Rabu, 08 Maret 2017

Kegemukan dan Kemampuan Seks Pria

Kegemukan dan Kemampuan Seks Pria
Kegemukan dan Kemampuan Seks Pria
Kegemukan adalah salah satu tren pada masyarakat modern khususnya pada masyarakat maju dengan pendapatan yang tinggi. Kegemukan atau obesitas berkaitan erat dengan pola hidup yang tidak baik, dan bahkan memiliki resiko kesehatan yang tinggi seperti diabetes, penyakit jantung, dan lainnya. Namun tidak di situ saja, kegemukan berkaitan dengan kesehatan seksual juga.

Kaitan antara kegemukan dan kemampuan seksual terjadi baik pada pria dan perempuan. Khususnya untuk pria, kegemukan berpengaruh pada jumlah dan kualitas sperma. Intinya adalah semakin gemuk badan maka kualitas dan jumlah sperma akan menurun.

Hal ini ditemukan pada penelitian yang melibatkan 1940 pria yang dilakukan oleh jaringan laboratorium Eropa. Dalam penelitian ini ditemukan kegemukan menyebabkan gangguan hormonal sehingga membuat kualitas, jumlah dan vitalitas sperma menurun.

Pria gemuk memiliki jumlah dan kualitas sperma 10 persen lebih rendah dibanding pria berberat badan normal. Sedangkan pada pria obesitas mencapai 20 persen lebih rendah. Bahkan pria obesitas memiliki potensi kadar sperma nol mencapai 4 kali dibanding pria berat badan normal.

Pria Lebih Mudah Tertidur setelah Hubungan Seks

Seks yang sehat membutuhkan komunikasi mendalam dan terbuka antara kedua belah pihak, baik sebelum berhubungan seksual maupun sesusah berhubungan seksual. Namun pada kenyataannya, yang terjadi adalah kebalikannya. Kaum pria pada umumnya tertidur sesaat setelah melakukan hubungan seksual sehingga afterplay pun tidak terjadi.

Padahal fakta dalam seks dan kehidupan berumah tangga, berpelukan dan berbicara setelah hubungan seksual adalah suatu yang krusial yang sangat menentukan kualitas hubungan pasangan tersebut. Sebaliknya, pihak yang ditinggal tidur oleh pasangannya, seringkali merasa tidak aman dan tidak nyaman. Setidaknya ini yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Universitas Michigan.

Pria lebih mudah tertidur sesaat setelah melakukan hubungan seksual karena pengaruh hormon oksitonin dan serotonin yang menyebabkan mengantuk. Selain itu, hormon ini juga menyebabkan hilangnya hasrat seksual setelah orgasme. Hormon ini mengubah struktur otak sehingga membuat para pria dengan mudah tertidur.

Fakta-fakta di atas bukan berarti sesuatu yang tidak bisa ditawar. Maksudnya adalah pria masih tetap terjaga dan bugar sesaat setelah melakukan seks, sehingga bisa melakukan afterplay seperti berpelukan dan berbicara. Cara yang paling sederhana dan menyehatkan adalah dengan menjaga kondisi tubuh tetap fit, sehingga tidak mudah kelelahan setelah berhubungan seks.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)