Kamis, 23 Maret 2017

Ulasan Lengkap Mengenai Kehamilan Ektopik (Kehamilan di Luar Kandungan)

Ulasan Lengkap Mengenai Kehamilan Ektopik (Kehamilan di Luar Kandungan)
Ulasan Lengkap Mengenai Kehamilan Ektopik (Kehamilan di Luar Kandungan)
Kehamilan ektopik bisa menjadi mimpi buruk bagi setiap wanita karena kehamilan ektopik sangat sulit untuk didiagnosa. Salah satu gejala terjadinya kehamilan ektopik adalah rasa sakit di bagian perut. Masalahnya, penyebab sakit perut sangat beragam.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah anda mengalami kehamilan ektopik atau tidak adalah dengan menjalani pemeriksaan USG pada awal kehamilan. Terlebih lagi jika anda pernah mengalami keguguran atau jika dokter anda mencurigai bahwa anda mengalami kehamilan ektopik.

Angka kejadian kehamilan ektopik semakin meningkat dari tahun ke tahun akibat semakin banyaknya pasangan yang menjalani terapi kesuburan dan semakin banyaknya wanita yang mengalami radang panggul. Biasanya gejala-gejala kehamilan ektopik akan tampak sekitar usia 6 minggu kehamilan.

Apa itu kehamilan ektopik?

  • Ketika sel telur melekat di luar rahim (biasanya di saluran telur) lalu terjadi pembuahan, kehamilan yang terjadi disebut ektopik.
  • Ketika hal ini terjadi, kehamilan harus digugurkan. Alasan utamanya adalah karena kehamilan ektopik yang sudah terlanjur terjadi tidak dapat di pindahkan ke dalam rahim.
  • Jika tubuh wanita yang mengalami kehamilan ektopik tidak menggugurkan embrio dengan sendirinya, maka diperlukan tindakan operasi untuk mengeluarkan embrio segera setelah diketahui bahwa sang ibu mengalami kehamilan ektopik.
  • Jika kehamilan ektopik tidak segera dideteksi, maka embrio yang tumbuh di saluran telur yang sempit akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.
  • Kehamilan ektopik yang terjadi di saluran telur dapat menyebabkan sobeknya saluran telur akibat pembesaran embrio yang melebihi kemampuan meregang saluran telur. Jika hal ini terjadi, sang ibu akan kehilangan banyak darah dan mengalami rasa sakit yang sangat parah.
  • Jika sang ibu segera dibawa ke rumah sakit, saluran telur dapat diselamatkan dan kesuburan (kemampuan untuk memiliki anak) sang ibu juga dapat dipertahankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 10 kehamilan ektopik dapat menyebabkan kemandulan.

Siapa yang berpotensi mengalami kehamilan ektopik?

  • Wanita yang mengalami kerusakan pada tuba fallopi (saluran telur) akibat terapi kesuburan atau akibat endometriosis
  • Wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik
  • Wanita yang mengalami kehamilan sedangkan ia menjalani KB spiral (IUD) dan spiralnya tetap berada pada tempat semestinya saat pembuahan terjadi.
  • Wanita yang mengkonsumsi obat-obat penyubur atau menjalani terapi kesuburan
  • Wanita yang pernah menjalani operasi di daerah panggul atau perut
  • Wanita yang pernah mengalami penyakit radang panggul atau penyakit menular seksual seperti gonorrhea atau chlamydia

Apa saja gejala kehamilan ektopik?

  • Rasa sakit di bagian perut. Umumnya terasa seperti kram. Rasa sakit ini bisa terjadi kadang-kadang atau bisa juga terus-menerus. Bisa terasa di satu sisi perut saja atau di seluruh bagian perut.
  • Pendarahan vagina. Pendarahan ini bisa banyak atau sedikit. Darah yang keluar bisa berwarna merah tapi bisa juga berwarna kecoklatan.
  • Rasa lemas seperti hendak pingsan akibat kehilangan darah.
  • Shock, detak jantung melemah, kulit pucat dan pingsan jika terjadi pendarahan di dalam. Jika hal ini terjadi, artinya telah terjadi gugurnya kehamilan ektopik. Sang ibu harus segera dibawa ke rumah sakit.
  • Rasa sakit akan semakin parah ketika ibu buang air besar maupun buang air kecil, ketika batuk atau ketika beraktifitas.
  • Rasa sakit juga dirasakan di area punggung ketika ibu berbaring. Hal ini terjadi karena terjadinya pendarahan di dalam yang mengiritasi saraf dan mempengaruhi area punggung.

Apa yang terjadi ketika ibu dibawa ke rumah sakit?

Ibu akan menjalani rangkaian tes berikut: 
  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui level hormon kehamilan
  • Pemeriksaan luar
  • Pemeriksaan USG via vagina (pemeriksaan USG via kulit perut tidak memadai jika keguguran sudah terjadi)
  • Laparoskopi untuk memeriksa saluran telur (akan dilakukan tindakan operasi dengan irisan kecil di perut ibu)
Tindakan penanganan kehamilan ektopik yang bisa dipilih: 
  • Jika kehamilan ektopik dideteksi pada tahap awal kehamilan, ibu akan diberi suntikan/injeksi pada embrio yang akan menyebabkan embrio mati.
  • Jika pendarahan sudah terjadi, janin ektopik akan dikeluarkan melalui tindakan operasi. Jika saluran telur masih utuh (tidak sobek/pecah), maka saluran telur akan diiris untuk mengeluarkan janin ektopik dan saluran telur tersebut akan dikembalikan ke tempatnya semula.
  • Jika saluran telur sobek/pecah, tindakan operasi akan dilakukan untuk mengeluarkan/memotong saluran telur. Yang diutamakan adalah bagaimana caranya untuk menghentikan pendarahan.

Apa yang terjadi setelah ibu mengalami kehamilan ektopik?

Anda harus ekstra waspada jika anda pernah mengalami kehamilan ektopik. Anda harus menjaga kesehatan anda, baik sisi fisik maupun emosional anda. Jika anda mengalami tindakan operasi di bagian perut, anda harus beristirahat selama 3 bulan sebelum anda boleh mulai untuk berusaha memiliki anak lagi. Dan jika kemudian anda hamil lagi, anda harus menjaga kehamilan anda dengan ekstra hati-hati dan anda juga harus mengalami pemeriksaan yang teliti untuk mengetahui letak janin anda.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)