Kondisi keadaan bayi dalam kandungan harus sudah diketahui. Cek kehamilan serta konsultasi pada dokter akan membuat ibu mengetahui keadaan bayi di dalam kandungan. Jika bayi dalam keadaan posisi sungsang. Tidak memungkinkan ibu hamil untuk memilih metode melahirkan dalam air ini.
  4. Suami merupakan pendukung penting dalam proses kelahiran ini. Keyakinan dari suami bagi calon ibu yang memilih proses persalinan ini akan menguatkannya. Bukan hanya itu, selama proses kelahiran pun suami senantiasa bisa melakukan dukungan dengan berada di samping calon ibu dengan memberikan kenyamanan lewat pijatan yang bisa dilakukannya lewat pemijatan punggung ibu.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)