Jumat, 17 Maret 2017

Hormon-Hormon Kehamilan

Hormon-Hormon Kehamilan
Hormon-Hormon Kehamilan
Apa saja hormon-hormon kehamilan dan dampaknya bagi tubuh?

Kehamilan bukan hanya merupakan tanda kebahagiaan, melainkan juga sebuah tanda fisik di mana hormon-hormon dalam tubuh perempuan mengalami perubahan. Tubuh seorang wanita hamil bereaksi dengan cara menampakkan perubahan yang salah satunya ditandai dengan produksi hormon-hormon kehamilan. Hormon macam ini tidak bisa dilihat secara langsung, namun pada intinya sangat mendukung kelangsungan kehamilan. Hormon-hormon kehamilan bisa mendukung janin agar dapat berkembang dan tumbuh secara sehat dan baik.

Sekilas pandang, mengetahui jenis-jenis hormon apa saja yang mendukung kehamilan tidaklah penting, namun para ibu hamil sebaiknya tahu mengenai jenis hormon yang diproduksi selama kehamilan supaya tidak terjadi salah pengertian, terutama dalam mengenali perubahan-perubahan fisik yang dirasakan selama kehamilan. Paragraf di bawah ini akan menjelaskan daftar hormon yang diproduksi selama perempuan mengalami kehamilan. Hormon-hormon akan disebutkan, berikut dampak dan fungsinya:

1) Human Placental Lactogen atau Hormon Kehamilan HPL

Hormon ini dihasilkan oleh plasenta, dan ia adalah jenis hormon protein yang membantu perubahan dalam metabolisme lemak dan karbohidrat, sekaligus merangsang pertumbuhan keduanya. Hormon ini sangat berperan penting ketika hamil, utamanya karena fungsinya dalam produksi ASI. Pada plasenta yang tidak berfungsi dengan baik, kadar hormon HPL menjadi sangat rendah. Dampak yang ditimbulkan oleh hormon HPL adalah perubahan pada payudara, atau pembesaran yang terjadi pada bagian payudara. Ketika hormon HPL meningkat, putting akan terasa sakit dan ngilu bila disentuh.

2) Human Chorionic Gonadotrophon atau Hormon Kehamilan HCG

Hormon ini dibuat setelah embiro, terutama setelah proses pembuahan berlangsung. Dan biasanya hormon in muncul karena pertumbuhan jaringan plasenta. Hormon ini dihasilkan oleh villi choriales, dan biasanya berperan dalam peningkatan produksi progesteron. Meningkatkan progesteron akan menjaga kehamilan sekaligus menekan menstruasi. Jumlah hormon ini akan meningkat hingga hari ke 70 dan perlahan-lahan akan menurun selama sisa bulan kehamilan. Ada fungsi tambahan dari HCG, yakni toleransi imunitas yang menurun pada kehamilan. Alat pendeteksi kehamilan berbasis urine akan mendeteksi kemunculan HCG. Dampak yang ditimbulkan oleh peningkatan hormon HCG adalah perasaan mual disertai dengan muntah.

3) Estrogen

Hormon ini dihasilkan oleh ovarium dan banyak mempengaruhi perubahan yang sifatnya histologi pada vagina, dan juga mempengaruhi pertumbuhan endometrium rahim. Selain kedua fungsi di atas, hormon estrogen juga mengontrol pelepasan FSH dan LH, membantu pertumbuhan kelenjar mammae yang berguna sewaktu menyusui, menimbulkan kontraksi pada rahim, dan mengendorkan otot-otor pada vulva, serviks, dan vagina. Dinding rahim juga diperkuat oleh estrogen, yang sebetulnya berfungsi untuk mengatasi kontraksi saat persalinan. Selain itu, estrogen memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan payudara, organ reproduksi, dan sistem genital. Hormon ini membantu juga dalam melembutkan jaringan tubuh, melemahkan sendi tubuh dan jaringan ikat, sehingga membuat tubuh perempuan hamil terlihat ringkih. Dampak yang dirasakan oleh ibu hamil adalah varises, sakit punggung, dan cairan tubuh yang tidak seimbang yang pada gilirannya menyebabkan pembengkakan.

4) Relaxin

Hormon ini dihasilkan oleh plasenta dan korpus luteum. Hormon ini membantu relaksasi sendi panggul dan melembutkan leher rahim. Dampak yang ditimbulkan oleh hormon ini bisa dirasakan oleh ibu hamil, terutama pada bagian sendir dan ligament yang semakin lembut.

5) Melanocyte Stimulating Hormon atau hormon kehamilan MSH

Hormon ini membantu merangsang pigmentasi kulit. Dampaknya: putting susu dan daerah di sekitarnya menjadi gelap, dan warna kecoklatan bisa ditemui pada wajah bagian dalam serta pada daerah linea nigra.

6) Progesteron

Lapisan di dinding rahim bisa terbangun berkat hormon progesteron. Lapisan ini akan menyangga plasenta dan mencegah pengerutan otot-otot rahim. Hasilnya: persalinan dini bisa dihindari. Selain itu, hormon ini membantu mempersiapkan payudara hingga siap untuk menyusui. Dampak: menurunkan tekanan darah, sehingga membuat anda merasa pusing; melambatkan sistem pencernaan, sehingga ibu hamil merasa sembelit atau kembung; mempengaruhi suasana dan perasaan hati ibu, mual, menurunkan gairah sex, serta meningkatkan pernafasan dan suhu tubuh.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)